📍Mati adalah hal yang pasti terjadi, tapi bagaimana jika matimu ternyata tipuan selama berabad-abad ¿
•••
Sebuah ruang bawah tanah penuh dengan tengkorak manusia yang telah lama mati. Di tengah-tengah lentera api yang selalu menyala, terdapat peti kuno yang penuh dihiasi mawar merah.
Disanalah wanita cantik itu tertidur dengan gaun pernikahan yang sudah lama lusuh. Meski begitu, kecantikannya tiada tara hingga wajah pucat pasi itu membungkus kesunyian ruangan ini.
Dikelilingi oleh tengkorak, Seorang pria datang lalu mengusap pipi wanita itu dengan pandangan kosong. Tersirat rasa rindu yang amat dalam saat pria itu melahap abis bibir tipis dan dingin itu, ia merasa dunia ini tidak adil karena telah merebut wanita yang amat ia sayangkan.
Deg.
Seketika tubuhnya dimasuki oleh wanita yang habis ia ciumi tanpa sadar.
"I-ini s-siapa, Sat ?" tanya seseorang mengekor dari tadi. Sedikit ada rasa takut saat melihat semua tengkorak di tempat yang harusnya tidak ada.
"Ini tubuhku sebelum reinkarnasi, sayang..." sahut pria itu tersenyum kecil. Lebih tepatnya menyeringai.
Hening.
"Jangan bercanda ah bro!", ujarnya seraya mengusap leher belakangnya yang tiba-tiba merinding, ia pun memukul punggung Satya keras.
'Sejak kapan Satya ngomongnya lebay kek fujo gitu hiih' , pikirnya ngeri.
"Tentu aja aku tidak bercanda, Rio." jawab Satya mendekat lalu memojokkan tubuh Rio ke sudut.
"Mau apa lo, Sat ?!" kaget Rio saat Satya terus mendekat dan mengeluarkan pisau lipat disakunya.
Satya menyeringai. Dengan senyum termanisnya ia menangkup rahang Rio dan menekannya dengan keras.
Rio langsung memberontak dengan tindakan Satya yang tiba-tiba. Tapi nihil, tenaga Satya lebih besar darinya. Satya pun dengan tidak sabaran memasukkan pisau itu ke mulut Rio secara paksa. Ia lalu mengobrak-abrik isi mulut Rio sampai mulut cowok itu robek sampai telinga.
"Maafkan aku, sayang... " ujar Satya terakhir kali di pendengaran Rio sesaat sebelum wanita di peti itu terduduk dan menatap nafsu dirinya.