Sachi adalah seorang anak perempuan yang berkepribadian baik. Memiliki paras yang cantik, rambutnya lurus berwarna hitam legam. Saat ini ia duduk di bangku kelas tiga Sekolah Menengah Akhir (SMA).
Ia termasuk tipikal orang yang periang, namun beberapa waktu ini Sachi sering kali terlihat aneh, suka menyendiri, berbicara sendiri, bahkan beberapa temannya sering melihat Sachi melamun di ayunan yang ada ditaman sekolah.
Di asrama sekolah.
Pukul 00 : 00
Yumi yang merupakan teman satu kamar Sachi tengah berjalan di koridor sekolah berniat untuk pergi ke toilet.
" Aduh serem banget si ini tempat kalau malem-malem begini. "
Tiba-tiba langkah Yumi terhenti saat melihat Sachi yang tengah berjalan menuju taman sekolah.
" Hah?! Sachi ngapain tengah malem gini pergi ke taman. " Katanya penasaran
Rasa penasaran itupun lantas membuat Yumi, berlari mengikuti temannya.
" Ci... Tunggu... " Panggil Yumi, tetapi Sachi menghiraukan nya.
Setibanya di taman, Yumi melihat Sachi tengah duduk sendirian di ayunan, dengan napas yang tersenggal-senggal Yumi mencoba untuk memanggil temannya.
" Sachi ngapain disitu, ayok balik ke kamar udah malem kalo bu Nirmala tau kamu keluyuran tengah malem gini, kamu bisa dihukum. " Ajak Yumi
Sachi masih diam, ia tak menjawab bahkan tak menoleh kaerahnya, karena sedikit kesal Yumi memutuskan untuk menghampiri temannya.
" Ayok. " Ajak Yumi sembari mengenggam tangan Sachi, " Ci tanganmu dingin banget udara malem ini nggak baik buat kesehatan. " Lanjutnya
Tak lama setelah itu, sebuah langkah kaki terdengar mendekat.
Yumi mencari-cari asal suara tersebut, dan betapa terkejutnya ia saat melihat sosok seperti Sachi sedang berjalan di koridor sekolah.
" Sa.. Chi.." Katanya tergugup.
Ia menelan ludah kemudian, menoleh kearah Sachi yang tengah bersamanya.
Yumi semakin dibuat terkejut, saat melihat kearah ayunan tepat Sachi duduk tadi, temannya tidak ada disana dan yang ia pegang tadi bukanlah sebuah tangan melainkan rantai-rantai ayunan.
Yumi yang ketakutan berlari sekuat tenaga sambil berteriak,
" Hantuuuuuuuuu!!!!!! "
•••
Setelah kejadian beberapa hari lalu, asrama terlihat menyeramkan ditambah lagi dengan prilaku Sachi yang membuat jantung orang berdegup begitu kencang.
Bagaimana tidak setiap tengah malam dirinya selalu berjalan kearah taman, kemudian duduk sendirian di ayunan. Kadang-kadang juga Sachi kepergok tengah berbicara sendirian.
Suatu hari, seorang siswi baru masuk ke sekolah mereka. Ia bernama Natasha. Natasha ini mempunyai sixtseen atau indera keenam.
Kebetulan juga dirinya ditempatkan satu kamar dengan Yumi dan Sachi. Ketika masuk kedalam kamar, tak sengaja Natasha dan Sachi bertabrakan.
Natasha yang seorang indigo pun mendapatkan penglihatan. Sementara Sachi terlihat marah, matanya melotot kemudian ia berjalan meninggalkan Natasha.
Besoknya.
Natasha yang penasaran mencoba untuk menelusuri hal-hal yang berkaitan dengan Sachi kepada Yumi.
Di kantin sekolah.
" Mi, aku mau tanya boleh enggak? "
Yumi mengangguk, " Nanya apa Na? "
" Tentang Sachi. " Lanjut Natasha
" Hmm kenapa kok kamu mau tau tentang dia. "
" Waktu aku nggak sengaja nabrak dia, aku kaya dapetin penglihatan gitu. "
" Hah?!! Berarti kamu indigo dong. " Suara Yumi naik satu oktaf
" Ssstttttttt.... Jangan keras-keras. "
" Hehe iya iya maaf, yaudah aku bakal ceritain tentang Sachi tapi kamu janji ya jangan bilang-bilang sama Sachi nya. "
Natasha mengangguk.
" Sachi itu orang nya nggak sombong, periang, tapi lima bulan yang lalu kamar yang kita tempati itu pernah kebakaran, dan memakan banyak korban. "
" Maksudnya meninggal? " Sela Natasha.
Yumi menggeleng, " Nggak semuanya, beberapa korban sih berhasil diselamatkan cuma dapat luka-luka yang berat gitu, tapi satu korban yaitu sahabat nya Sachi meninggal terbakar hidup-hidup."
Natasha terkejut, " Lantas? "
Yumi menarik napas, " Sejak kejadian itu hal aneh terjadi sama Sachi, dia sering ngobrol sendirian, dan yang lebih serem setiap tengah malam dia selalu duduk di ayunan taman, dan....
" Dan apa yum? "
" Kadang-kadang banyak sosok yang menyerupai Sachi. Dia sering jalan di area asrama pas tengah malam. "
Natasha menarik napas, " apa yang kamu bilang itu, benar kok yum tapi nggak semuanya. "
kening Yumi berundak-undak, " maksudnya? "
" ayok ikut aku. " Natasha mengajak Yumi ke gudang sekolah disana Natasha memberikan surat kabar yang beberapa hari lalu tak sengaja ia temukan, saat tengah mengikuti Sachi.
" apa itu Na? " tanya Yumi.
Lalu, Natasha pun menyerahkan surat kabar tersebut yang berisi tentang kejadian lima bulan lalu yang menewaskan beberapa siswa termasuk Yumi.
" enggak, ini nggak mungkin! " mata Yumi berkaca-kaca.
" tapi ini kenyataannya yum. Selama ini kamu sudah tiada, dan sahabat Sachi yang kamu cerita kan tadi tidak lain adalah dirimu, kamu belum bisa menerima kematianmu sehingga kamu selalu merasa bahwa kamu masih hidup. "
Yumi menangis, kedua telapak tangannya menangkup diwajah nya.
" Sejak kejadian itu Sachi memang menjadi pemurung, tapi yang sebenarnya selalu kamu lihat di ayunan, di koridor sekolah, itu adalah dirimu sendiri, Sachi tidak pernah pergi kesana, kamu yang menunggu Sachi di ayunan itu, kamu selalu berhalusinasi itu sebabnya kamu berpikir bahwa Sachi selalu berbicara sendirian. Maafkan aku tapi inilah yang sebenarnya Yumi. " tutur Natasha.
tidak lama setelah itu tubuh Yumi yang asli mulai terlihat. Dia mengenakan baju tidur, seluruh tubuhnya melepuh, salah satu matanya hilang. Darah dan nanah mengalir dari sana.
" Pergilah dengan tenang, ini bukan lagi duniamu Yumi, aku berjanji akan selalu menjaga sahabatmu. "
Yumi menangis, kemudian tubuhnya perlahan menghilang menyisakan kabut putih yang mengelilingi tempat dimana ia berdiri tadi.
★ the end ★
- Jangan sendirian! Mereka yang tak terlihat bisa saja menemani malammu. -