Judul: Amukan Dewa Api dari Dimensi Lain
Prolog
Langit Konoha kembali damai setelah kehancuran yang dibawa oleh Pain. Desa mulai bangkit dari puing-puing, penduduknya bekerja keras membangun kembali rumah dan kenangan mereka. Namun, kedamaian itu tak berlangsung lama.
Di tengah malam yang sunyi, langit di atas Konoha terbelah oleh kilatan ungu yang aneh. Sebuah portal besar terbuka, menghembuskan angin panas yang membawa bau kematian. Dari dalamnya, sesosok makhluk raksasa keluar, menyeret tubuhnya yang menjijikkan dengan langkah berat.
Shin Godzilla telah tiba.
---
Bab 1: Kedatangan Monster
Hokage Sementara, Kakashi Hatake, bergegas keluar ketika suara gemuruh terdengar di kejauhan. Beberapa ninja penjaga sudah bersiaga di dinding luar desa, wajah mereka dipenuhi ketakutan saat mereka melihat makhluk raksasa berwarna merah dan hitam itu bergerak perlahan mendekati desa. Tubuhnya penuh luka terbuka yang bersinar merah seperti lava, dan matanya kosong, tanpa emosi.
“In—ini… monster apa itu?” tanya seorang Chunin dengan suara gemetar.
"Entahlah, tapi kita tidak bisa membiarkannya mendekat lebih jauh!" seru Shikamaru yang telah tiba di lokasi.
Kakashi segera mengirim pesan darurat ke seluruh desa. Naruto, yang masih dalam pemulihan setelah pertarungan melawan Pain, berlari ke tempat kejadian dengan timnya.
Saat mereka tiba, Shin Godzilla mengaum—suara yang begitu dalam dan mengerikan hingga mengguncang tanah di bawah mereka. Dengan satu langkah beratnya, tanah di sekitar menjadi retak, dan setiap pohon yang dilewati langsung hangus akibat panas tubuhnya yang ekstrem.
---
Bab 2: Serangan Shin Godzilla
Tanpa peringatan, punggung Shin Godzilla bersinar, dan dalam hitungan detik, semburan energi ungu keluar dari mulutnya, menyapu hutan di luar Konoha, mengubahnya menjadi lautan api.
Naruto langsung berubah menjadi Mode Sage, mencoba membaca pergerakan makhluk itu. "Ini bukan sekadar binatang buas… dia seperti kekuatan alam yang berjalan," gumamnya.
“Kalau begitu, kita harus menghadapinya sekarang sebelum dia mencapai desa!” seru Guy, yang langsung mengaktifkan Hachimon Level 6 dan berlari dengan kecepatan tinggi, menghantam kaki monster itu dengan Asa Kujaku.
Namun, serangan itu tidak memberikan dampak signifikan. Shin Godzilla bahkan tidak bereaksi, tubuhnya yang keras seperti baja hanya sedikit tergores.
"Sial! Dia terlalu keras!" kata Guy sambil melompat mundur.
Tiba-tiba, ekor Shin Godzilla bersinar—dan dari ujungnya, semburan energi laser keluar, melibas beberapa bangunan kosong di luar desa.
“Dia bisa menyerang dari ekornya juga?!” seru Shikamaru, mulai menyusun strategi di tengah situasi yang kacau.
---
Bab 3: Harapan Terakhir
Melihat kehancuran yang semakin besar, Naruto menyadari bahwa Mode Sage tidak akan cukup. Ia menggigit ibu jarinya dan melakukan Kuchiyose no Jutsu, memanggil Gamabunta dan dua katak bijak lainnya.
“Kita harus mengalahkan monster ini sekarang juga!” seru Naruto.
Gamabunta langsung melompat dan menembakkan Water Bullet ke arah Shin Godzilla, berusaha mendinginkan tubuhnya. Namun, sebelum serangan itu mencapai sasaran, Shin Godzilla berevolusi di depan mata mereka—punggungnya terbuka lebih lebar, mengeluarkan lebih banyak energi panas.
Melihat ini, Naruto tak punya pilihan lain. Dia menutup matanya sejenak, lalu membuka mereka dengan mata oranye menyala. Mode Sage sempurna telah aktif.
Dia mulai membentuk Rasenshuriken raksasa. "Aku tidak akan membiarkanmu menghancurkan desa ini!" teriaknya, lalu melesat ke udara dengan kecepatan luar biasa.
Dengan kekuatan penuh, Naruto melempar Rasenshuriken tepat ke dada Shin Godzilla. Serangan itu meledak dengan kekuatan luar biasa, menyebabkan tubuh raksasa itu terkoyak. Shin Godzilla mengaum keras—untuk pertama kalinya, dia tampak merasakan luka yang signifikan.
Namun, sebelum mereka bisa merayakan kemenangan, tubuh Shin Godzilla mulai beregenerasi dengan cepat, bahkan lebih cepat daripada yang mereka perkirakan.
---
Bab 4: Jalan Terakhir
Menyadari bahwa monster ini tidak bisa dikalahkan dengan cara biasa, Shikamaru mengusulkan rencana putus asa—menggunakan segala teknik segel yang mereka miliki untuk mengurung Shin Godzilla.
Para Jonin segera bersiap dengan Fuinjutsu tingkat tinggi, sementara Naruto, menggunakan chakra Kyubi, membantu mereka memperkuat segel tersebut.
Saat Shin Godzilla hendak melepaskan Atomic Breath lagi, segel itu diaktifkan. Simbol-simbol kuno bersinar, menciptakan penghalang besar yang menekan tubuh raksasa itu.
Perlahan, Shin Godzilla mulai membeku di tempatnya. Tubuhnya mengeras, berubah menjadi patung batu raksasa di pinggiran Konoha.
Desa akhirnya selamat… tapi harga yang mereka bayar sangat besar.
---
Epilog
Minggu-minggu berlalu. Konoha mulai membangun kembali kerusakan yang ditinggalkan.
Namun, satu pertanyaan masih menghantui para ninja…
Dari mana monster itu datang? Dan… apakah dia benar-benar sudah mati?
Di malam yang sunyi, mata batu Shin Godzilla berkedip sekali sebelum kembali diam.
—Tamat—