Detik berlalu menjadi menit, menit bersambung menjadi jam. Roda waktu terus berputar sampai menunjukan 3 nomor kalender terlampaui.
Sudah 3 hari semenjak insiden itu, Seorang pemuda terbujur kaku dengan alat memonitoring jejak nyawanya.
Sampai saat ini, belum ditemukan tanda tanda sadar atau hanya sekedar merespon rangsangan lewat gerakan. Infus sudah berganti beberapa kali, tapi entah kenapa, waktu seakan membeku dan mengurungnya dalam alam mimpi.
Di dalam ruangan serba putih itu, suara alat medis terus berdetak dalam irama yang monoton, seolah menjadi pengingat bahwa kehidupan masih bertahan di batas yang tipis. Cahaya lampu di langit-langit berpendar lembut, menyelimuti tubuh pemuda itu yang terbaring tanpa perlawanan. Wajahnya pucat, bibirnya kering, dan kelopak matanya tertutup rapat, menyembunyikan kisah yang mungkin sedang berlangsung di alam bawah sadarnya.
Di sisi ranjang, seorang wanita duduk dengan tatapan kosong. Jemarinya menggenggam tangan pemuda itu dengan erat, seakan takut jika suatu saat pegangan itu akan terlepas selamanya. Dia menghela napas berat, mencoba mencari kehangatan dari kulit dingin yang disentuhnya.
"Kenapa kau masih diam?" bisiknya lirih, suaranya bergetar di antara harapan dan ketakutan.
Di luar kamar, dokter dan perawat berlalu-lalang, berbisik satu sama lain tentang kondisinya yang tak kunjung membaik. Mereka menyebutnya "koma tanpa sebab jelas," sebuah kondisi yang bahkan teknologi medis tercanggih pun belum bisa menjelaskan sepenuhnya.
Namun, di dalam pikirannya yang terjebak di dimensi tak kasat mata, pemuda itu berjuang dalam sunyi. Ia berada di sebuah tempat asing, di mana waktu tak memiliki arti, dan segala sesuatu terasa seperti bayangan samar yang sulit dijangkau. Suara-suara bergema di kejauhan, memanggil namanya, namun langkah kakinya terasa berat, seolah ada sesuatu yang menahannya untuk kembali.
"Apa ini...?" suara samar itu terdengar seperti miliknya sendiri, namun tak ada siapa-siapa di sekitarnya.
Di dunia nyata, wanita itu terus menunggunya dengan setia, sementara roda waktu terus berputar tanpa belas kasihan.