Cinta sebuah kata yang sederhana tapi sangat susah diartikan. Terkadang manis yang menghampiri terkadang pahit yang menyapa,yah kita memang memerlukan semua untuk jadi lebih baik. Aku jadi ingat saat masa putih abu-abu ku itu dimana cinta,persahabatan,dan perselisihan terjadi dan saling melengkapi cerita yang penuh kenangan itu.
Perkenalkan nama ku Fani Nur Fatimah, ini cerita tentang aku,sahabatku Amelia dan cinta pertamaku Yoga.
"Fani!" terdengar teriakan dari belakang
"hah hah hah,ngapain lo ninggalin aku hah!" tanya Amel dengan tersengah"
"Heheheh,maaf Mel habis lo lama banget sih." jawabku dengan tersenyum
"Yaelah, yok cepet ke sekolah ntar telat." Kami pun segera menuju sekolah.Bruak!
"Eh,maaf maaf aku nggak sengaja." ucap pria itu dengan suara lembut sambil tersenyum.
Aku pun tersipu melihat pria itu benar-benar ramah,baik,dan dermawan dirinya. Tak dapat memalingkan pandanganku darinya. Aku sempat berpikir apa ini yang namanya Cinta Pandangan Pertama.
"Ya gapapa kok lain kali hati-hati klok jalan, Fani ayok ke kelas." ujar Amel.
Tet tet tet! Bel pelajaran sudah dimulai. Saat guru masuk ke kelas dan dia bertanya kepadaku.
" Fani kamu mikirin apa!" tanya guru kepadaku dan aku berkata.
"tidak ada bu." jawabku dengan gugup
Bel istirahat pun tiba dan aku pun ketemu dia lagi! dia bilang kebetulan banget kita ketemu disini, oh iya klok boleh kita kenalan katanya dan aku berkenalan dan ternyata namanya Prayoga sering dipanggil Yoga. Saat itu entah kenapa waktu terasa berhenti dan aku merasa berdebar-debar walaupun aku sempet tak menyangka akan bertemu lagi dengannya.
"Apa aku boleh duduk disebelah mu?" tanya Yoga
aku jawab dengan senang hati dan entah kenapa dia memilih duduk disebelah sahabatku Amel. Aku sangat sedih melihatnya tapi aku tidak bisa memperlihatkan kesedihan yang ada di wajahku entah kenapa aku merasa sangat sedih. Waktu pun berlalu, Aku Amel dan Yoga menghabiskan waktu bersama dengan candaan.
Hari demi hari berlalu,perasaanku kian bertambah pada Yoga namun aku nggak berani mengungkapkan perasaanku,hingga hari itu tiba
"Fan, lo pernah gak ngerasa jatuh cinta?" tanya Amel yang duduk bersantai dengan ku dibangku.
" Eh? Enggak,emang kenapa" jawab ku terkejut dan sedikit bingung.
Amel pun mengatakan hal yang membuatku kaget nggak ketulungan.
"Kayak nya aku jatuh cinta sama Yoga," Mendengar hal itu aku menjadi tambah takut untuk mengungkapkan perasaanku karena aku nggak mau persahabatanku hancur gara" seorang cwok.
Hari dimana Amel mengatakan perasaannya kepada Yoga tiba,namun Yoga hanya berdiam diri dan aku gak tau apa alasannya. Tapi mendengar hal itu aku sangat senang karena ada kesempatan untuk mendapatkan Yoga namun aku juga merasa kasihan pada Amel. Amel pun mengajakku untuk menjauhi Yoga. Aku sempat terkejut dan ingin menolak tapi apa boleh buat,aku menerimanya karena aku gak mau sahabat terbaikku memusuhiku. Seminggu pun berlalu,Yoga tanya kenapa Aku dan Amel menjauhinya. Dan aku memberitahu hal yang sebenarnya namun tidak aku sangka ia merasa bersalah.
"Tau tidak? Aku berdiam diri karena aku sudah jatuh cinta pada seseorang,karena aku yakin dia juga mencintaiku makanya aku hanya diam saja". ucap Yoga sedih sambil menundukkan kepalanya.
Aku kaget dan merasa tertusuk mendengar pengakuan Yoga tentang perasaannya,namun tak lama kemudian Yoga melanjutkan ucapannya. Entah dia bergumam atau sengaja tapi aku mendengar jelas kata"nya saat itu.
" Kalau aku tau berdiam diri membuatku jauh dari dia,lebih baik saat itu aku bilang yang sebenarnya." Saat aku mendengarkanya aku sangat terkejut sambil memandanginya.
"Jadi orang yang ia maksud adalah aku?" tanga ku dalam hati
Tanpa berpikir panjang aku pun mengungkapkan perasaanku padanya dan tak disangka dia juga mengungkapkan perasaanga padaku. Namun aku dengan nya berpacaran secara diam" agar aku tidak bermusuhan dengan amel. Tapi sayang, setelah beberapa hari berlalu ada yang memberitahu Amel bahwa aku dan Yoga berpacaran. Amel pun merasa ditikung dan ia bergegas mencariku untuk mengetahui kebenaranya. Tanla sengaja Amel melihat Aku dan Yoga dikebun, ia pun segera berlari dan memarahiku dengan keras
" Dasar pembohong,lo menghianati sahabat lo sendiri! lo bilang akan membantuku tapi lo menusuk gua dari belakang?! Dasar penghianat!" Amel pun pergi meninggalkan Aku dan Yoga. Aku bangun dan segera pergi
Beberapa hari pun berlalu sifat Amel masih saja dingin padaku dan karena itu aku juga mulai menjaga jarak dengan Yoga. Yoga yang merasa bersalah memberanikan diri menghampiri Amel karena ia tidak bisa melihat mereka bermusuhan.
"Amel,tunggu!" teriak Yoga menghampiri Amel
"Ada apa? Apa lo dan pacar lo itu blom puas merusak masa SMA gua lagi hah?!" teriak Amel keras
" Mel aku mohon maafkan Fani, dia tidak salah apapun". Pinta Yoga dengan lembut
" Apa kata lo? sudah jelas-jelas dia menghianati gua dan lo bilang dia gak salah apapun?!" jawab Amel dengan membentak
Yoga yang makin merasa bersalah dan dengan rasa bersalah nya ia berkata.
"Gua mintak maaf ini semua karena gua kalian jadi bermusuhan. Tapi ingatlah Mel, Fani sudah berusaha membantu lo dan dia melakukan nya dengan tulus. Tapi maaf aku sudah terlanjut mencintai dia" jawab Yoga sambil mengangis pilu karena sudab tidak kuat melihat orang yang dia sayang terpuruk krena nya dan dia nyambung kata nya kembali.
" Jika kehadiran gua membuat kalian bermusuhan, maka aku tidak keberatan untuk pergi dan menjauh dari kalian. Tapi berjanjilah kaliam harus berbaikkan lagi." Walaupun dia menangis ia masih bisa tersenyum walau masih ada rasa bersalah dalam hatinya. Amel yang tadi tak kuat mendengar kebenarannya dan kepedihannga akhirnya dia pun ikut menangis pilu.
" Aku juga mintak maaf,karena keegoisanku kamu menjadi seperti ini
" Aku juga salah telah memusuhimu karena hal sepele,maafkan aku." jawab Amel sambil mengusap air mata nya.
Karena kejujuran Yoga, aku dan Amel bisa berteman kembali dan tak lama setelah itu Amel mendapatkan Cinta barunya dan ia mulai bisa menghapuskan rasa cintanya pada Yoga. Kami pun menjalani hari bersama lagi. Beberapa tahun pun berlalu aku dan Yoga pun berpisah setelah kelulusan. Yah, seperti itulah perjalanan cintaku dengan Yoga walau tak selamanya mulus tapi aku berhasil melewatinya,walaupun badai menerjang namun itu bukan masalah karena kami percaya satu sama lain.