Aku punya bahan cerita tuk cerita misterimu san.. Ucap ari teman santi
Santi yang sejak tadi sibuk merapikan kertas-kertas scrip nya hanya menoleh melihat ari menyomot keripik kentang yang ia letakkan tak jauh dari meja kerjanya
Aah kamu ri.. Berapa kali kamu bawa aku ketempat sepi,berkesan mistis tapi sampai lokasi aku ga dapat feel jg ga dapat informasi dari penduduk setempat tuk hidupkan karyaku
Tapi ini beda san,rumah ini terkenal berhantu dan rumor yang terdengar siapa yang masuk ke rumah itu pasti ga da yang selamat
Tapi... Aku sih ga percaya,bisa jadikan itu cuma buat nakutin orang-orang agar tidak masuk kesana
Santi terdiam,,dia tak menjawab
Ya udah kalau kamu siap telephone aku ya.. Ucap ari sambil menenteng tas gendongnya keluar dari kamar santi
Pagi itu santi ke rumah trisna tunangannya di perjalanan dia melihat sosok anak laki-laki pucat hanya bercelana pendek di sudut pintu rumah trisna
Ia menghentikan motornya mencoba mendekati tapi ia hilang
Dengan mimik wajah kebingungan dia pun menekan bel rumah kontrakan trisna sang jurnalist
Tris ko tadi ada anak kecil di luar pintu?
Masa aku juga baru masuk tapi aku tak melihat nya
Santi menaruh motor nya di garasi
De,lihat rumor rumah ini,didaerah dekat kantormu
Owh... ! Ini juga yang di omongin ari mas
Mau ga aku antar kesana
Boleh... Boleh... Ucap santi kegirangan
Nanti aku libur aku dirumah nunggu kamu pulang ya
Ok sayang...ucap trisna sambil menyentuh hidung tunangannya itu
Setelah itu,ari pun mengirim pesan, san jadi ga ke rumah hantu itu..?
Ok nanti bareng trisna,tunggu dia pulang kerja sekitar jam lima sore
Siip aku dan adik sepupuku. Ikut
Ya..
Begitulah percakapan mereka
Trisna pulang menjelang maghrib
Mereka membawa senter dan pencongkel pintu
Ari membawa kamera dan handycam
Di ujung jalan setelah pasar malam rumah kosong peninggalan jepang itu berada
Dari pagar mereka merasakan hawa yang berbeda
Aura yang menakutkan
Santi yang bisa melihat dunia lain itu mundur selangkah dan dia mulai mual trisna mengoleskan minyak angin yang sudah disiapkannya
Ri.. kali ini tempat yang tepat tapi aku ga tau penunggunya ramah atau tidak dengan kedatangan kita
Kamu lihat jendela disana gelapkan?tapi dimataku disana terang
Mba pulang aja yu.. Ucap sri sepupu ari
Gimna san,tanya trisna
Ok kita pulang,besok siang kita datang lagi mungkin kita lebih aman
Sehabis santi berucap itu BRAAKkk..!! Ada suara pintu yang seakan didorong paksa
Mereka pun terkejut bersamaan
Santi melihat sosok anak kecil itu lagi di pintu jendela
Trisna menarik tangan santi tuk masuk ke mobil,ari dan sri sudah dari tadi masuk menunggu mereka
Setiba dirumah santi mulai menulis apa yang ia rasakan diluar rumah itu tadi ada banyak ide yang keluar dengan sendirinya
Hingga ia tak sabar tuk mengetahui isi rumah itu bagaimana
Setelah makan siang mereka datang lagi dan kali ini mereka benar-benar memasuki rumah
Suasana disana biasa saja namun,setelah santi mencoba naik ke kamar yang ia curigakan kaki ari,sri dan trisna seolah terpaku tak bisa bergerak
Dan santi memasuki kamar itu sendirian,dia menggeser pintu ala buatan jepang itu disana ada tali berlumur darah dan pecutan kuda yang patah
Santi makin masuk dia melihat sebujur mayat anak.kecil yang sekitar usia 1-2 tahunan tangan dan kakinya terikat dan mulutnya di masukkan botol pecah
Santi menjerit dan lari...
Saat dia turun dari ruangan itu anak itu ada dibawah juga memegang kaki trisna,sri,dan ari
Lariii ...teriak santi
Lepas..lepas...santi menepis tangan anak kecil yang mulutnya hancur itu
Akhirnya mereka terlepas,dan trisna tersandung sebuah buku diary buku itu dia bawa pulang sambil meninggalkan tempat itu
Sri ketakutan hingga menggigil dia seakan gila hingga histeris dia berteriak teriak sambil berlari kejalanan
Dan entah dari mana asal sebuah mobil menyeret tubuh sri hingga beberapa meter
Lalu terlempar hingga kepalanya retak dan mati di tempat
Ari shock melihat mayat sri menggelepar dijalan dia pingsan dan santi pun lemas trisna mencoba tenangkan diri dan memanggil ambulance datang
Tubuh sri dan ari dibawa ke Rumah sakit saat ari sadar sri sudah tiada
Dia hanya menangis tak bersuara
Sepeninggal sri, ari berusaha bersikap biasa datang kerumah kakaknya yang sudah menikah
Dan kebetulan mereka membicarakan tentang rumah hantu itu ari gemetaran dan ijin ingin mandi
Saat dia sedang menyikat gigi ada sosok tangan seorang anak kecil menarik mulutnya kebawah hingga bibir dan dagunya terlepas dari wajahnya
Darah segar mengalir hingga keluar pintu
Saat kakaknya mendengar gaduh dia melihat darah itu ia mencoba beranikan diri membuka pintu
Yang ia dapati potongan daging mulut dan dagu ari dilantai
Lalu dimana tubuh ari??
Sementara itu... Santi sedang menaiki kereta dia melihat sosok ari dan sri disana
Karena jenazah sri juga hilang dari rumah sakit
Santi mencoba mengejar bayangan ari dan sri dan saat mereka menoleh wajah mereka berwujud menakutkan
Sri yang kepalanya bocor dan matanya jatuh pas dikaki santi
Aaaaa.. Santi menjerit saat melihat ari tanpa mulut dan darahnya terus menetes
Semua penumpang menatapnya kebingungan saat dia keluar dari kereta
Dia sudah didalam rumah itu
Ya rumah hantu itu..
Sementara itu trisna dirumah tanpa tau santi terperangkap didalam rumah hantu itu dia membaca buku diary yang dia ambil dari rumah itu
Disana tertulis seorang wanita yang sangat menginginkan seorang anak karena berulang kali keguguran hingga dokter menyatakan dia mandul
Wanita itu menulis juga dia menemukan sebungkus plastik hitam di belakang kebun tempat dia biasa merenung
Dia buka plastik itu ada seorang bayi seperti prematur kulitnya membiru tapi saat dia meraba tangan bayi itu ada getar lemah dia bergegas membawa pulang bungkusan itu
Ia langsung ke rumah sakit bayi itu terselamatkan dan hidup karena ia takut suaminya menceraikannya maka dia bilang anak itu anaknya
Saat sedang serius membaca mulut trisna di putar 180 derajat kebelakang oleh tangan anak kecil
Papa panggil anak itu...
Dan leher trisnapun patah dan mati...
Didalam rumah hantu itu santi tersadar dikamar tempat melihat sosok anak itu
Dia melihat saat seorang wanita yang dipecuti seorang lelaki yang menuduhnya selingkuh
Karena DNA nya dan putra itu membuktikan anak itu bukan anaknya
Dia anak yang ku temukan di kebun sebuah taman karena aku tak mau kau sedih karena tak punya keturunan
Alasan lihat kain ini bukan milikku ucap wanita itu membela diri
Santi terkejut dia mengenali kain syal itu pemberian trisna
Bagaimana aku lupa kejadian 2tahun lalu itu..santi menatap anak 1 tahun itu dia menjerit saat melihat ibu angkatnya di pecut lalu dilempar dari lantai 2 hingga mati
Dan Ayah angkatnya mengejar anak itu, mengikat tangan dan kakinya
Entah setan apa yang masuk dalam laki-laki itu dia memecut dan menyundut tubuh anak itu dengan rokok sambil ditangannya memegang botol bir
Santi menjerit menangis berteriak
jangan...jangan...
Karena anak itu menangis laki-laki naik pitam memecahkan botol itu dan memasukkannya kemulut anak itu agar diam
Santi pingsan
(Kamu tahu...)
Saat dia sadar seolah mimpi karena terdengar suara canda sri,ari dan trisna di ruang makan namun setelah keluar
Mereka dalam keadaan mengerikan sama seperti saat mereka mati menyapanya
Santi kamu sudah bangun..
Anak kita sudah lapar..
Dan anak itu berdiri di sampingnya memanggil dengan sebutan
MA AKU KEMBALI!!!...