Aku masih ingat hari itu, ketika aku kehilangan ibuku. Aku baru berusia 12 tahun, dan hidupku berubah secara drastis. Ayahku bekerja sebagai tukang ojek, dan aku harus membantu menjaga adikku yang masih kecil.
Hari-hari berlalu, dan aku merasa semakin berat. Aku harus menghadapi kenyataan bahwa ibuku tidak akan pernah kembali. Aku merasa sedih dan kesepian, dan aku tidak tahu bagaimana cara menghadapi semua ini.
Suatu hari, ketika aku sedang berjalan-jalan di sekitar rumah, aku melihat seorang nenek yang sedang duduk di teras rumahnya. Ia tersenyum padaku, dan aku merasa sedikit lebih baik.
Aku mulai mengunjungi nenek itu setiap hari, dan ia selalu menyambutku dengan senyum. Ia menceritakan tentang kehidupannya, tentang suaminya yang sudah meninggal, dan tentang anak-anaknya yang sudah dewasa.
Aku merasa bahwa nenek itu mengerti apa yang aku rasakan. Ia tidak pernah mencoba untuk menghiburku dengan kata-kata yang tidak berguna, tetapi ia hanya mendengarkan dan menyambutku dengan senyum.
Suatu hari, ketika aku sedang berjalan-jalan dengan nenek itu, aku melihat seorang anak kecil yang sedang menangis. Ia kehilangan ibunya di pasar, dan tidak tahu bagaimana cara menemukannya.
Aku merasa sedih melihat anak itu, dan aku ingin membantunya. Nenek itu juga merasa sedih, dan ia meminta aku untuk membantu anak itu menemukan ibunya.
Kami berjalan-jalan di sekitar pasar, dan akhirnya kami menemukan ibu anak itu. Anak itu sangat gembira, dan ia memeluk ibunya dengan erat.
Aku merasa bahagia melihat anak itu bersatu kembali dengan ibunya, dan aku juga merasa bahwa aku telah membantu seseorang. Nenek itu tersenyum padaku, dan aku merasa bahwa aku telah menemukan sesuatu yang berharga.
Dari hari itu, aku merasa bahwa aku telah menemukan tujuan hidupku. Aku ingin membantu orang lain, dan aku ingin membuat mereka bahagia. Aku merasa bahwa aku telah menemukan senyum di balik airmataku.