Andre demo nih. Kawan-kawan Andre datang. Yang menerima Dewan. Tapi yang boleh masuk limpul orang doang. Itu namanya perwakilan. Tapi bagaimana lagi. Di pimpin sama pemimpin Andre. Lumayan ada Dewan yang mau menemui. Ini Dewan di Pusat. Bukan Dewan Stasi. Kalau ini bisa.
Tapi ya bagaimana lagi. Itu juga sudah membuat hati kawan kawan Andre suka. Yang jelas Andre sangat berharap semua itu bisa menjadi kenyataan. Mereka kan juga kawan-kawan Andre. Hanya beda nasib saja.
Kami yang lagi berjuang. Mesti memperoleh hasil yang memuaskan. Kami menuntut supaya jadi PPPK penuh waktu. Yang bukan paruh waktu. Soalnya kalau paruh waktu. Kerja hanya setengah. Dan itu sudah bukan jamannya lagi. Dimana kerja kami sudah sangat lama. Ada yang lima belas tahun. Bahkan lebih. Dan itu seakan tidak di hargai. Bagaimana mau di hargai. Kalau cuma di hargai separuh. Pengertian kami. Namun bagaimana lagi. Segalanya sudah di putuskan.
Padahal kami sangat jauh. Datang hanya untuk mendapat pengakuan tersebut. Ingin ketemu presiden itu. Juga ketua dewan. Tapi tak bisa.
Sebentar para kawan Andre kumpul.
“Kita mesti usul ini“
“Yah“
“Sebab kasihan kawan-kawan di daerah yang honornya kecil. Masa Cuma 200-300. Itu kan sangat di bawah UMR.
“Betul itu. Kita harus mengusahakan agar kawan-kawan bisa naik pendapatannya. Kasihan. “
“Itu semua benar. Tapi jangan khawatir. Masalah spanduk. Baner sudah beres. Dengan kata-kata yang memberi semangat. “
“Iya. Tapi kita usul mengenai pendapatan kawan kita. “
“Ini!“ sembari menunjuk apa yang di bawa.
“Iya. Tapi bukan itu. “
“Yang jelas dana yang 25 juta itu bisa buat spanduk banyak. “
“Bukan itu!“
Yang ketemu komisi dua. Itu sudah membuat hati kami senang. Dan perwakilan yang limpul itu. Menjadi tumpuan harapan kami. Supaya bisa menyerap aspirasi kami. Untuk di sampaikan, pada pihak terkait. Sehingga nantinya bakalan mampu berbuat yang paling baik dan terbaik. Itulah harapan kami.
Jumlah honorer yang telah di beri label R2 dan R3 sampai 1,7 juta, namun kali ini, yang bisa hadir hanya puluhan bahkan belasan. Mereka ini ada yang sampai membawa anak. Bayangkan, kalau bawa anak di jalan meminta-minta bisa dapat banyak, namun dalam hal ini, karena tak ada yang mengasuh. Menyewa pengasuh tak bisa. Bakalan habis dengan tidak bisa memeratakan rejeki. Walau kalau meminta bapak ibu untuk memberi gaji mereka juga bakalan sanggup. Namun itu bukan hal terbaik. Makanya di bawa saja.
Ada kasus keguguran. Bagaimana tidak, kalau si bayi belum kuat. Namun berusaha untuk mendukung aliansi, supaya semakin kuat. Dimana banyak yang belum ikutan, soalnya memang ada yang penuh kesibukan. Ada yang jauh, jadi terasa mahal, serta ada juga yang enggan oleh berbagai hal.
Bagaimanapun sebetulnya periode lalu di bentuk suatu komisi di sini, dengan kejelasan apa yang di harapkan serta tinjau ulang apa yang di revisi, apa yang berkaitan dengan penyelesaian pegawai honorer ini.
“Kan apa gua bilang.”
“Apa?“
“Kalau teman ada yang keguguran.“
“Iya. Tapi kita mengusulkan agar daerah juga di angkat.“
“Lah. Kan keguguran beneran.“
“Iya. Itu sudah pada tahu. Tapi nggak begitu. Itu sudah di tangani pihak Kesehatan.“
“Gimana sih. Kenapa kawan kita nggak di kasih ke Kesehatan biar lebih baik.“
“Sudah!“
Komisi 2 segera melakukan rapat untuk memperjelas status pegawai honorer ini. Yang nampaknya memiliki siklus di setiap masa sidang. Mudah-mudahan badan aspirasi masyarakan memberi notifikasi komisi 2 segera memberi kejelasan yang menunggu kepastian. Jangan sampai menjadi PNS paruh waktu. Nggak jelas. Kasihan.
Ribuan honorer demo penuhi jalan Gatot Subroto. Pakaian putih celana hitam. Sesuai dengan kesepakatan yang di putuskan dalam media sosial yang khusus mengenai hal ini. Dan ada yang pakai peci. Serta pakai topi lebar. Supaya nggak kepanasan. Saat melintasi jalan lebar dan halus. Yang tentunya kalau di uangkan bisa untuk menggaji pegawai itu.
“Bener kan apa yang gua bilang…“
“Apa?“
“Apaan lu!“
“Lah. Kan nanya.“
“Kalau kita boleh bicara.“
“Bicara sih bicara. Cuma apa yang kita usulkan belum maksimal. “
“Itu bicara. Boleh masuk Gedung juga. Walau Cuma limpul.“
“Iya. Tapi belum selesai usulan kita. “
“Itu. Sudah masuk. “
“Iya. Cuma belum di setujui!“
“Lah, katanya sudah boleh masuk.“
“Curek tuh kuping. Pakai linggis. Biar dengar apa usulan kita. Enggak mampet!“
“Nah itu lu tahu.“
Sambil orasi di atas mobil merah. Dan menggunakan toa. Sehingga setiap mata tertuju ke panggung darurat itu. Ada yang pakai topi kuning. Payung kuning.
Lalu kawan Andre ada yang bicara:
Anggota dewan, ijinkan kami yang ikut aksi ini, kami menyampaikan hal yang menjadi tuntutan teman-teman yang kami rangkum dalam lima hal. Kami mewakili seluruh Indonesia dalam kapasitas honorer. Lima poin yaitu pertama, menuntut hak penuh waktu dan menolak paruh waktu. Dua, meminta kepastian kapan waktunya kami di angkat penuh waktu. Yang ketiga, pemerintah pusat mengeluarkan Perpu untuk mengangkat P3K penuh waktu. Empat, menjadi pegawai P3K penuh waktu. Jadi harapan kami pemerintah jangan dulu mengangkat pegawai sebelum kami di angkat penuh waktu. Kami berharap jangan di buka dulu tes P3K maupun CPNS. Kami minta di angkat penuh waktu. Jangan tidak di angkat hanya dengan alasan soal keterbatasan belanja pegawai. Pihak terkait untuk memberi tambahan daerah guna mencukupi gaji pegawai. Atau pemerintah pusat bergerak dan menghimbau pihak tersebut, sehingga kami tidak bisa berbuat apa-apa karena di batasi undang-undang tentang belanja pegawai. Rekan yang dari Aceh, ada yang membawa bayi yang baru berusia satu tahun. Lebih paling beberapa detik. Semua ini demi memperjuangkan nasib dan kesejahteraan yang cuma di kasih honor 300. Itu cuma sedikit dari banyak kasus. Banyak hal terjadi di daerah. Dua bendel yang di siapkan yang intinya untuk kami dalam memfalisitasi teman, yang semua itu adalah perjanjian-perjanjian yang sudah ada dan di rangkum jadi satu. Temuan di daerah bermasalah yang sangat banyak. Kalau tidak ada masalah, tidak mungkin kami se-Indonesia kumpul di sini. Kami ingin kepastian kapan kami bisa menjadi PPPK penuh waktu. Karena di daerah ada yang mendapat gaji tiga bulan sekali. Menyedihkan bukan, makanya kami meminta bapak ibu di sini, kapan kepastian tentang hal itu. Teman-teman menghendaki, jangan sampai tanggal Keputusan itu lebih dari tahun 2025. Kami khawatir R2 dan R3 hilang, seperti kasus terdahulu. Kami dilupakan. Dari aliansi forum honorer Indonesia. Kami baru menghadirkan 20 ribu. Semua itu gabungan merupakan perwakilan dari Makasar, Aceh, Jambi, Lampung, Kalimantan, Sumbar, Bantul, ingin berkumpul semua. Mereka ada yang nggak punya ongkos. Namun sangat ingin menyuarakan ganjalan di batin, supaya menjadi pegawai penuh waktu. Kami ini terkatung-katung. Mau di jadikan apa. Kami bekerja maksimal di daerah kami. Tapi kami miris, ketika kami di perlakukan tidak sama dengan yang lainnya. Padahal UU No 20 tahun 2023. Jelas bahwa pegawai ASN ada yang ber-status sebagai P3K dan PNS. Ini ada yang menjadi terobosan. Kami meminta supaya tenaga honorer yang masuk database itu harus lulus. Sebagaimana di amanatkan UU 24 harus tuntas menjadi P3K. Tidak ada paruh waktu. Kami ini bangga mengabdi kepada negara. Bahkan ada yang sudah mengabdi sampai 16, 20 tahun serta 15,5 tahun. Negara akan memperhatikan bahwa banyak anak-anaknya di jalan raya sana, ingin di sejahterakan. Catatan dari Kemenpan RB Tahun 2025 No 17 ini, kami bisa tolong daerah kita, banyak yang penggajiannya tidak maksimal. Hanya sekitar 250 ribu ada yang 300 ribu. Kami yakin, sembari menunggu nanti untuk menyampaikan apa yang menjadi penuh waktu. Lima poin itu untuk di masukkan ke pusat setelah ini bakalan di sampaikan pada pimpinan DPR.
Lalu: Tadi sudah di janjikan pulang dulu, nanti perwakilan akan di undang. Karena ini butuh waktu dan proses.
Banyak yang komentar: ‘Tidak meyakinkan huuu….’
Lalu: Perwakilan bapak ibu akan di undang Kembali. Kita akan bisa urai dengan baik dan cepat. Kami tidak ingin banyak janji. akan di undang Kembali. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk aspirasi bapak ibu sekalian.
Dan usulan: Kami ingin meminta bapak Andre untuk menyampaikan aspirasi kami ke presiden.
Bapak ibu setelah ini turun panggung. saya akan lapor segera ke ketua DPR dan partai ke presiden. Kita akan perjuangkan aspirasi bapak ibu semua.
Di rekam ya… Biar kita firalkan bersama.
Tuntaskan!
Sekarang kita menuju ke istana. Karena perwakilan kita tak meyakinkan.
Lalu pada berbondong-bondong. Orang sebanyak itu, tentu saja mengganggu jalan yang lebar. Tapi tetap tak mampu menampung, karena berkelompok, dan saling ingin menyuarakan isi hati.
Dan di jalan di cegat.
Tolong sampai kan aspirasi ini dengan sesuai aturan. Kepada siapa menuntut. Nanti kita komunikasikan. Nanti siapa tahu pihak istana atau perwakilannya akan datang ke sini. Ruas jalan di Jakarta padat. Tolong hargai kami. Silahkan kembali ke DPR. Jarak ke istana jauh. Silahkan mundur. Kalau korlab tidak bisa menertibkan para aksi, Ini tidak aksi damai namanya. Sekarang ruas jalan ini terpaksa kami tutup. Berarti ada profokasi. Sampaikan dengan tenang dan damai. Silahkan ke DPR. Kami cari cara untuk aksi anda. Tapi tidak di sini. Aksi berjalan, tetapi Orang lain juga bisa menggunakan hak-hak nya. Orang lain bisa juga menggunakan jalan.
Akhirnya pada bergerombol di depan Gedung wakil rakyat itu.
Ada saudara kita keguguran. Mereka tetap semangat menyampaikan aspirasi. Mereka ada yang Hutang dulu supaya bisa ke sini. Walau biaya hidup mahal. Bukan tak percaya. Tapi kalau sudah di sampaikan ke pihak yang kami inginkan, harapan untuk berhasil akan lebih besar lagi.
Akhirnya bubar.
Sesuai dengan waktu yang di izinkan kala meminta untuk ber-aksi.
“Nih pegang. Jangan sampai hilang. Buat besok lagi.“
“Lah, katanya kita mau demo lagi.“
“Iya…. kalau urusan belum beres. Makanya di simpan.“
“Kenapa suruh di buang?“
“Di simpan!“
“Kalau mau di buang mah, jangan di lipat.“
“Di simpan, budeg! Buat besok!“
“Gimana sih?“
Kawan Andre sembari membawa spanduk terlipat.
Dan mengguman-guman.
“Demo… demo…”
REFERENSI
1. Ribuan Pekerja Honorer Demo Tuntut PPPK Penuh Waktu | Beritasatu
2. Momen Polisi Cegah Massa Pekerja Honorer Bergerak dari DPR ke Istana
3. https://www.youtube.com/watch?v=FIEofZFPxlk
4. https://www.youtube.com/watch?v=8FAxKbHyQUw