Shinara gadis sederhana yang tewas karna jatuh dari tangga di usianya yang ke 10 tahun.
kesedihan berlarut pada orang tuanya siang dan malam air mata selalu bercucuran memanjatkan doa agar lahirnya kembali anak yang selalu di inginkan, mereka terus berhara p bahwa ia akan lahir kembali.
100 tahun berlali ucapan dan harapan kini terkabulkan ia lahir lagi di keluarga kaya raya
ayahnya selalu memanjakan shinara dengan berbagai macam harta ataupun kasih sayang. namun ada hal yang hilang baginya shinara selalu berharap akan kembalinya sosok itu.
" sudah 15 tahun tapi aku belum tahu . . ."
" shiara jangan melamun!"
" maaf!!" terpelanjak kaget
" Shiara putri di tunggu di ruang tamu oleh ayahmu,!" anaya yang merupakan pembantu setia keluarga dan selalu menjadi tempat untuknya .
shiara melangkah menjauhi taman, berbelat-belit pikiran nya sepanjang perjalanan dirinya tak berani menatap para pelayan yang menyanbut horman ke arahnya. mungkin dirinya sombong namun bagi Siara bukan dia sombong namun dia terlalu takut untuk menjalani hubungan bersama orang lain.
Siara tersenyum lembut ke arah ayahnya dan mendudukan dirinya di sambing ayahnya" Ada apa ayah?" pandang nya meredup.
" Siara apa kau tak ingin mencari sosok pendamping umurmu sudah cukup-----+++"
" tidak" jawab nya boruto menghembuskan napas kasar.
" Lamaran untuk kau masuk kelas kedokteran!!" boruto mengeser amplop putih ke arah siara.
" A-ayah a-ku sayang padamu..." siara berjingkat senang.
Hari pertama yang membosankan bahkan ia pun tak bisa sedikit pun sudi menatap temannya yang ricuh berpadu berisik, Siara sepanjang pelajaran hanya melamun tapi pandangan matanya menjadi geram melihat seorang gadis berkacamata di Bully.
" Hei! kau anak fakultas kejaksaan yah?" ia menjambak rambut nya kasar.
" be-benar ..... tolong lepaskan rambutku itu sakit" rintih nya...
" enak aja ! kau harus ingat nama senior mu yuga" yang satunya menaburkan air pada shiera.
langkah kaki berjalan ke arah mereka bertiga
dengan hawa dingin di sekujur tubuhnya “ Apa tingkah senior seperti itu? sangat tak sopan?" sosok gadis berambut hitam panjang dan berkacamata itu seakan tahu apa yang di pikirkan seniornya.
" namaku Siara An!"
" Ayo pergi!" ajak siara ke arah korban bully.
" Kau - kau pewaris keluarga An yang bahkan kekayaan nya mengalahkan keluarga fuma?" hingga tak percaya sedangkan gadis itu tersenyum menyeringai.
Seperginya ke-tiga orang itu, siara seperti biasa hanya tidur di kelas karna tak ada guru
tapi seorang membangunkan nya membuat siara kesal. kekesalan nya sirna saat mengetahui orang yang berdiri di hadapan nya adalah shiera membawakan jus serta makanan dengan senang hati ia menerimanya.
" Terima kasih . . kenapa kau tak melawan mereka?" tanya siara penasaran.
" Aku berasal dari kalangan rendah siara tak seperti mu" siara menjadi sedih mendengar kalimat barusan" Aku iru padamu..."
******
Sudah berjam-jam siara dan shiera berkeliling mol dan hampir menghabiskan uang untuk satu tahun jajan siera tapi menurun siara itu tak ada apa-apa nya mereka berpisah di sebuah pertigaan hari itu hujan lebat dan naas siara tak memawa payung teduh ia memilih berjalan kaki.
hujan semakin deras siara merasa pusing dan terjatuh, sedangkan di kediaman besar An semua tampak panik saling mondar-mandir mencari sosok tuan putri...
" Apa kalian sudah mencarinya?"
" maaf tapi semua tempat tak ada yang tahu" Jawab mereka serentak.
" bagaimana jika nona terluka?"
Shiera yang di telpon kakanya pun bingung dan cemas pasal nya setelah berpisah tadi siara tak menghubungi nya sama sekali
kepanikan pun terjadi tapi tiba-tiba pintu terbuka menyaksikan sosok pemuda yang mengendong gadis pelayan pun mengantarkan ke kamar atas dimana kamar siara berada.
". terima kasih tuan...!!!"
" Sudahlah aku permisi...!
" Tunggu, tuan mohon terima ini?" Seorang memberikan nya uang namun ia menolaknya dan pergi dari situ teryata pria itu
adalah putra sulung dari pemimpin organisasi pembunuh bayaran karna melakukan kesalahan dirinya dimarahin.
pria itu di marahin oleh orang tuanya dan memilih masuk kedalam kamar dan menguncinya sedangkan ayahnya masih saja meluapkan amarah serta para pelayan yang berbisik tentang nya.
" Sudahlah nanti tuan tau loh..."
" Benar. rumah ini semakin sepi!" balas satunya.
" Jika ada seorang menantu di rumah ini pasti akan lebih hidup dan ceria itu hal yang di inginkan Nyonya..!" tambah pelayan yang paling tua.
kembali ke pada keluarga Fuma kini yuga tengah di lema.ancaman besar shiera membuat dirinya takut, shiera mengancam akan menunjukkan kesalahan nya pada publik anak itu memiliki bukti yuga berhubungan dengan seorang ceo jika sampai di publikasikan maka keluarga fuma akan hancur berkeping-keping.
merogoh henfoun nya yuga menghubungi salah satu no.
Siara bersiap hampir dua jam menunggu kedatangan yuga menunggu di taman bahkan ia sudah bosan tapi ia belum juga datang.
Akhirnya siara memutuskan makan di restoran tak jauh dari taman,
" Kau kenapa di sini? bukanya kau--" ucapannya terhenti.
" Kalangan rendah seperti kami harus berkerja keras tak seperti dirimh yang di manjakan harta...!!"
" Kau salah aku juga bekerja sebagai dokter!
aku akan menjemputmu besok tanpa bantahan..."
siara menyelipkan beberapa uang kertas' di bawah gelas, janji pun di tempati siara menjemput siara mengunakan mobil merah dan di kawak tiga mobil lainya shiera cukup kaget unyuk apa orang kaya seperti siara sudi menjemput nya itu adalah awal dari kebersamaan mereka.
TIDID!! TIDID!!
suara klakson.
semua tampak takjub melihat dua orang yang di kawal apalagi mobil yang mereka naiki adalah mobil mewah yang hanya ada tiga di dunia. kemewahan keluarga siara di ceritakan sampai pelosok kampus namun gadis itu hanya acuh-acuh bae.
lamunan siara terhenti saat seorang dosen masuk" Namaku akasuna chiya aku akan mengajar bahasa belanda..."
" membosankan..."
" Siara bagunlah,"
" Apa?" Jawabnya malas tak melihat bahwa dosen berada di belakangnya, siara rasanya ingin menonjok dosen itu.
3 jam berlalu.
siara memilih menginap di hotel tapi percekcokan kembali terjadi diantara dirinya dan seorang pemuda tampan.
" Tolong siapkan kamar untuk saya" ujar mereka serentak.
" Maaf tapi kamrnya cuma tinggal satu" ucap manajer hotel dengan senyuman.
" punyaku" jawab mereka.
setelah perdebatan lama shinara memilih mengalah dan pergi dari sana itu adalah pertemuan ketiga mereka dan akan berlanjut pada pertemuan lainya.
siara sudah pulang dari rumah sakit karna tak ada hotel yang menyediakan kamar untuknya, naas nga tas nya ketinggalan ia pun berniat kembali saat membuka pintu sudah ada seorang pasien menunggu nya.
" Kenapa kau lagi!!" Siara mengambil tas nya di sisi pemuda barusan.
" Hei ! obati aku dulu..."
" Bayaran dobel!" siara mengarahkan tiga jari telunjuk nya.
" Ok.."
" Kenapa kau selalu muncul dimana-mana, tadi di hotel?" tanya siara sambil mengobati lukanya.
" mana ku tau cepatlah obati..."
" Hais..."
" Pahit" kagura menelan pil obat.
Siara kesal rambutnya mengembang" mana ada obat yang manis" triak siara frustasi.
kagura takut-takut menjawab" ada ibuku memberikan nya padaku..."
" serah!" siara mengambil pelatan medis nya dan beranjak pergi dari sana.
" Nama ku kagura ingat itu!" ucap pemuda itu membuat siara terdiam.