Di sebuah kota kecil hidup lah seorang Allysa yang hidup seorang diri dirumahnya, ia merupakan seorang yatim piatu sejak umurnya yang ke 10 tahun, semenjak itu hidup nya ditemani oleh neneknya yang saat itu umurnya menginjak 80 tahun, setelah Allysa menduduki bangku SMA kelas 3 neneknya pun meninggal di usia nya yang kini 87 tahun, ia mengalami depresi karena ditinggalkan oleh anggota keluarga yang ia cintai, ia sangat cemas dan sedih akibat hal tersebut, oleh karena itu nilai-nilai nya pun menurun dari yang semula nilai nya 95 hingga 100 lalu menurun ke 50 hingga 70, dan dia pun jadi tidak memiliki niat untuk pergi ke sekolah sehingga saat semester 1 ketidakhadiran nya mencapai angka 50.
Sahabat nya pun menyemangati dia untuk tidak depresi dan harus bangkit dari masa lalu, tetapi ia pun tetep kekeh kalau dia tidak bisa hidup tanpa mereka ~ ujar Allysa
Sehingga ia pun ingin mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung kan diri nya pada tali, sesaat ia ingin mengakhir hidupnya dia pun mendapat kan pesan dari orang yang tidak dikenal mengirimkan uang sebesar 100 ribu hingga 1 juta rupiah, uang itu pun dikirim secara terus menurus hingga saldo dia mencapai angka 7.7 juta rupiah, Allysa pun bangkit dari hidupnya dan tidak jadi mengakhiri hidupnya, orang yang tidak dikenal itu mengirimkan pesan kepada dia bahwa Allysa harus masuk ke sekolah di esok hari.
Dikeesokan harinya ia datang ke sekolah untuk bertemu sahabat nya, sahabat nya pun sangat senang ia datang ke sekolah, ia menanyakan kepada sahabatnya "Kamu juga dikirimin duit juga kah sama orang gak dikenal? ", sahabatnya pun yang bernama Kelina mengiakannya, Kelina memberi tahu kepada Allysa bahwa semua murid di sekolah kita dikirimkan duit oleh orang yang tidak dikenal, Kelina pun mengajak Allysa untuk pergi ke kantin untuk memborong makanan dari uang yang ia dapatkan dari orang tak dikenal itu, secara tiba-tiba ada petasan yang mengarah ke arah sekolah dan asap yang menyelimuti lingkungan sekolah, orang-orang pun melihat ke arah sana karena penasaran dan muncul lah drone kearah mereka, orang-orang pun bertepuk tangan karena menyadari hal itu merupakan pesta drone, adapun orang yang memvideokan kejadian tersebut, Allysa dan Kelina yang menyadari hal tersebut langsung pergi ke kelas untuk menghindari kebisingan
Sehingga...
Mati lampu di kelas mereka dan keheningan pun mulai terjadi..
Allysa dan Kelina pun keluar kelas untuk melihat apa yang sedang terjadi, selang melihat keadaan langit pun berubah menjadi gelap , awan hitam pekat menutupi matahari dan angin kencang pun mulai berhembus lalu datang lah hujan deras secara tiba tiba menutupi arah pandangan mereka, setelah 5 detik hujan pun mulai reda dan langit pun berubah menjadi malam, "Apa yang sedang terjadi saat ini, dimana semua orang? apakah kita akan meninggal? " Tanya Kelina, Allysa menghela nafas lalu menenangkan Kelina terkait kejadian yang menimpa mereka, mereka pun ke kelas untuk mencairkan suasana, selagi Kelina menangis Allysa melihat ada dua handphone di meja guru, Allysa pun menepuk pundak Kelina dan menunjuk ke arah hp tersebut, tiba-tiba hp itu mengeluarkan suara "Pendaftaran Berhasil, Permainan ke 1 akan segera dimulai! " setelah mendengarkan suara itu Allysa pun menyadari bahwa sidik jari dia dan Kelina telah terscan.
"Permainan apa ini!? " Sontak Allysa kebingungan..
Lihat alur lengkap nya di Novel Alice In Schoollands --->>>