Mawar wanita karir yang berumur 29tahun, kelahiran jakarta status jomblo, bekerja sebagai Manager di sebuah lestoran ternama cepat saji.
Karena umurnya yang sudah terbilang cukup dewasa dan matang untuk menikah. Dia sering di sindir dan di ejek temannya sendiri.
"uhuk... cie,, si mawar nih... kapan bagi undangan?". ejek andi teman mawar.
"Kalian mau undangan yang bagaimana? yang kanan rumah sakit, yang kiri kuburan". jawab mawar sambil menunjukan pilihan tangannya yang siap menonjok mereka.
" wah... wahh.... Nyai jangan galak - galak. pantas tidak laku-laku, garang sih... ". ucap fredi salah satu kawannya lagi.
" hist... kalian mau ku hajar...?!". ucap mawar geram mengambil salah satu sepatunya untuk menimpuk mereka.
"cuy... kabur cuy... singa dah marah... ". ucap andi menarik fredi pergi.
" Dasar, cowok... tapi mulut melebihi cewek... hitz kesell kesel.... ".
________
Waktu jam kerja sudah berakhir, semua karyawan mulai berkemas untuk pulang, tapi masih ada satu pelanggan yang belum selesai makan, dan masih duduk di sana.
" Bu, maaf masih ada satu pelanggan yang belum selesai Makan, apa saya harus tunggu dia dulu?". tanya fitri salah satu karyawan di sana.
"tidak usah, ini sudah jam pulang. kalian pulang saja dulu, biar saya yang tungguin orang itu selesai makan". jawab mawar tegas.
" iya Bu kami permisi"
"iya, silahkan... ".
_______
Satu jam sudah berlalu, orang itu masih saja duduk disana dan tidak kunjung pergi, akhirnya mawar pun turun untuk menghampirinya.
" Mas, maaf ya. karena sudah mengganggu kenyamanannya. Lestoran kami sudah tutup sejak satu jam yang lalu, dan kami hanya menunggu mas saja untuk menutup lestoran ini". ucap mawar dengan nada yang sopan
Tapi orang itu tidak menjawab sama sekali, hanya diam dan terus duduk terdiam disana. Dia mengabaikan mawar yang bicara panjang lebar kali tinggi.
"Hizt, dasar nih orang bisu apa gimana sih, diem aja di ajak ngomong". Batin mawar dalam hati sambil mengelus dada nya.
Beberapa menit kemudian Orang itu berdiri dan mulai menuju ke kasir.
" ehh mas maaf, kasir sudah tutup dan mas Tadi sudah bayar sebelum makan kan, jadi tidak perlu ke arah kasir lagi". ucap mawar menjelaskan.
"iya, saya sudah bayar tadi. tapi saya mau bayar lagi untuk perpanjangan waktu saya di sini".
" maksutnya?".
"saya mau di sini lebih lama lagi".
" Tapi, kami sudah tutup mas, semua karyawan sudah pulang".
"Hanya satu jam lagi saja".
" mas, kami sudah tutup".
"hanya satu jam saja".
" untuk apa mas berlama lama disini? anda pun hanya sendiri disini?
orang itu tampak diam membisu. dan masih tetap ingin di sana satu jam lagi.
"ah, ya sudah terserah anda. saya kasih ke longgaran hanya satu jam saja ya...". ucap mawar yang menahan amarahnya.
Orang itu mulai berjalan lagi ke arah meja yang dia tempati tadi. dan mulai duduk kembali disana. Dia tampak duduk terdiam dan sesekali menatap bangku di depannya.
" Nih anak mungkin sudah gila ya... hmm sayang sekali dia cakep, muda, tajir tapi dah Gila... ". gumam mawar
satu jam berlalu, dan orang itu mulai menghampiri mawar yang duduk di salah satu bangku disana.
" Saya sudah selesai, saya harus bayar berapa?".
"Tidak perlu, hari ini terakhir kali. tidak ada besok - besok".
" Kenapa?".
"Anda harus berkunjung di jam lestoran ini, jangan sampai melebihi jam yang sudah di tentukan".
" Maaf, saya jarang datang kemari. Saya selalu berada di Luar negri. dan hari ini baru sempat kemari, di bangku itu banyak kenangan memori saya dengan keluarga saya, Saya rindu dengan mereka jadi saya sempatkan untuk duduk lebih lama lagi di sana".
"Tapi, seharusnya anda kunjungi keluarga anda, kenapa malah disini?".
" Keluarga saya habis, semua mati tenggelam bersama kapal yang mereka tumpangi. dan jasadnya tidak di temukan".
"Apa...? maaf sudah membuat Anda bersedih".
" Tidak apa, ini sudah berlalu. tapi saya masih sangat ingat tentang kenangan saya di bangku itu".
"Hmm... maaf saya tidak tahu jika... ".
" Tidak apa, ini sudah malam. Bagaimana jika saya antar anda pulang?".
"ah, tidak perlu. saya bawa motor sendiri".
" hmm, ya sudah.. saya permisi".
Mawar hanya membalas senyum dan menganggukan kepalanya.
"Akhirnya, pulang juga tuh orang, hufft... jam tidur ku terpotong sudah... huhuhu.... ".
Mawar mulai mengendarai motor nya menuju rumah nya, tapi saat di tengah perjalanan tiba - tiba dia di hentikan oleh pembegal motor.
" Haizt... dasar sial hari ini". Gumam mawar yang mulai berhenti.
"Woy, serahin motor lu... ". ucap pembegal
" Woy,, ini motor - motor gue kenapa lu minta dodol... ".
" Dasar cewek semprul, cuy sikat langsung saja".
Mawar pun turun dari motor nya dan mulai menghajar pembegal itu, Pria yang tadi di lestoran melihat mawar sedang dalam bahaya, langsung andil turun dari mobil dan mulai membantu Mawar menghajar penjahat itu.
Sayangnya penjahat itu membawa senjata tajam dan berhasil menusuk perut pria itu. Spontan penjahat itu ketakutan dan pergi meninggalkan mereka berdua begitu saja.
"Cuy kabur saja cuy... ".
" Woy... kalian tunggu, jangan kabur...!!!".
"akk,, aduh... ". rintih pria itu.
" Mas, kamu tidak apa - apa?".
"Tidak, aghh... tidak terlalu dalam lukanya tidak apa - apa".
" Ayo ke rumah sakit saja, takutnya nanti tambah parah".
Akhirnya mereka pergi ke rumah sakit, disana mawar menunggu pria itu yang sedang di tangani para perawat.
"Mbak, sudah selesai. mbak nya boleh masuk kalau mau".
" iya Sus, terimakasih".
mawar pun langsung masuk dan melihat keadaan pria itu.
"Apa kamu sudah lebih baik?". tanya mawar
"iya, jauh lebih baik". jawab pria itu.
" Oh, ya... kita belum saling kenalkan?". lanjut pria itu
"oh, iya...aku mawar".
" hmm mawar, namanya cantik, secantik orangnya". ucap pria itu menggoda.
"Apaan sih... ".
" oh ya, aku Alex. salam kenal ya... ".
"iya... ".
" jangan terlalu formal dengan ku, anggap kita seumuran saja".
"seumuran? hhhh... baik lah".
" memang umur kamu berapa?".
"lah... jangan tanya umur ngapa... ".
"Tidak kan hanya ingin tahu saja"
"29 th". Jawab mawar singkat
" Kita beda umur ternyata, aku baru 21th". ucap Alex
"terus, kita gunakan bahasa informal saja ya...?".
" ehh jangan, sudah begini saja nyaman".
"hehehe... ok lah".
Alex masih di rawat di Rumah sakit itu dan belum di perbolehkan pulang. Sangat terpaksa mawar harus menunggunya lagi disana. dia tidak tega meninggalkan Alex sendirian disana begitu saja, setelah terluka karena menolongnya.
_____
Pagi hari pun tiba, Mawar berpamitan untuk berangkat ke tempat kerja nya. dan pria itu mengizinkannya. setelah seharian bekerja mawar langsung pulang ke rumah sakit, berharap untuk bisa menemani pria itu lagi. Tapi saat sampainya disana ternyata Alex sudah pergi. dan tidak sempat berpamitan dengan mawar.
"Huft.... ternyata dia sudah pergi". Gumam mawar
" Bagus lah, aku tidak perlu menghabiskan waktu ku lagi untuknya". lanjutnya bergumam.
Sampainya di rumah, mawar mendapat kiriman bunga.
"dari siapa ya...?". batinnya dalam hati
beberapa hari berlalu, Alex tampak datang lagi dan duduk di bangku yang biasa dia pesan. Mawar yang melihatnya langsung menghampiri nya.
" Hai... ". sapa mawar kepada alex.
" Hai, ayo duduk bersama ku".
"Tapi... ini meja keluarga mu".
" Tidak apa, aku sudah mulai membiasakan diri".
Mawar mulai duduk di salah satu bangku.
"Mau makan apa?".
" Ah, tidak. aku sedang bekerja disini jadi...".
"Tidak perlu sungkan, kenapa takut?".
" Ayo, pesan saja mau makan apa?".
"Tidak, maaf saya hanya temani kamu sebentar di sini. saya masih bekerja dan saya tidak makan saat bekerja".
" ok, kalau begitu...temani saya di sini sampai saya selesai makan ya... ".
" Tapi, saya harus bekerja".
"menemani pelanggan juga bekerja bukan, ingat... pelanggan adalah Raja?".
" Hmm... iya, saya temani, oh ya kenapa kemarin kamu langsung pergi?".
"Kapan? oh waktu di rumah sakit? iya aku langsung pergi karena ada telfon mendadak. ada yang harus aku urus sesegera mungkin".
" oh, ternyata begitu".
"ini... kamu suka es cream kan? tolong bantu aku habiskan es cream itu".
" Tapi... ".
" ett... ingat... pembeli adalah Raja".
Mawar pun akhirnya menyendok es cream itu dan memasukannya ke mulut. tapi saat es cream itu meleleh di mulut. dia merasa ada yang aneh, dia seperti memasukan sesuatu ke mulutnya.
"Apa ini... ". mawar mengeluarkan benda dari mulut nya.
" Cincin...?". lanjut mawar yang kaget menemukan cincin di dalam mulutnya.
"iya, itu cincin... ".
" What...?".
"itu untuk kamu... Kamu mau tidak menikah dengan ku?".
" Apa? tapi kita baru kenal, dan juga... kita beda umur... ".
" semua itu tidak menjadi masalah buat ku".
"ta... tapi.... ".
" Sudah, Terima saja Bu..." ucap para karyawan resto yang mendekatinya di meja.
"bagaimana...? kamu mau menerima lamaran aku?".
Mawar masih terkejut dan tidak percaya dengan semua ini. mana mungkin pria itu benar-benar menyukainya. padahal hanya beberapa kali bertemu.
"Kalau harus jujur, sebenarnya aku sudah lama suka dengan kamu. setiap hari saya berkunjung kemari hanya untuk melihat dirimu".
" Tapi... kamu bercerita bahwa keluarga kamu".
"iya itu benar, karena restoran ini milik saya, saya keturunan satu satunya pewaris restoran ini.
" Jadi, Kamu pemilik restoran ini?".
"iya... ".
Mawar semakin tidak percaya dan tampak bingung.
" Sudah trima saja, kamu mau jomblo trus seumur hidup".bisik Andi di samping mawar mewakili teman - temannya.
"Gimana? kamu mau Terima aku apa tidak?".
" Terima... Terima... Terima... ". ucap serentak karyawan disana sambil bertepuk tangan.
mawar hanya bisa tersipu malu, pipi nya mulai memerah. dan dia berusaha untuk menganggukan kepalanya dan berkata.
" iya... aku mau".
tepuk tangan begitu teramat meriah disana, seluruh karyawan ikut berbahagia atas hubungan mereka berdua Alex dan mawar.
mereka akhirnya menikah dan di karunia anak laki - laki kembar, meski umur mereka berbeda karena lebih dewasa mawar. tapi mereka saling melengkapi satu sama lain dan hidup dengan bahagia.
----TAMAT----