Di sebuah desa terpencil jauh dari keramaian, hiduplah seorang pangeran di tengah tengah kerajaan, orang orang memanggilnya pangeran itu adalah pangeran gigi besar.
Pangeran ini tinggal di Kerajaan sebesar gigi yanka raksasa, karena itu dia dijuluki sebagai Pangeran gigi besar.
Sedikit informasi, pangeran yanka adalah makhluk legendaris di cerita ini yang di percaya memiliki tinggi mencapai 10.000 km di bawah permukaan tanah.
Ada salah satu faktor kenapa pangeran itu yang dijuluki sebagai Pangeran gigi besar, ya karena gigi nya sebesar kelinci dan setajam harimau, gigi nya dapat mengkikis siapapun termasuk penjajah Kerajaan nya, karena itu pangeran gigi besar sangat di hormati.
Namun, itu yang membuat pangeran insecure sekaligus bangga, perasaan nya campur aduk antara sedih dan senang.
Pada suatu hari, pangeran sedang menjelajah ke hutan untuk mencari obat racikan, memang pangeran suka sekali meracik obat obatan seperti itu.
Ditengah perjalanan pangeran sering ketemu makhluk kelinci albino dan gorilla hitam, setiap pangeran ke hutan, pasti hewan sejenis itu mengata-ngatain diri nya, pangeran dapat kemampuan untuk berbicara kepada hewan.
Pangeran adalah orang yang sabar, dia hanya lewat sambil tersenyum ke hewan itu, namun hewan itu masih dan terus menerus ngatain pangeran, tentu hal itu yang membuat pangeran gigi besar lebih insecure.
Hidup nya murung, hingga pada suatu hari, dia ketemu seorang gadis dari desa 87,nama gadis itu adalah putri.
Pangeran sangat mencintai putri dan hendak untuk menyatakan perasaan yang sebenar nya kepada putri itu, namun dia masih insecure dengan gigi nya yang besar dan runcing, dia takut akan menakut-nakuti putri.
Putri dikenal adalah gadis paling cantik di desa nya, dapat juga di sebut kembang desa, pekerjaan orang tua nya adalah sederhana, petani dan seorang nelayan, bukan hanya cantik, putri juga dibekali hati yang lembut selembut kain sutra, putri sering membantu orang tua nya dalam berdagang dan bertani.
Hal itu yang membuat pangeran kagum dan jatuh cinta pada putri, meski dia adalah anak biasa dari petani dan nelayan, pangeran tetap mencintai nya.
Namun pangeran tidak bisa memiliki putri, karena putri adalah orang biasa sedangkan pangeran gigi besar adalah bangsawan.
Hal itu membuat pangeran sangat kecewa dan akhir nya bunuh diri, gigi nya terbentur sangat keras dan retak, setelah itu Kerajaan pangeran pun hancur berkeping-keping..
TAMAT