Kisah dimulai pada hari Jum'at kliwon. Saat itu, jam menunjukkan pukul 12 malam. Namun, aku malah terbangun dari tidurku.
“Aduh, mana kebelet lagi," ucapku kemudian bergegas turun dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi.
Aku berjalan menyusuri rumah untuk pergi ke kamar mandi. Saat berjalan, aku mendengar suara dentingan piano. Tentu saja aku menjadi sangat bingung. Karena, aku tidak memiliki piano di rumahku.
Aku mendekati sumber suara itu. Terlihat seorang perempuan berbaju putih dan berambut hitam panjang sedang bermain piano. Awalnya aku tidak takut, tetapi semakin aku melihatnya, semakin terasa hawa menyeramkannya.
Aku masih terus memperhatikan wanita itu, meski sebenarnya aku sangat takut. Aku bingung harus melakukan apa. Saat sedang memperhatikan, aku tak sengaja menjatuhkan sebuah vas bunga hingga pecah.
Setelah mendengar pecahnya vas, perempuan itu berhenti bermain piano. Mendadak, jantungku berdebar dengan sangat kencang. Aku merinding ketakutan.
Perempuan itu berdiri dan kemudian memutar kepalanya ke belakang. Wajah seram perempuan itu terlihat dengan sangat jelas. Dia menatapku dengan tatapan kosongnya.
Aku bergegas untuk berlari masuk ke kamar lagi. Aku menutup pintu dan segera pergi ke kasur. Aku menutup diriku dengan selimut.
Tak lama kemudian, seseorang membuka pintu kamarku. Lalu, terdengar suara dentingan piano sekali lagi. Nafasku menjadi tak teratur.
“Aku mohon jangan mendekat," gumamku yang berharap hantu itu tidak mendekatiku.
Sesaat setelah aku berharap dalam hati, suara piano itu tidak terdengar lagi. Aku membuka selimut dan menghela nafas karena hantu itu telah pergi.
Namun, tiba-tiba seseorang memegang kedua bahuku dari belakang, seraya berkata, “Aku menemukanmu, hihihi."
—Tamat—