Ratusan kali aku berkata bahwa "Aku tidak akan menyia-nyiakan cintaku pada orang yang sama" tapi bagi sahabat ku itu hanya bualan semata. Kenyataannya aku tidak pernah belajar dari pengalaman ku sebelumnya dan membaca buku yang sama.
Awalnya aku dengan laki-laki itu hanya sebatas teman, tapi seiring berjalannya waktu, perasaan kami mulai berubah dan aku semakin nyaman dengan nya. Aku sangat ingat momen paling bahagia dan awal mula kisah cintaku dimulai pada hari itu, laki-laki itu menyatakan perasaannya padaku tentunya dengan mudah aku menerimanya, aku tidak pernah berfikir kalo kisahnya akan terulang kembali.
Laki-laki itu sangat baik dan begitu peka padaku, tapi semakin lama hubungan kami semakin tidak jelas, kami sering sekali salah paham satu sama lain, dan orang yang selalu menengahi hubungan kami itu sahabat ku sendiri, dia selalu memberikan saran padaku untuk mempercayai pasangan ku, dia juga memperingati laki-laki itu untuk tidak macam-macam di belakangku, hubungan ku dengannya tetap berjalan berkat bantuan dari sahabat ku meski itu tidak bertahan lama.
Dan dari situ aku mulai merasakan Dejavu, aku ingat aku pernah melewati cerita ini dengan orang yang berbeda dan mengalami akhir yang menyakitkan.
Aku selalu berharap laki-laki itu tidak membuang ku seperti masa lalu ku, mau bagaimana pun aku mengharapkan akhir bahagia dari novel tragis yang aku baca lagi itu adalah sesuatu yang bisa dibilang mustahil, pada akhirnya aku mengalami akhir yang sama seperti di masa lalu. Tetapi bodohnya aku malah memberikan semua cinta yang aku miliki untuk laki-laki sepertinya, hingga sampai kapanpun aku tidak bisa melupakannya.