Di sebuah galaksi jauh yang tak terlihat oleh mata manusia, terdapat sebuah kerajaan bernama Aetheria. Kerajaan ini berdiri di atas awan kosmik yang berkilauan, di mana bintang-bintang lahir dan mati dalam tarian abadi. 🌌✨
Di tengah kerajaan, hiduplah seorang penjaga bintang muda bernama Lyra. Ia memiliki tugas menjaga Nebula Ilmu, sebuah awan energi yang menyimpan seluruh rahasia semesta. Namun, suatu malam yang sunyi, ia melihat sesuatu yang aneh—cahaya bintang mulai meredup satu per satu.
“Ini bukan pertanda baik,” gumam Lyra dengan cemas. Ia segera menemui Elder Orion, penasihat tertua di kerajaan.
“Lyra, waktunya telah tiba,” kata Orion dengan suara berat. “Seseorang telah mencuri fragmen cahaya dari inti Nebula Ilmu. Jika tidak dikembalikan, seluruh galaksi bisa lenyap.”
Tanpa ragu, Lyra berangkat dalam perjalanan berbahaya ke Kegelapan Antarbintang, tempat di mana kegelapan absolut bersembunyi. Bersama sahabatnya, Argo si Phoenix Api, mereka melintasi asteroid yang berkilauan dan planet yang berdenyut dengan kehidupan misterius.
Di ujung perjalanan, mereka bertemu dengan Umbra, sang Pencuri Cahaya. Umbra bukan makhluk jahat, melainkan entitas yang kesepian, yang hanya ingin membuat dunianya bersinar.
Lyra menatapnya dengan penuh empati. “Umbra, aku tahu kamu ingin keindahan, tapi semesta ini milik semua makhluk.”
Dengan hati yang luluh, Umbra mengembalikan fragmen cahaya yang ia curi. Seketika, Nebula Ilmu kembali bersinar terang, dan bintang-bintang di Aetheria berkilauan lebih indah dari sebelumnya.
Lyra pun kembali sebagai penjaga yang lebih bijak, dan Umbra pun diterima sebagai sahabat baru di kerajaan bintang. ✨
Tamat.