𖣘Sedikit info𖣘
Kembar Siam adalah kondisi dimana fisik bayi berdempetan antara satu sama lain. Biasanya terjadi di dada, organ tubuh, atau pantat.
༆༄༄༄༄༄༄
Dahulu kala hiduplah sepasang suami istri yang tinggal di sebuah perkampungan. Hidup mereka serba kecukupan. Tapi itu tidak membuatnya bahagia karena setelah usia pernikahannya ke 5 tahun ia tak lantas memiliki seorang keturunan. Bagi sebuah keluarga anak adalah harta yang paling penting untuk mereka. Toh nanti kalau anak itu sudah besar dia bisa merawat orang tuanya.
Berbagai cara sang suami lakukan untuk mendapatkan keturunan. Mulai dari meminta doa dari para Kiai sampai pergi ke rumah sakit besar. Namun usahanya tak membuahkan sebuah hasil. Karena sang suami begitu tertekan dan putus asa sang istri membujuknya untuk menunaikan shalat.
"Ayah, Ayok shalat. Nanti waktunya keburu habis". Ucap sang istri sambil menepuk pundak suaminya.
Sang suami hanya menggeleng "Untuk apa shalat? Toh aku kalau ingin minta sesuatu gak pernah dikasih".
Dengan wajah sendu sang istri berkata "Astaghfirullah ayah. Jangan bicara kayak gitu. Allah bakal ngasih kalau kita bersungguh-sungguh untuk meraihnya".
"Ayah harus khusyuk untuk meminta sesuatu dari Allah dan melakukan kebaikan kalau ingin doa ayah terkabul". Mendengar ucapan dari istrinya itu diapun pergi meninggalkan rumah untuk mencari angin malam.
Ditengah kekacauan dalam hatinya, terbesit suatu pemikiran yaitu pergi ke dukun. Di desa ini banyak rumor yang beredar bahwa Mbah Suro bisa mewujudkan semua permintaan seseorang tanpa kecuali. Dia penasaran dan bergegas untuk pergi ke rumah dukun itu. Terlihat bangunan kuno yang suram. Suara jangkrik dan katak bersautan membuat kesan horror yang sesungguhnya. setelah berjalan 7 langkah dari pagar tercium aroma dupa yang menyengat.
"Tulung mlebu. Aja ngadeg ing njaba". [Silahkan masuk. Jangan berdiri di luar]
"Mbah Suro, Aku mau minta tolong. aku pengen punya anak. Sudah 5 tahun saya menikah tapi tidak diberikan keturunan. Kalau Mbah bisa mengabulkan permintaan ku. Aku akan membayar Mbah suro dengan mahal". Ucapannya yang membuat Mbah Suro tertawa.
"Ing jagad iki ora ana sing ora bisa diwenehake Mbah Suro. Sampeyan yakin? amarga ana sebab lan akibat sing bakal sampeyan wenehake lan getun" [Di dunia ini tidak ada yang tidak bisa dikabulkan Mbah Suro. Kamu yakin? Karena ada sebab dan akibat yang akan kamu terima dan menyesal]
"Saya yakin Mbah. Bagaimana dengan persyaratannya?".
"Sampeyan mung kudu nggedhekake bayi sanajan isih urip utawa sehat". [Kamu hanya perlu menumbalkan bayi meskipun hidup atau mati]
"Hanya itu persyaratannya? Ini uang untuk Mbah Suro". Sambil memberikan uang
"Syarate mung kaya ngono. Yen garwane meteng sampeyan bisa mbayar". [Syaratnya cuma itu. Saat istrimu hamil kamu bisa membayarnya]
1 Minggu berlalu tapi sang suami tidak bisa menemukan bayi yang baru lahir. Hingga keesokan harinya ada panggilan dari seorang teman lama yang menyuruh dia untuk mengubur jenazah bayi. Dengan senang hati dia menerima permintaan itu. Sebenarnya dia tidak mengubur bayi itu, Dia mengambil bangkai ayam hitam untuk ditukar dengan bayi itu lalu menguburnya.
Malam pun tiba dia pergi ke rumah Mbah Suro dengan membawa mayat bayi. Di depan rumah Mbah Suro terlihat banyak anak yang bermain. Tapi yang anehnya semua anak itu memiliki cacat pada tubuhnya. Anak yang berada di ayunan itu tidak mempunyai kedua tangan. Anak yang bermain di lantai tidak memiliki sepasang kaki. Ada juga anak yang tidak memiliki mata.
"Ayo mlebu". [Ayo kedalam]
" Mbah siapa anak-anak itu? kemarin gak ada". Ucapnya penasaran.
"Pranyata sampeyan teka ing kene. Ayo miwiti ritual ". [Ternyata kamu datang kesini. Ayo lakukan ritualnya]. Ucap Mbah Suro mengalihkan topik.
Mbak Sura membawa dupa dan sesajen diatas meja tak lupa dengan sang bayi. Mbah Suro berkomat-kamit melafalkan mantra.
"Saiki mung ana siji ritual. Sampeyan kudu mangan sepuluh awake bayi". [Sekarang tinggal satu ritual. Kamu harus memakan tubuh sang bayi]. Mendengar apa yang diucapkan Mbah suro diapun terkejut. Ingin rasanya dia menolak tapi jika itu terjadi maka dia akan terima musibah/kematian. Dengan berat hati dia semaka semua tubuh sih bayi yang hanya meninggalkan organ dalam.
"Saiki sampeyan bisa mulih. mari seminggu sampeyan bakal nggawa dhuwit menyang kene". [Sekarang kamu bidah pulang. Setelah satu minggu kamu bawah uang kesini].
Benar saja setelah 1 Minggu istrinya hamil. Sesuai ucapan Mbah Suro dia membayar dengan banyak uang. Kesenangan menyelimuti keluarga ini. Tapi itu tak bertahan lama karena anak yang sudah lahir ternyata kembar Siam. Sang suami pun marah.
"Kenapa anak iblis ini lahir? Aku ingin anak yang cantik".
"Ini adalah karunia Allah kita harus mensyukurinya". Ucap sang istri membuat sang suami geram. Dia mendorong istrinya hingga terbentur lantai dan meninggal. Rasa duka kembali padanya.
"Anak iblis ini harus mati". Dia mengambil pisau hendak membunuh anak itu.
Senyuman lebar terukir di kedua bayi.
"Ayah mau membunuh kita?". Ucap keduanya. Mendengar bayi yang baru lahir bisa bicara diapun shock.
"Ayah mau bubuh kami? kami akan bunuh ayah".
Jlep...Pisau yang tadi ditangan sang ayah kini sudah menancap di jantung sang ayah. Setelah dia meninggal kedua kembar itu memakan tubuh Ayah dan ibunya hingga tak tersisa. Sejak saat itu si kembar Siam selalu meneror seluruh warga desa.
"Ayah. Tumbalnya sudah datang". Senyuman lebar terukir di wajah Mbah Suro.
(。☬0☬。)Sebenarnya apa yang telah terjadi?
☄️ Sebagai orang Islam hendaknya kita mensyukuri apa yang diberikan Allah kepada kita. Jika kita tidak diberikan momongan berati Allah masih bekum percaya kepada kita. Karena Allah yakin kita belum siap untuk merawatnya.☄️
☄️Dan ingat ketika kau pergi ke rumah dukun makan surga adalah tempat haram bagimu☄️