"Alesiaaaa~" teriak seorang wanita yang sedang mencari seorang anak kecil.
"Alesia sayang.. ~,kamu dimana?,mamah capek nih nyariin kamu.. "
Ternyata ibu alesia yang sedang mencari keberadaan anaknya itu,sementara ibu alesia sibuk mencari keberadaannya,suara alesia terdengar sedang berbicara dengan seseorang didalam lemari dikamarnya.
"Syuttt~..Darel kamu diam disini dulu ya, aku mau turun dulu mamah nyariin aku,nanti kita main lagi yaa" sambil tersenyum
Alesia keluar dari lemari,dalam perjalanan turun alesia masih mendengar suara ibunya yang masih memanggil namanya berkali-kali dari ruang tamu,Alesia mempercepat langkahnya menuruni tangga kamarnya.
"iya,mah..!" Alesia berlari kearah ibunya yang masih berdiri
"Alesia.. Kamu habis dari mana sih?katanya mau main diruang tamu tapi tadi mamah cariin kok ngak ada?,mamah cape nyariin kamu tadi" sambil membelai rambut hitam alesia yang panjang.
"Hehehe.. Aku habis main dikamar sama Darel mah.." Jawab alesia polos.
"ouwhh.., tapi kenapa temannya enggak dibawa turun?,Sini bawa Darelnya ikut makan." sambil tersenyum
"eamm...Darel enggak mau makan mah, dia lagi nunggu aku didalam lemari,tadi dia baik kok mah, dia enggak macam-macam,tadi kami habis main petak umpet" jawab alesia sambil tersenyum
Tapi ibu alesia sedikit merasa binggung dan aneh karena cerita alesia,padahal ibunya tidak pernah mendengar kalau alesia memiliki teman yang sudah mampir kerumah mereka,tanpa sepengetahuannya
"ouwhh.. Ya udah panggil Darelnya kesini mamah mau liat teman baru kamu Sayang.. " sambil tersenyum
"Iya, Mah!!" jawab alesia riang,lalu kembali berlari menaiki tangga menuju kekamarnya
Ibu alesia belum pernah melihat alesia seriang ini sebelumnya setelah menempati rumah baru ini 2 hari yang lalu, alesia tampak murung tapi sekarang tampak begitu bahagia,tapi ibu alesia juga penasaran tentang teman baru alesia,sambil menunggu alesia turun ibunya duduk disofa ruang tamu, tapi tak lama alesia turun sendirian.
"Mamah..~" sapa alesia
"iya,sayang~,loh.. Katanya mau tunjukin teman kamu,kemana dia?"sambil mencari-cari
"Lohh.. Mah ini Darel lagi megang tanggan aku" alesia berbicara serius
Alesia berbicara sambil mengenggam seuatu yang tidak bisa ibunya lihat,seketika wajah ibu alesia berubah menjadi terkejut sekaligus takut,karena Darel yang selama ini menjadi teman Alesia bukanlah manusia.
Lalu ibu alesia memberanikan diri mendatangi alesia yang masih berdiri didekat tangga
"Alesia Sayang sini dulu Nak,mamah mau ngomong sesuatu sama kamu.." sambil menarik tangan alesia menjauh dari tempatnya berdiri,lalu alesia yang binggung bertanya
"Kenapa mah??" wajah alesia terlihat sanggat binggung
"Sayang.. ~,ginih kamu jangan berteman sama Darel lagi ya" melihat alesia dengan rasa cemas dan takut
"loh.. Kenapa mah?,Darel enggak nakal kok,dia juga baik sama aku" jawab alesia tegas
"Tapi sayang,Darel itu enggak nyata!,mamah mau kamu berteman sama orang lain aja ya,kan masih banyak teman disekolah kamu nanti dan pastinya nyata.."
Alesia menatap wajah ibunya dengan sedikit marah
"DAREL NYATA MAHH!!,mamah ngak boleh ngomong sembarangan,aku sayang sama Darel, aku enggak mau teman baru!!" jawab alesia nyaring
"ALESIA!!!,mamah enggak mau tau pokoknya sekarang kamu usir Darel,mamah enggak mau ada Darel disini!!" jawab ibu alesia yang marah dan meninggikan suaranya kepada alesia
Alesia hanya bisa terpaku inggin menangis,dia belum pernah melihat ibunya semarah itu kepadanya,Alesia mulai menangis
"IBU JAHAT!!!!" teriak alesia nyaring,lalu bergegas lari menuju kamarnya
"ALESIA!" teriak ibunya sambil berlari mengejar alesia kekamarnya
Tapi alesia mengunci pintu kamarnya,lalu mamasuki lemari pakaiannya dan menangis keras, diluar kamar ibunya memanggil-manggil alesia,berusaha membujuknya
"Alesiaa sayang~,buka pintunya jangan begini dong" sambil mengetuk pintu kamar alesia
Tapi alesia tidak mau keluar ataupun membuka pintu,karena dia tidak percaya kalau ibunya berusaha mengusir teman baiknya itu,tidak beberapa lama terdengar suara seorang laki-laki diluar kamarnya,meminta dia untuk keluar ya itu suara ayah alesia yang juga berusaha membujuknya,Alesia tidak inggin mendengar kata-kata orang tuanya yang berusaha membujuknya untuk keluar
Lalu ayahnya yang penasaran bertanya
"memangnya alesia kenapa mah..?kok sampai kayak gini?" ayah alesia yang baru saja pulang dari kebun sore itu tiba-tiba saja langsung mendapati putrinya mengunci diri dan menangis.
"Gini pah.. "
Ibu alesia menceritakan semuanya tentang teman baru alesia yang bukanlah manusia,setelah mendengar itu ayah alesia hanya mengeleng-gelangkan kepalanya,lalu membawa istrinya untuk membiarkan alesia untuk sendirian dulu dan menenagkan diri,sambil terlihat khawatir ibu alesia akhirnya mendengarkan apa yang dikatakan suaminya untuk membiarkan alesia tenang dulu,mereka turun dari kamar alesia,sedangkan alesia yang sedari tadi masih menangis menundukan kepalanya dan menutup dirinya kelutut.
Tiba-tiba seoarang anak kecil mengelus kepala alesia,alesia perlahan menaikkan kepalanya dan melihat kalau yang mengelus kepalanya adalah Darel
"Alesia..~,sudahlah jangan menangis lagi,ibumu bukannya tidak percaya tapi dia memang tidak bisa melihatku,inggatlah ini aku penjagamu serta temanmu kapanpun kamu butuh aku,aku akan selalu ada untukmu dan aku akan tetap sama untukmu"sambil tersenyum lalu mengecup kening alesia,tangan dingin Darel perlahan menghapus air mata Alesia
Alesia tertidur didalam lemari bersama Darel yang masih menemaninya hingga pagi,perlahan alesia membuka matanya dan bangun dari tidurnya lalu melangkah keluar dari dalam lemari,alesia berjalan menuju kamar mandi bermaksud untuk mandi,setelah selesai mandi alesia keluar dari kamar mandi dan duduk didepan cermin kamarnya sambil bercermin tidak ada yang aneh sampai tiba-tiba saja dia merasakan hembusan angin dingin yang cukup keras dan juga bukan hanya itu saja alesia menatap cermin dan melihat mata kananya berubah biru tapi mata kirinya masih tetap cokelat,tentu saja alesia sangat terkejut tapi bukan karena itu saja dia lebih terkejut ketika melihat seorang wanita berdiri dibelakangnya menyentuh pundaknya,tentu saja itu bukan ibunya.
Wanita itu tiba-tiba mendekatkan dirinya kedekat alesia sambil berbicara
"Alesia matamu dan jiwamu itu sangat berharga,jadi aku sangat menginginkannya saat dirimu sudah dewasa berikan milikmu jika tidak aku akan merebutnya paksa!!" bisik wanita itu ditelinga alesia yang hanya bisa terpaku sekaligus takut
"Darell.. Tolong akuu~" pikir alesia didalam hati,sambil meneteskan air mata karean takut,melihat hal itu lalu wanita itu tertawa sangat keras,suaranya mendatangkan kesedihan,suara tangisan dimana-mana,alesia terjatuh sambil menahan telinganya agar tidak mendengar suara yang memekakkan telinga itu,suara itu makin keras alesia meringkuk dilantai pandangannya mulai kabur saat matanya mulai inggin tertutup dia sekilas melihat Darel datang dan berusaha melawan wanita itu tapi Darel berubah menjadi lelaki dewasa yang membawa rantai,setelah itu pandangan alesia menjadi gelap dan menutup matanya..
"D.. A.. REl~"
Tiba-tiba mata alesia terbuka cepat lalu kembali duduk diatas ranjang kamarnya dia menatap disebelahnya ada Darel yang memandangnya
"Bagaimana?,apakah kamu melihat wajah wanita itu?" kata darel kepada alesia
"aku tidak melihat wajahnya Darel sepertinya aku gagal lagi,tapi kenapa wanita itu datang dimasa kecilku dulu?" Tanya alesia kepada Darel
Darel lalu berdiri dan berkata
"Sudahlah,jangan memaksakan dirimu lagi,kamu sudah gagal berkali-kali." Jawab Darel tegas dan dingin
"Kamu dingin sekali menjawabku Darel"
Ketus alesia sambil cemberut,tapi darel hanya diam kemudian keluar dari kamar alesia tanpa menunggu alesia berjalan keluar
"Huhhh~,dasar anak sombong" yang sudah mulai turun dari tempat tidur lamannya lalu berjalan keluar dari rumah lamanya itu,rumah itu sudah tidak terawat karena alesia sudah tidak tinggal disitu lagi
"Darel..tunggu akuu.." alesia berlari mengejar Darel.
Walaupun Alesia yang telah dewasa dan berumur 21 tahun masih saja bersikap sedikit kekanak-kanakkan,jauh berbeda dari Darel yang bersikap lebih dewasa walau dalam tubuh seorang anak kecil
...