Mungkin dunia memang menolak mu tapi aku selalu ada saat kau rapuh.
****
Remang cahaya malam menyusuri jalanan setapak itu .Menjadi lentera untuk seorang gadis melewati jalan dengan mudah. Lampu teras sudah terlihat di ujung sana seakan menyambut kepulangan gadis itu sepulang kerja.
Gadis itu tampak ceria walau dalam keadaan lelah ,langkahnya terhenti ketika ia melihat seorang pria bersimbah darah duduk menunduk di tangga teras .
"Aaaahhhh...... Siapa kau ? " tanya Viola panik melihat pria itu.
"Bantu aku " pinta pria sembari menekan luka diperutnya.
Viola yang melihat luka pria itu mengurungkan niatnya untuk menelfon polisi. Ia memapahnya masuk kedalam rumah untuk diobati.
" Sebenarnya kau itu siapa?" tanya Viola.
Pria itu hanya menanggapi pertanyaan Viola dengan sorot mata tajam.
" Namaku Adelard dan aku adalah kekasih mu "
" Omong kosong apa ini bahkan aku tak mengenalmu "
Adelard berjalan mendekat kearah Viola ,mengambil rambut Viola dan menciumnya.
" Jangan sentuh aku" kata Viola dengan ketakutan .
" Aku akan memberimu waktu untuk dapat menerimaku" Dan seketika sosoknya hilang dihadapan Viola .
Semua itu bagai mimpi buruk yang terjadi pada Viola lelaki asing yang terluka dan menghilang setelah mengaku sebagai kekasihnya. Semenjak saat itu bayangan laki laki yang bernama Adelard selalu mengusik pikirannya . Dan tanpa diketahuinya setiap malam sepasang mata mengawasinya di balik gelapnya malam .
" Kau adalah ratuku" Ucapnya .
Sebulan kemudian seperti biasa Viola pulang bekerja dengan berjalan kaki ketika di tengah perjalanan ia berpapasan dengan sekelompok preman . Entah kenapa firasat buruk menghampiri nya . Ia mempercepat langkahnya . Sedangkan preman preman itu ternyata mengikutinya . Ia lari sekuat tenaga namun mereka semakin mendekat.
" Ka....kalian mau apa pergi !!! jangan mendekat"
" Hahaha... kau hanyalah gadis kecil yang sebentar lagi akan benjadi mainan kami" Kata salah seorang preman itu.
"Tolong...... Tolong" Teriak viola yang ketakutan.
Dan Hap.....
Sekarang Viola sudah berada di bahu pria kekar bertato itu . Ia terus meronta ingin melepaskan diri namun apa daya tenaganya tak sebanding dengan pria itu.
Seklebat bayangan menyambar tubuh Viola dari preman itu . Dalam keterkejutan nya Viola dapat merasakan nafas sosok itu.
" Ka.... kau bukannya pria itu" tanya Viola pada sosok itu yang tak lain adalah Adelard. pelukannya itu memberikan rasa aman dan nyaman yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.
" Kau rupanya masih ingat aku my Queen" kekeh Adelard.
Sekarang pandangan Adelard tertuju pada preman preman itu , Hawa pembunuh yang bercampur amarah terpampang jelas pada sorot matanya.
" Mati saja kalian" Sayap adelard mengepak merobohkan mereka dengan keadaan bersimbah darah seakan mereka diterjang puluhan pisau. Sedangkan Viola tentu saja ketakutan .
" Apakah aku menakutimu my Queen" tanya Adelard yang melihat wajah pucat Viola.
" Kau kenapa kau punya sayap dan kau telah membunuh mereka dasar iblis lepaskan aku" tangan Viola memukul keras dada Adelard.
"Jangan takut my Quen aku tak akan membunuhmu"
" Bohong pasti kau akan membunuhku dan jangan panggil aku dengan sebutan itu aku adalah Viola, Viola!!!" teriak Viola .
" Aku sudah cukup sabar menghadapimu tp sekarang kesabaranku sudah habis"
Adelard membawa Viola terbang dan sampai pada tempat yang dipenuhi rimbun dedaunan saat
Adelard membuka rimbunan daun itu tiba tiba mereka sampai ditempat yang sangat aneh . Ruangan megah yang dipenuhi bunga di sudut sudutnya .
" Pelayan bawa dia untuk bersiap" titah Adelard yang segera di iyakan para pelayan itu.
"Mau apa kau aku tidak mau "
Pelayan pelayan itu sungguh tidak mendengarkan penolakan Viola . Beberapa saat kemudian Viola siap dengan baju pengantin yang nampak cantik ditubuhnya.
" Sebenarnya kau siapa dan kenapa kau membuatku mengenakan pakaian ini"
" Kau adalah ratuku ,permaisuriku dan cintaku yang akan segera ku nikahi " jawab Adelard .
" Tidak aku tidak mau menikah dengan monster sepertimu"
"Kau tak bisa menolaknya dan aku bukanlah monster aku seorang polyp . Kau sepertinya sudah kehilangan memorimu dulu Sarah "
Seketika kepala Viola terasa sakit ingatan ingatan buram muncul . Dan teriakan seseorang membuat Viola seperti terbanting.
" Aaaaaa ....tidak pergi kalian " teriak Viola ketakutan
" Kau tidak papa kan" Adelard sangat khawatir seharusnya ia tidak memaksa Viola untuk mengingat nya.
" Tidak aku tidak akan jatuh kelubang yang sama Adelard sebaiknya kau patuhlah pada ayah mu sang Maha Agung . Aku hanyalah manusia dari rakyat jelata bukan seorang bangsawan yang terhormat aku tak sebanding dengan bangsamu" Viola tak lagi bisa membendung tangisnya . Ia sudah ingat bagaimana ia dibakar hidup hidup dihadapan semua orang. Sedangkan Adelard hanya bisa berteriak di dalam penjara mantra ayahnya.
" Tidak ada yang mengerti cinta kita . Sekarang aku adalah Viola bukan lagi Sarah si bodoh itu "
Lanjut Viola dengan mata berlinang
" Apa kau sudah tak mencitai ku lagi ?"
" Bukan hanya saja bukankah cinta tak harus memiliki ?"
" Beri aku kesempatan asalkan kau bersamaku aku akan selalu melindungimu kau adalah kekuatanku"
Viola sungguh tidak bisa menahan rasa rindunya dipeluk erat Adelard . Ia putuskan untuk menerimanya dan melewati rintangan bersama . Sekarang ia adalah seorang Ratu yang dihormati oleh bangsa Adelard walau ia seorang manusia biasa . Karna memang cinta tidak memandang rupa. Tidak butuh derajat dan kekuasaan dalam cinta......