Ku rasakan cairan kental keluar dari kepala bagian kiriku. Lengket dan amis..
Darah?!! Cairan segar itu terus mengucur keluar tanpa henti hingga membanjiri seluruh bagian kepala hingga leher ku.
Aku tidak bisa menggeser bahkan satu centimeter saja kepalaku untuk setidaknya melihat situasi di sekelilingku,
kepalaku berat dan nyeri sekali. sungguh jika ku paksa bergerak, ku pikir aku bisa mati karena sakitnya.
Kaki kananku membeku, Ku pikir kakiku patah, aku bahkan tidak bisa menggerakkan jari ku.
dan ada apa dengan tanganku.. Aku tidak bisa bergerak sedikitpun, lenganku retak dan jari jariku mati rasa.
Kepalaku pusing dan pandanganku kabur .. Sekujur tubuhku penuh luka dan yang aku rasakan hanya sakit di seluruh tubuh.. Tiba tiba aku merasakan cahaya terang menembak mataku....
"Sudah ku bilang jangan minum banyak karena kau berkendara!"
"Hey! aku hanya minum sedikit! Aku bahkan tidak mabuk! Lagi pula siapa sangka gadis bodoh ini muncul begitu saja"
"Kau mabuk! Seandainya kau lebih hati hati maka kita tidak akan tertimpa sial begini!"
"Kalau saja kau tidak menggodaku saat menyetir maka ini tidak akan terjadi!"
"T...to..lon... G" aku mencoba bicara, tapi percuma.. Hanya bisikan kecil
Ku lihat seorang gadis berpakaian minim dengan riasan penuh di seluruh wajahnya, dan pria tinggi semapai dengan tatto penuh di seluruh lengannya. Bau alkohol. Pria itu mabuk. Dan wanita di sebelahnya tampak tidak seperti wanita baik baik. Aku tidak yakin, tapi tetap saja, aku harus hidup.
"To...t..tol...ong" aku masih berharap mereka mendengarku
"Dia masih hidup" teriak wanita muda itu sambil menunjuk ke arahku.
Akhirnya dia mendengarku.. Aku bisa hidup.. Aku akan hidup..
"lalu apa yang mau kau lakukan? Ayo pergi sebelum dia semakin sadar" pria bertatto itu menarik tangan si wanita dan membuka pintu mobil
"Tapi dia hidup bread! Kita tidak bisa membiarkannya begitu saja, dia bisa mati!" bagus, wanita itu masih punya hati, tolong aku dari siksaan ini tolong!
"Carol dengar! Kalau dia hidup, maka kita akan membusuk di penjara. Jadi, kau pilih dia yang mati atau kita yang terperangkap dalam jeruji besi itu selamanya?" tolong,, tolong aku.. Aku tidak akan mengatakan apapun pada polisi... Tolong... Aku hanya ingin hidup.
"Tapi Bre----"
"Masuk atau ku tinggalkan kau di sini bersama nya?" belum sempat wanita itu bicara pria itu sudah menyeretnya masuk ke mobil
Tolong bicara lagi.. Tolong yakinkan pria itu.. Ku mohon.. Kau satu satunya yang bisa menolongku... Aku putus asa.. Aku mulai tau kemana aku akan pergi selanjutnya.
Telingaku menangkap suara ban berdecit dan indera penciumanku masih bisa menghirup aroma asap knalpot ... Mobil itu melintas cepat di sampingku... Pergi dengan kecepatan tinggi.. Dan aku sendirian.. Dengan tubuh lemah ini.. Aku benar benar pasrah akan apa yang terjadi nanti
"Dasar iblis" tiba tiba pandanganku semakin kabur... Dan aku merasa ngantuk sekali... Aku tertidur? Ataukah aku mati?
*****
Aku merasa hangat. Hangat sekali.
Dan tubuhku tidak sakit lagi. Apa aku bermimpi?
Ku buka mataku perlahan, dan yang terlihat pertama kali adalah langit-langit kamar.
"Merah muda" ucapku pelan
Aku lega. Ini kamarku. "jadi tadi hanya mimpi?" batinku
Tapi rasanya sangat nyata, aku bahkan merasa ngilu pada bagian tulangku saat mengingat mimpi mengerikan itu.
*********
Masih dengan mata sayup, aku berjalan menuju dapur. Ku tuang air putih dalam teko hingga setengah gelas. Baru sampai tegukan ke 3, gelas di tanganku terlempar jatuh ke lantai, pecah berkeping keping.
Sesuatu menusuk pergelangan kakiku, sesuatu yang tipis dan tajam. Aku spontan memutar badanku ke belakang, melihat siapa yang melakukannya.
"Ma... Ma.. Mama.. Ada apa?"
Kaget bukan main ku lihat mama berdiri dengan pisau dapur yang biasa ia gunakan untuk memasak.
"apa yang terjadi? Ma, kenapa? Kenapa melakukannya?" Tanyaku yang sudah terduduk di lantai
Mama hanya diam, dia kemudian melakukan hal yang lebih gila lagi, dia mendekatiku lalu menghunuskan pisau nya ke perutku.
Aku melihat lelaki berbadan kekar berdiri di belakang mama
"Papa!" Aku hendak meminta pertolongan karna ku pikir mama sudah gila karna melakukan ini, tapi mulutku sudah tidak bisa mengeluarkan suara karna sakit di perutku sangat luar biasa
Di luar dugaan, ku pikir papa akan menolongku dari wanita di depanku ini, tapi ternyata dia malah mendekati ku lalu menarik keluar pisau yang sedari tadi menancap di perutku
Lalu di tusuk nya lagi hingga darah segar mengucur membasahi lantai
Aku menangis karna menahan sakit dengan mulut tergagu karena tidak percaya yang kedua orang ini lakukan padaku
"Apa maksud nya? Kenapa papa dan mama melakukan ini? Kenapa mereka ingin membunuhku?"
Tidak sampai disana, papa melanjutkan aksinya dengan memotong jari ku, dan menarik keluar isi dalam perut ku ..
Ku pikir aku sudah mati
Tanpa tahu alasan nya
Pandangan ku kabur dan terasa gelap, gelap sekali. Jam di dinding menunjukkan pukul 07.00 pagi. Kemudian aku tidak sadarkan diri lagi.
***********
Ku buka mataku, dan yang terlihat adalah tempat yang sama
"Kamar ku"
Ku lihat tangan ku masih dengan jari yang lengkap, tubuhku tidak ada yang terluka
"Apa itu tadi?" Gumamku
Mataku tidak sengaja menangkap jam di dinding menunjukkan pukul 07.00 pagi.
Ku pandangi pintu kamar yang masih tertutup
"Haruskah aku turun untuk menemui mama dan papa?"
Beribu kemungkinan bermunculan di pikiranku
"Sekarang pukul 07.00 pagi, dan kemarin aku pun terbangun pukul 07.00 pagi" aku mulai menyusun kejadian kejadian yang aku alami
"Mama dan papa membunuhku ...."
"Tidak mungkin!"
"Setiap kali aku mati, aku akan kembali ke kamar ini dan mengalami kematian lagi. Kemudian aku akan terbangun kembali dan terbunuh lagi. Seperti sebuah game. Ketika aku kalah, aku harus memulai nya lagi dari awal"
"Dunia apa ini?! .."
"Ku pikir aku berada di tempat yang berbeda"
●●●
Aku terbangun dari tidurku. Aku turun ke bawah dan mendengar mama menyapaku dengan hangat, dan papa yang sedang menyiapkan sarapan di meja.
"Mereka baik baik saja. mereka sudah kembali menjadi orang yang aku kenal" gumamku masih di setengah tangga menuju bawah
Aku sangat bersyukur karna ini benar benar mimpi.
hal mengerikan yang aku alami benar benar hanya mimpi belaka
tapi, sesuatu mengganggu pikiranku, apakah tadi aku memang tertidur atau aku pergi ke tempat lain?
Mungkinkah Dimensi lain dari dunia ini?