"Kayla! Kayla!" teriak ibu memanggil anaknya
"iya bu ada apa?" tanya Kayla yang terengah-engah berlari.
"Cuci piring sana!" bentak sang ibu kepada kayla tetapi Kayla hanya diam.
Kayla lahir dari keluarga yang cukup kaya. Namun setahun yang lalu ibunya meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. Ayah Kayla menikah lagi dengan seorang janda anak satu yang sekarang menjadi ibunya lebih tepat ibu tirinya. Namun beberapa bulan yang lalu ayah Kayla menyusul ibu Kayla. Saat ayah Kayla tiada sikap ibu tirinya dan anaknya berubah drastis menjadi sangat kejam seakan-akan Kayla adalah pembantu mereka.
"Buu Alya mau sepatu inii" rengek Alya kepada ibunya. "iya sayang belikah" ucap ibunya sambil mengelus rambut Alya. Kayla hanya bisa diam karena semua harta ayahnya sudah jatuh kepada ibu tirinya dan saudara tirinya kalau pun ia kabur dia tidak tau kabur kemana.
'hufftt aku takut bilang ke ibu kalau sepatuku juga sudah rusak' guman Kayla dalam hati dan memberanikan diri untuk mengatakan isi hatinya.
"Bu sepatuku juga sudah rusak apa boleh aku membeli sepatu baru?" lirih Kayla namun bukannya dibelikan Kayla malah mendapat cacian dari ibunya.
"Udahlah ga ada gunanya kamu membeli sepatu baru pakai saja sepatumu yang lama aku tidak sudi membelikan sepatu untukmu, sekarang cuci baju sana!" ucap sang ibu dengan nada meninggi. Kayla hanya bisa diam dan menuruti perintah ibunya.
******
"eh dik baju mu bagus sekalii" ucap kakaknya yaitu Alya yang menginginkan baju Kayla. "Kamu mau sayang?" tanya ibunya sambil membelai rambut sang anak "iya Bu alya mau" tanpa berpikir panjang sang ibu mengambil baju tersebut dari Kayla.
"Bu itukan baju aku dan itu dibeli oleh mendiang ibuku" lirih Kayla dengan mata berkaca-kaca
"Apa yang diinginkan anakku kau harus menurutinya!" ucap sang ibu sambil menunjuk kearah Kayla dan Alya tersenyum sinis ke arah Kayla.
Kayla hanya bisa menangis dalam diamnya ingin sekali dia kabur dari rumah tapi dia tidak tau gimana hidupnya.
"Bu Kayla mendapatkan juara satu disekolah" ucap Kayla yang merasa bahagia karena mendapat juara dikelasnya. tapi ibu tirinya tidak menanggapinya dan bertanya ke Alya "sayang kau dapat juara berapa di kelas" sambil membelai rambut Alya. "Aku mendapat juara dua bu" ucap Alya yang sibuk memainkan ponselnya "wah hebat sekali putri kesayanganku, nih hadiah buat kamu" ucap sang ibu dengan bangga.
'Alya yang mendapat juara dua diberi hadiah sedangkan aku juara satu tidak ditanggapi ingin sekali kucekek nenek tua ini' guman Kayla yang hanya melihat ibu dan anak itu(alias nenek sihir)
******
'Aku harus membuat Kayla pergi dari rumah ini! aku sangat membencinya' guman Alya dalam hati yang sangat iri dengan kecantikan Kayla.
"Kayla" teriak Alya
"apa tuan putri?"ucap Kayla dengan sangat malas mengahadapi saudara tirinya
"cepat kau bersihkan kamar ibu" ucap Alya dan berjalan meninggalkan Kayla.
Dengan sabar Kayla membersihkan kamar ibu tirinya tapi sebelum membersihkannya dia selalu mengumpat mereka berdua.
beberapa jam kemudian
"Kayla! Kayla!" teriak sang ibu dengan nada meninggi
"iya Bu?"tanya Kayla yang bingung
"pencuri! dimana kau simpan perhiasanku!" ucap sang ibu tampak kesal
"aku tidak mencuri perhiasanmu Bu" lirih Kayla
"Bohong! Alya mengatakan kau yang terakhir kali membersihkan kamarku!"bentak sang ibu dengan geram.
"sudahlah bu dia tidak bakal mengaku mending kita cek aja ke kamarnya" ucap Alya dan mengajak ibunya ke kamar Kayla.
'siap siap Kayla kau bakal diusir' sebenarnya Alya yang sudah mengambil perhiasan ibunya dan meletakkannya di kamar Kayla.
"Bu aku beneran ga mencuri perhiasan ibu" lirih Kayla dan tak disangka perhiasan tersebut berada di kamarnya.
"ini apa! kau memang anak gatau diuntung! anak ga berguna" bentak sang ibu
dengan tidak senang Kayla langsung membalas perkataan ibu tirinya "Kau yang gatau diuntung kalau tidak karena ayah ku kalian tidak bisa menikmati harta ini!" ucap Kayla dengan air mata yang bercucuran.
Dengan geram ibunya menampar nya dan menariknya keluar dari rumah "pergi kau! jangan pernah kembali anak si*lan" ibunya langsung menutup pintu dan Alya tersenyum puas.
"Dasar nenek sihir" umpat Kayla dan pergi dari rumah.
*******
"Aku harus bagaimana sekarang? aku tidak tau akan tinggal dimana" lirih Kayla duduk ditepi jalan dengan tangan dikaki dan menopang kepalanya sambil menangis.
"permisi nona, apa kau masih hidup?" ucap seorang wanita yang cantik seumuran dengan Kayla.
"nona apa kau baik baik saja?" ucap wanita itu lagi
"apa?" jawab Kayla sambil menghapus air matanya.
"kau kenapa menangis?" tanya wanita tersebut dan duduk disamping Kayla
"aku diusir dari rumahku sendiri oleh ibu tiriku" lirih Kayla dan menangis kembali.
"hei jangan menangis, apa kau mau?" menawarkan cemilan yang ada ditangannya
"ayo ikut bersamaku dan tinggal bareng aku" ucap wanita tersebut dengan tersenyum
"tidak, aku tidak ingin merepotkanmu" ucap Kayla sambil menghapus air matanya
"ayolah aku tinggal sendirian dan kesepian" ucap wanita tersebut dan menarik tangan Kayla menuju apartemen yang tidak jauh dari tempat mereka tadi.
"berapa yang harus aku bayar untuk tinggal bersamamu?" tanya Kayla yang melihat apartemennya
"Kau tidak perlu membayar kita kan sahabat" ucap wanita tersebut dengan tersenyum
"oh iya namaku Melly" ucap Melly mengulurkan tangannya "aku Kayla" membalas tangan Melly dan tersenyum.
3 Tahun Kemudian
Kayla dikejutkan dengan kedatangan ibu tirinya dan saudara tirinya yang dulu pernah jahat terhadapnya.
"ada apa kalian kemari?" tanya Kayla yang malas
"Aku ingin meminta uang"ucap ibu tirinya dan duduk di ruangan tersebut. "Kau bangkrut?" ucap Kayla dengan tertawa puas. "apa hakmu meminta uang kepadaku?" tanya Kayla yang sudah berani menjawab perkataan ibunya. "aku ini keluargamu" ucap sang ibu "keluarga? kau bilang kita keluarga? cih mana ada keluarga yang mengusir anggota keluarga lainnya"ucap Kayla dengan tersenyum sinis. "hei Kayla kau harusnya berterima kasih karena dulu ibu sudah merawatmu" ucap Alya yang kesal "merawatku? merawat apa dijadikan pembantu? kalian terlalu banyak bicara sekarang pergi" ucap Kayla dengan nada meninggi.
ibu tirinya kehabisan bicara dan membuat drama di kantor. "Kau mengusir ibumu yang sedang kesusahan ingat la Kayla dulu aku yang mengurusmu sekarang kau sudah kaya dan kau melupakan jasamu karena aku ibu tirimu" ucap sang ibu dengan nangis yang dibuat buat.
"kenapa berisik sekali" tanya Melly yang berjalan dan duduk dikursi. "Cih kau mempengaruhi Kayla agar menjauhi kami" ucap ibunya menatap tajam kearah melly. "Oh ternyata ini ibu tiri dan saudara tiri yang menyiksa sahabatku dulu, sekarang menjadi gembel upss" Melly menyindir mereka dan mereka hanya bisa diam.
"Sekarang pergi dari sini!" ucap melly yang mengusir ibu tiri Kayla dan anaknya.
"kami tidak akan pergi sebelum mendapatkan uangnya" ujar ibu tiri kayla sambil tersenyum sinis.
"Kayla kita ini keluarga jadi harus saling membantu" ucap Alya
"Keluarga apa? aku tidak mempunyai keluarga selain Melly kalau tidak ada dia aku mungkin sudah entah menjadi apa!" ucap kayla yang selama ini dengan geram kepada mereka berdua.
"Sekarang pergi! sebelum aku panggil security untuk mengusir kalian" ucap Kayla
mereka pun keluar denga tangan kosong.
"Mel makasih ya sudah menjadi sahabat baik buat aku" ucap Kayla dengan mata berkaca-kaca.
"ayo lah dalam persahabatan tidak ada kata makasih dan maaf" ucap melly yang tersenyum dan langsung memeluk sahabatnya.
-TAMAT-