Menjadi orang yang sukses pasti keinginan besar bagi seorang anak untuk melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah orang tuanya. Tapi mungkin tidak untuk Alena, seperti cerita seorang gadis cantik bernama Alena Alectrus yang sedang menempuh pendidikan di USA.
Alena merupakan gadis yang memiliki paras yang cantik dan anggun tetapi memiliki sifat yang keras dan tegas. Ia juga memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Dan itulah mengapa dia menempuh pendidikan di USA.
Selama pendidikan di sana, kefokusan Alena dalam belajar mulai berkurang di karenakan dia yang selalu rindu akan kenangan-kenangan keluarganya terutama ibunya.
Ayah alena seorang pengusaha kaya dan sangat tegas yang memiliki banyak akses terhadap kehidupan anaknya Alena.
Alena Alectrus yang hobi menulis cerita, novel dan suka membaca. dan bercita-cita untuk menjadi seorang penulis.
kringkringg, telfon berbunyi bersama dengan suara burung yang indah di pagi hari. Alena pun terbangun dari tidurnya, sambil berkata: Ah dia lagi yang nelfon, kirain sean. Sambil mengangkat telfon.
Ayah: Alena, tugas kamu di sana belajar dengan baik. Jangan buat Ayah marah dengan kelakuan kamu yang buruk. mengapa ayah alena dengan lantang mengatakan hal tersebut?
Alena kesal, merasa ia tidak perlu di urus dan ingin mematikan telfon dengan segera sambil mengkerutkan wajahnya
Alena: Saya bisa urus diri saya sendiri, Anda urus saja diri anda istri baru anda!!
Ayah: Bisa gak sih kamu nerima clara dengan baik?! sambil menaikkan nada bicara. Dia ibu kamu sekarang, Alena. Dan Ayah gak suka kalo kamu selalu menjelekkan dia di depan Ayah. Clara adalah ibu yang baik, dia selalu perhatian sama kamu. Tapi kamu? Ayah gak ngerti dengan jalan pikiran kamu sekarang!!
Alena: Ohh anda menyalahkan saya sekarang? Mamah saya sedang berjuang mati-matian melawan sakitnya di ruang ICU, selama hampir seminggu Koma dan berusaha untuk melawan penyakitnya. Dan saya yang berusaha untuk memberikan semangat walau hanya lewat doa dan harapan agar mamah saya bangun. Tapi ANDA? Anda kemana Damian Axelle? anda sibuk dengan perempuan itu kan? sambil tertawaa sedih dan mulai menangis. anda meninggalkan ibu saya sehari sebelum ia kehilangan nyawanya hanya karena perempuan itu kan? dan sekarang dengan lantang anda menyalahkan saya?
Ayah: Ayah minta maaf Alen, maafkan Ayah
Alena: sampai saya mati, saya gak akan maafkan anda Damian Axelle.
Alena pun langsung mematikan telfon, sambil menangis mengenang perlakuan ayahnya terhadap ibunya.
Tak lama kemudian, kembali bunyi telfon berdering. Alena hanya menghiraukan telfon tersebut, dan mengira itu adalah ayahnya. setelah 3 kali berbunyi, Alena melihat ke arah telfonnya sambil berkata "ehh sean astaga" sambil mengangkat telfon
Sean: Lama amat sih ngangkatnya len, sibuk banget ya pagi ini?
Alena: engga kok, tadi kirain dia yg nelfon eh taunya kamu
Sean: dia? dia siapa? "dengan nada bingung"
Alena: dia itu lohh
Sean: Ayah kamu?
Alena: ya, tadi dia nelfon aku dan yah kami berantem lagi deh
Sean: Alena "dengan nada lembut" kamu jangan terlalu lama yah marahnya, dia kan ayah kamu. gabaikk tauu
Alena: sean, sampai kapanpun aku ga akan ngelupain apa yang dia buat ke mamah
Sean: udah udah, mandi gih. kamu masuk kan hari ini?
Alena: ehh iya lupaa astaga, masuknya jam set 8
Sean: HAHAHA, sean tertawa sambil berkata "si cantik masih pagi udah marah-marah aja, hampir terlambat kann. udah yaa nanti chat aku kalo udah selesai. ku jemput kan?
Alena: iyaa babyboy
dan mematikan telfon
untung saja ada si cantik yang selalu bikin aku ngerasa aman dan ngembira setiap hari, namanya Alena Alectrus. "sambil tersenyum salting"
mereka sama-sama merasa saling beruntung karena saling memiliki satu sama lain.