Mitosnya tempat wisata itu menyeramkan. Ada yang bilang banyak yang bunuh diri, ada yang di bunuh, arwah penasaran, dan yg paling aku percaya adalah mitos pohon maple ke 11.
-- -- -- -- -- -- -- --
Besok adalah tour wisata ku ke hutan pohon maple dan sekarang aku sedang memilih memakai baju apa yang cocok " bukankah dress ini bagus, tidak terlalu mencolok, dan senada dengan daun maple di tambah dengan lipstik berwarna daun maple, ahh bayangkan saja jika dia terpikat denganku " aku melihat jam dan ternyata sudah jam 11 malam, aku bergegas untuk tidur agar besok tidak telat.
Aku sedang berjalan di tengah hutan maple, di setiap pohon selalu ada angka yang menandakan itu pohon ke berapa saat pertama kali di tanam entah kenapa aku tertarik dengan pohon maple ke 11, karna udara di siang hari sangat terik aku berteduh di bawah pohon itu tapi setelah beberapa menit aku merasa ada keanehan di sekitar pohon maple ke 11 dan ternyata saat aku meneliti tempat sekitar pohon maple ke 11 di tanam ternyata...
KRING KRINGGG
Ughhh mimpi apa aku semalam mengapa aku ada di hutan maple apakah karna aku sangat bersemangat, entahlah tapi aku mempunyai firasat buruk saat pergi nanti, ahh sudah jam setengah 6 aku harus bersiap.
~Sekolah
"Athanasia Oxana" ucap seorang guru yang sedang mengabsen muridnya. "Hadir" aku menjawab dengan keras agar terdengar oleh guru yang sedang mengabsen murid murid nya. "Hey, sia apa kau tau katanya jika semua daun maple di satu pohon berwarna merah semua mitosnya daun itu karna menyerap darah" kata teman sebelahku, oh ayolah siapa yang akan menaruhkan darah mereka di pohon maple kurang kerjaan sekali.
"Benarkah?" Kataku menjawab, "ya, katanya mereka menumpahkan darah di situ agar pohon itu terlihat cantik" dia menjawab, "cantik? Maksudmu cantik itu apa? Pohonnya atau apa? " Kataku bertanya lagi, "entahlah, by the way sepertinya bajumu akan cocok jika berfoto di bawah pohon daun maple" dan seterusnya kami mengobrol yang tidak penting.
Tak terasa sudah sampai saja ke tempat tujuan. Aku dan teman ku segara turun dari bis, setelah turun kami di suruh berbaris agar tidak terpisah setelah masuk ke tempat wisatanya sang pemandu memulai ceritanya dengan asal usul, mitos fakta hutan pohon maple itu
"Di setiap tempat wisata pasti selalu ada cerita horor mengenai tempat itu entah bunuh diri, pembunuhan dan lain lain. Mungkin salah satu dari kalian ada yang percaya dan tidak ada yang percaya, tapi untuk yang ini kalian boleh mempercai boleh tidak tapi kalian harus menaati aturan di sini. Pertama tidak boleh membersihkan daun maple yang sudah gugur di bawah pohon,...."
Ahhh aku tidak suka mendengarkan ini karna ini sangat membosankan, setelah beberapa menit kemudian akhirnya si pemandu itu menyudahinya. Setalah itu kami boleh menyebar ke mana pun tapi saat jam 3 sore kami harus sudah berkumpul. Aku mencari teman sebangku ku saat di bis tapi dia tidak terlihat, jadi aku memilih untuk berjalan sendiri.
Setelah setengah jam aku beristirahat di bawah pohon maple ke 11 lalu aku bersandar di pohon itu dan memejamkan mataku, saat memejamkan mata aku merasa seperti aku sedang menyandarkan diriku ke seseorang dan "heiiii akhirnya aku menemukan mu" aku terkejut lalu segera menghadap ke belakang ku dan ternyata " apa apaan itu, apakah aku hanya berhalusinasi atau itu beneran?" Ah sial kenapa aku jadi frustasi. Lalu setelah itu aku lanjut memejamkan mataku.
"Akhhh" aku terbangun tapi saat aku terbangun aku bingung😕 bukankah ini di kamar kenapa aku bisa tiba tiba di kamar bukankah tadi aku berada di hutan maple. "Ahh sudah bangun kau ternyata" kata seseorang yang misterius itu, "si..si..siapa kau, apa yang telah kau lakukan kepadaku kenapa aku bisa di sini?" Kataku karna penasaran "heh apakah kau tidak tau apa kesalahanmu hmm?"
"A..a..apa maksudmu memang aku berbuat apa?" Aku bertanya lagi "ahh kalau begitu apakah kau mau tau apa kesalahan mu" katanya dan aku mengangguk "kalau begitu lipat lengan baju sebelah kananmu" aku bingung mengapa aku harus melipat lengan bajuku, untuk apa, apakah dia ingin mematahkan tulangku? Oh yang benar saja memang apa kesalahanmu Hinga membuatnya marah. Karna aku bergelung dengan pikiran ku sangat lama, si pria misterius itu melipat lengan baju sebelah kanan ku sampai siku.
"A...a..apa yang ingin kau lakukan?", "Tentu saja melipat lengan bajumu, kau terlalu lama memikirnya!" Lalu setelah itu dia mengeluarkan sebuah pisan yang berukuran kecil tapi panjang dan kelihatannya itu sangat tajam. "Ka...ka..kau ingin memotong tangan ku?" Kataku ketakutan "kalau boleh akanku potong tapii, sayang jika wanita secantik kau tidak mempunyai tangan jadiii...."
Srttttt
Srttttt
Srttttt
Dia menggoreskan pisaunya di tanganku dengan 11 goresan.
"Akhhh, a..a..apa yang kau lakukan, apakah kau ingin menyakiti ku hah!!", "Ini hanya ku goreskan mengapa kau sangat sensitif" lalu setelah itu dia menjilat darahku dan di bilang "lezat" oh ayolah apa dia itu vampire dan mengapa dia menjilat darahku. "Itu hukuman mu karna kau tidak meneteskan darah ke pohon itu" lalu setelah itu aku terbangun "a..a..apa yang aku lakukan tadi di mana aku?" Karna sibuk memikirkan tentang kejadian tadi aku baru ingat bahwa aku harus berkumpul saat jam 3 sore "ahh.. sial kurang 15 menit lagi bisa bisa aku tertinggal"
Sebelum meninggalkan pohon itu aku melihat ada sebuah daun yang menarik perhatianku dan entah mengapa seperti ada dorongan untuk memetiknya. Lalu setelah itu aku meninggalkan pohon itu saat aku sudah sampai di tempat yang ditentukan aku berkumpul di barisanku dan dengan tidak sengaja aku menyenggol seorang wanita tua " Nek apa kau tidak apa apa, maafkan aku aku sedang buru buru" kataku sambil membungkuk kepadanya " Hei nak, bangunlah kau tau keberuntungan sedang tidak berpihak kepadamu dan daun yang kau bawa itu akan membawa kesialannsebaik nya kau buang saja" kata wanita tua itu. Haaa apa katanya membuang? Yang benar saja daun ini dmsangat bagus jika di pajang, karna waktunya sudah tidak cukup aku bergegas untuk meninggalkan wanita tua itu.
~Di rumah
Akhhh rasanya tubuhku sangat pegal aku memutuskan untuk mandi dan memakai kaus oblong kesayanganku lalu aku teringat bahwa aku membawa daun maple, aku mengeluarkannya dari tas lalu ku letakan di atas meja samping kasurku. Dan aku mulai tertidur.
~Mimpi
"Kau harus kembali ke pohon itu, kau membuat dia menunggu, kau harus kembali ke pohon itu"entah kata siapa "ke pohon itu? Apa maksudnya, pohon maple? Memangnya kenapa" aku bertanya ke pada diriku dan tiba tiba pengelihatanku mulai menggelap dan saat aku membuka mata "di mana ini kenapa tempat ini sangat familiar" kataku bingung "Hay kita bertemu lagi, kau tau sekarang kau sudah menjadi milik ku seutuhnya. Bukankah kau menginginkannya"
"A..a..apa yang kau maksud siapa kau sebenarnya" kataku ketakutan. "Athanasia Oxana, kau apakah benar benar melupakanku, emmhhhh kalau begitu akan ku kasih tau, jadi sebenarnya aku adalah Alexander Aldebarant" katanya "a..a..apa kau mana mungkin" oh yang benar saja mengapa Alex tiba tiba menjadi seperti ini. "Kau tidak tau ya, sebenarnya saat ke hutan pohon maple tidak boleh memakai baju yang warnanya sama dengan pohon itu, terlebih baju kau sangat mirip dengan pohon ke 11 lalu saat kau ingin menduduki pohon itu kau membersihkan alasnya dulu bukan, lalu kau juga mengambil kalung untuk pasanganku nanti"
" Ka...kalung kaluang yang mana maksudmu aku hanya membawa 1 daun maple doang " saat aku berkata seperti itu Alex seperti sangat marah lalu dia menghancurkan barang barang yang ada di dalam kamarku, "Kali ini kau ku lepaskan, tapi nanti kau tidak akan lepas" setelah berkata seperti itu aku terbangun aku keringatan bahkan barang barangku juga menjadi berantakan "apalah itu mimpi atau beneran?" Tanyaku pada diri sendiri.
Karna sudah bergelut dengan pikiranku sangat lama akhirnya aku berniat untuk berangkat ke sekolah.
"Hey Naya, kemarin saat ke pohon maple aku sepertinya tidak melihat mu" kataku sambil merapihkan meja. "Pohon maple? Pohon maple apa maksudmu?" Katanya bingung. "Ehh kenpa kau menjadi pelupa bukankah kemarin kita tour sekolah ke pohon maple?" Kataku panik. "What the f... Kau mimpi apa semalam kemarin tidak ada tour sekolah, dan juga kita tidak ke pohon maple dan pohon maple itu sudah di tutup. Lagi pula siapa yang ingin ke hutan pohon maple itu bukankah hutan itu angker katanya jika mereka pergi berwisata ke tempat itu mereka akan di nikahkan oleh orang yang kau cintai tapi seseorang iy sudah meninggal" kata nya panjang dan lebar.
"Be..benarkah" kataku tambah panik. "Ya" uh sialan apakah yang di katakan dia itu benar, berarti kemarin siapa. "Oh iya nay aku ingin ke kelas sebelah dulu ya, ingin menyerahkan ini kepada Alexander" "sebentar apa maksudmu Alexander kelas sebelah? Apakah kau mulai bermimpi lagi seperti tadi" "a..a..apa maksudmu apa kau tidak kenal dengan alexander aldebarant" kataku panik dengan keringat yang mulai bermunculan. "Alexander aldebatrant? Dia itu sudah lulus tahun kemarin dan kabarnya juga dia sudah meninggal saat peristiwa penembakan tahun lalu" katanya sambil membereskan buku.
A..a..apa itu tidak mungkin aku bahkan melihatnya 2 hari yang lalu. "Nay apakah kau tau peristiwa penembakan itu ada di mana" "setahuku di hutan pohon maple maungkin dari situ terbuatnya mitos pohon maple ke 11"
Shockkkk.... Apakah itu benar, tapi itu tidak mungkin. Jika tahun lalu ada peristiwa penambakan seharusnya sekolah tidak membuat tour wisata menuju tempat itu. 'dan tempat itu juga sudah di tutup' kata kata itu terngiang ngilang di dalam pikiranku, berarti jika kemarin di tutup aku pergi dengan siapa.
~pulang sekolah
Aku menunggu bus di halte sekolah tapi saat aku ingin menunggu aku melihat bus yang kemarin membawaku ke hutan pohon maple itu karna aku masih penasaran dengan cerita Naya aku memutuskan untuk memasuki bis itu dan duduk di tempat kemarin
'kenapa semua orang di sini bermuka pucat' tiba tiba bus berhenti menandakan bahwa kita sudah sampai perasaanku saja atau memang kebetulan penrjalan ini sangat cepat.
Aku turun dari bus dan langsung memasuki hutan itu tapi saat aku memasuki hutan itu seperti ada yang berbeda dan aku ingat bahwa hutan ini tidak berwana seperti kemarin tapi berwarna merah dan yang paling menarik perhatianku adalah pohon Ke-11 mengapa pohon itu berwarna merah pekat saat ku mendekati pohon itu
"Bu..bukankah ini Alexander aldebarant me..mengapa dia seperti ini apakah ini beneran atau bohongan. I..ini menakutkan sebaiknya aku pulang" tapi saat aku ingin berbalik tiba tiba
Crashhhh
"Akhhhhhh" teriakanku menggema ke seluruh hutan.
"A..a...alexander apa yang kau la..kukan ke..kepadaku" kataku sambil menahan sakit. "Kau sudah menjadi wanitaku dan kau ingin kembali hmm" katanya sambil menusuk lebih dalam pisau panjang itu "akhhhh... Apa maksud wanitamu" apa yang sebenarnya dia maksud aku benar benar tidak mengerti dan setelah itu pandanganku berubah menjadi hitam lalu jiwaku keluar dari tubuhku aku merasa kasihan dengan diriku sendiri kenapa aku harus mati dengan cara ini.
Setelah itu jiwa Alex mendekatiku "a..apa yang kau inginkan" ujarku sambil menjauh. "Kau tau siapa yang sudah membunuhku, orang tuamu lah yang sudah membunuhku dan keluargaku lalu dia menyogok para kepolisian agar menutup hutan ini dan membiarkan mayat ini di sini sebelum aku meninggal aku sempat mengubur mayat keluargaku lalu aku meninggal di bawah pohon ini dan tidak ada yang menguburnya. Ku harap orang tuaku teneang di alam sana." Katanya "i..itu tidak mungkin. La.. lalu apa hubungannya dengan ku?" Kataku bertanya.
"Kau harus menemaniku sampai mayat ini di kubur"katanya. A..apa yang benar saja, "mengapa kau tidak menangis?" "Buat apa menagis apakah jika aku menangis aku bisa hidup lagi jikanitu bisa akan ku lakukan dari dulu" setelah itu aku mulai duduk di bawah pohon dan tiba tiba saja aku menangis.
"Hiksss, apa kau tahu sebenarnya aku tidak tau apa salah ku di sini dan mengapa kau ingin aku menemanimu tapi bukankah saat itu aku pernah mengingatkanmu. Bahwa orang tuaku akan membunuh keluargamu tapi kau tidak percaya bukan? Dan kau juga tidak tau bahwa sebenarnya aku ini anak pungut lalu.. kau bahkan tidak tau kalau aku sering di siksa entah itu fisik maupun batin. Aku tidak tau tentang info pembunuhan itu karna aku saat itu sedang di kurung selama 7 hari tanpa makan. Dan kau sekarang kau membunuhku aku ingin berterima kasih kepadamu. Aku tidak bersalah tapi aku ingin berterima kasih ke padaku jika kau ingin menghukumku atas perbuatan orang tua angkatku aku bersedia "
"Dan satu lagi aku bersedia menikahimu. Bukankah aku saat itu sudah janji kepadamu agar menikahimu." Kataku sambil menyeka air mata setelah itu Alex memeluk ku "sia aku benar benar minta maaf aku benar benar tidak tau" katanya menyesal. "Tidak apa-apa bagaimana jika sekarang kita menikah?"
Setelah itu aku dan Alex pergi ke butik baju dengan dada yang tertusuk pisau dan Alex yang tubuhnya bolong di bagian dada.
-- -- -- -- -- -- -- -- -- -- --
*Note : itu cuma karangan jangan di percaya ya hyung🙂🔫
*Jangan lupa like, kome and share ya hyungg🙂🔫