APA KAH AKU BISA MERASA KAN APA ITU KEBAHAGIAAN?
Pertanyaan ini selalu berputar di kepala ku, mengapa aku memikirkan hal seperti ini? Bukan kah itu sudah pasti? Semua orang berhak untuk bahagia kan? Tapi mengapa tidak dengan ku?
Aku juga ingin bisa tertawa demgam lepas, bukan untuk menutupi kesedihan ku.
Mungkin kata-kata itu benar, orang yang paling sering tertawa adalah orang paling sering merasakan kekecewaan dan orang yang paling keras suara tawanya adalah orang paling berisik pikirannya.
Rasanya capek menanggung semua masalah, semua tanggung jawab di pundak sendiri. Bahkan sampai terpikir kan hal yang paling ekstrim yaitu untuk mengakhiri hidup sendiri. Namun apakah dengan cara itu semua masalah akan teratasi?
Masalahnya tidak akan selesai, malah tertinggal untuk mereka yang masih hidup dan menambah masalah dan kesibukan baru untuk orang-orang di sekitar.
Padahal aku adalah anak perempuan tapi kenapa semua tanggung jawabnya diberikan padaku. Aku juga bukan anak tunggal, aku memiliki saudara tapi kenapa aku juga yang harus memikirkan masalahnya.
Aku tau aku adalah pemeran utama di kehidupan ku sendiri, tapi aku hanyalah pemeran figuran di kisah orang lain.
no one sees me as a pearl