Suatu hari ada gadis yang bernama fia yang tinggal di sebuah desa, dia bersaudara sebanyak 5 orang dengan jarak yang berdekatan dan fia sendiri anak ke-3 atau bisa di bilang anak tengah dengan ayah ibu yang masih hidup, dan Fia gadis ceria walaupun ceria banyak luka yang dia pendam, suatu ketika yang tidak diinginkan terjadi...
....
Saat SMA fia baik-baik saja dalam keluarganya, sangat harmonis dan bisa dikatakan keluarga Cemara. Keluarga yang berada, dan selalu pergi berlibur dengan memakai pakaian yang selalu sama/kembar, yah kalau orang lihat mungkin sangat iri. Berjalannya waktu Ya mungkin karena sudah dewasa semua satu persatu saudaranya fia sudah kuliah termasuk kakak, abang dan fia sendiri dan dua adiknya satu masih SMA dan yang satunya Masih SMP.
....
Setelah lulus SMA fia berencana untuk kuliah di kota yang dekat dari desanya namun dengan terpaksa di haruskan untuk merantau.
....
Fia sudah mendaftar di berbagai universitas tetapi tidak ada yang dilulusinya, namun suatu ketika fia lulus di dua universitas, satunya beberapa jam dari desanya sedangkan universitas satunya harus menggunakan pesawat baru tiba di sana. Fia sangat frustasi harus memilih universitas karena dua-duanya sangat bagus, sehingga dia bertanya kepada keluarganya yang mana lebih bagus, ya tentu saja keluarga fia memilih untuk merantau karena bisa di bilang fia ini orang berada jadi ngga masalah kalau dia merantau apa lagi jurusan yang fia pilih di universitas jauh itu atau universitas yang ada di Yogyakarta lebih bagus daripada yang universitas dekat desanya. Fia tidak bisa nolak apa lagi ibunya yang kekeh menyuruh dia kesana karena ada abangnya yang menjaga dia, abang yang anak ke-2 dengan jarak satu tahun dengan fia
....
Fia yang sudah pergi menggunakan kendaraan pribadi menuju bandara untuk ke Yogyakarta, dengan rasa yang sedih karena tidak mau jauh dari orang tuanya termasuk ibunya karena walaupun tidak dekat fia tetap sayang karena takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Dalam perjalanan dia selalu memikirkan hal-hal yang tidak penting dan tiba waktunya dia sudah di bandara yang dimana di antar sama kedua orangtuanya, tetapi salah satunya ikut dengan fia karena pertama kalinya fia pergi jauh dan menggunakan pesawat jadi mau tidak mau ibunya fia yang pergi karena ayahnya yang sedang bekerja.
....
Fia sudah tiba di Yogyakarta tempat dimana dia akan berkuliah, di bandara Yogyakarta sudah di tunggu sama abangnya karena kedatangan fia dan ibunya. Selama perjalanan fia memerhatikan pemandangan yang di luar mobil (yap fia menggunakan mobil untuk pergi di kosan abangnya). Tidak terasa dalam perjalanan itu fia sudah tiba di kosan abangnya (sebenarnya ngga boleh cewe masuk kosan cowo tapi karena keluarga ya tidak masalah itupun hanya beberapa hari saja sampai ibu fia balik ke desa). Sesampainya di kosan betul saja, karena dalam perjalanan yang panjang fia dan ibunya beristirahat dan akan melanjutkan ke esokan harinya.
....
Ke esokan harinya fia, abang dan ibunya pergi ketempat kosan yang abangnya carikan untuk fia, sesampainya di kosan fia dia membersihkan kamar dan juga menyimpan barang-barang fia. Setelah membersihkan semuanya fia, abang dan ibunya pergi tempat indah yang ada di Yogyakarta salah satunya Malioboro karena fia pertama kali menginjak Yogyakarta beda dengan ibu dan abangnya yang sudah bosan dengan pemandangannya karena demi fia ibu dan abangnya mengikuti kemauan fia. Ya tidak terasa beberapa hari ini fia, abang dan ibunya menikmati kota Yogyakarta tiba saatnya ibunya pulang, fia dan Abangnya mengantarkan ibu ke bandara selama perjalanan menuju bandara baik" saja masih bercanda gurau, tibanya di bandara salam perpisahan abang dan ibu yang saling peluk ya disitu abang nangis karena berpisah, saat fia dan ibu berpelukan ibu menangis tidak dengan fia karena fia menahan biar ibu tidak menangis tetapi tetap saja ibunya nangis namum fia tetap menahan air matanya, ya tiba ibunya sudah pergi menjauh dari fia dan abang, fia merasa ingin nangis tapi malu dengan abangnya jadi dia hanya tersenyum melihat ibunya pergi beda dengan abang yang tetap menangis melihat ibunya pergi. Dari salam perpisahan ini fia tidak pernah berpikir kalau itu adalah hari terakhir perpisahan bertemu ibunya.
....
Beberapa hari kemudian fia sudah duduk di bangku kuliahnya dia bertemu banyak teman, selama kuliah fia tetap berkomunikasi dengan video call bersama ibu walaupun jam istirahat di kampus tetap fia telpon, fia suka mengenalkan ibunya dengan temannya karena ibunya sangat cerewet dan bisa bergaul dengan teman-teman fia begitupun dengan teman fia selalu menanggapi yang ibu fia bilang jadi teman fia serasa teman ibunya fia juga. Hari-hari fia menjalankan aktivitasnya di kampus seperti biasanya, berselang 3 bulan fia merasa ada yang tidak beres fia merasa cemas karena kemarin ibunya tetap menelpon fia tetapi satu harian ini fia tidak pernah menelepon ibunya tetapi sebelum itu memang ibunya menelpon tapi fia tidak mengangkatnya karena sedang tidur tapi pas di telpon balik sudah tidak di angkat. Awalnya fia biasa saja tapi entah kenapa dia pengen menelpon dengan ibunya jadi fia berinisiatif menelpon lagi tapi tidak ada balasannya ya sudah fia chat adeknya bertanya mama mana tapi jawaban adeknya ibu sedang pergi ke tempat teman, fia tidak berpikir aneh lah jadi dia melanjutkan tidurnya karena besoknya mau kuliah lagi, tetapi pada saat jam 4 subuh fia bangun cek hpnya dia melihat grup keluarganya sangat ribut pas di buka betul saja rasa cemasnya terjadi ibunya masuk rumah sakit fia nangis histeris karena merasa di bohongi sama adeknya yang dimana ibunya sedang keluar sedangkan ibunya sudah berada di rumah sakit terbaring lemah.
....
Menjelang 2 Minggu, fia hanya video call sama keluarga untuk mengetahui keadaannya tetapi ayah di hari itu menelpon kami kalau ibu sudah kritis dan sempat tidak bernafas lagi, jadi kami ber-3 di suruh pulang untuk melihat keadaan ibu, fia dan abang dari Yogyakarta sedangkan kakak dari Jakarta. Fia dan abang tiba duluan mereka pergi melihat ibunya sudah terbaring kritis fia dan abang masuk satu" karena mengikuti aturan rumah sakit, saat tiba fia yang masuk ya tentu fia menahan air mata dan ngomong ke telinga ibu kalau "fia sudah datang, tunggu kakak karena sudah dalam perjalanan", beberapa jam kemudian disitu kakak sudah berada di bandara dan saat itu pun juga ibu menghebuskan nafas terakhirnya. Itulah hari dimana mereka semua bersedih, kami merasa sudah tidak bahagia lagi karena ibunya sudah tidak ada, tidak ada yang menemani curhat, berkeluh kesah, bersenda gurau mereka merasa hancur walaupun masih ada ayah yang dimiliki tapi itu terasa beda
....
Dengan ibunya yang sudah meninggal mereka tetap menjalani semua kegiatannya walaupun tidak ada yang memerhatikan mereka lagi.
....
Beberapa minggu kemudian fia membuka Facebook, fia melihat postingan ayahnya yang memposting foto dengan ibu dan ada wanita satu lagi dengan kata-kata yang fia tidak mengerti, tapi disitu fia tidak berpikiran hal-hal negatif, sampai suatu ketika fia di telpon ayahnya, ayahnya meminta pendapat menceritakan wanita dengan sifat ini bla bla bla, tapi fia merasa pusing jadi mematikan telpon tersebut lalu menelpon saudaranya maksud dari kalimat ayahnya apa?, ternyata setelah menelpon saudaranya fia shok apa yang di ceritakan kepadanya, ternyata ayahnya sudah memiliki wanita baru lagi sedangkan ibunya baru beberapa minggu meninggal. Fia merasa orang yang paling bodoh karena selalu disembunyikan masalah yang terjadi dan dengan telinganya sendiri mendengarkan yang tidak di inginkan. Fia dan saudara di hasut sama tante-tantenya untuk selalu meminta uang untuk biaya kuliahnya karena tantenya sudah tahu seluk beluk dari wanita itu, takutnya mereka bersaudara tidak di biaya sama ayahnya lagi. Ya betul saja mereka semua cekcok sama ayahnya karena makin hari ayahnya merasa berkuasa dan tidak memperdulikan mereka.
....
Suatu ketika ayahnya sudah tidak memiliki pekerjaan lagi karena selalu izin tidak masuk kerja karena sakit padahal selalu menemui wanita itu. Ayahnya makin hari makin menjengkelkan selalu memakai kekerasan kepada saudara fia yang ada di desa karena ayahnya pikir saudaranya pembangkang dan berpikir harta yang ibu tinggalkan itu milik ayahnya karena semua perbaikan dan prosesnya memakai uang ayah tapi saudara dan fia merasa itu hak dari kami bersaudara. Selama berbulan bulan mereka bertengkar ayahnya tetap memutuskan untuk menikahi perempuan itu karena gengsinya yang terlalu tinggi biar tidak malu di depan semua orang yang ada di desa itu. Fia dan saudara sudah muak dengan drama ini karena betul saja ayahnya sudah tidak membiayai mereka karena ayahnya sudah kehilangan pekerjaannya dan tidak memiliki uang lagi.
....
Dengan semua kisah drama yang mereka jalani kakak pertama fia lulus, lalu pulang untuk menjaga adik-adiknya di desa dan melanjutkan usaha ibunya yang ibunya tinggalkan kepada mereka.
....
Kisah dari fia memang terlihat seperti drama yang ada di tv tapi sekarang fia dan saudara sudah bodoh amat tidak memperdulikan ayahnya lagi mau melakukan apa lagi karena sudah capek melewati drama ini
....
Suatu ketika fia dan abang masih kuliah dan tidak tau dimana mengambil uang untuk biaya kuliahnya jadi kakak berinisiatif untuk menjual sawah mama yang ada di desa untuk biaya kuliah mereka. Berjalannya waktu mereka berkumpul lagi di saat lebaran tetapi fia dan abang pulang beberapa hari sebelum lebaran, yaa hari ke hari baik baik saja tapi sampainya di hari itu fia dan kakak beradu mulut banyak kata-kata yang tidak enak di dengar dan merasa tersinggung dan disitulah mulai berdebat dan abang yang mengucapkan kata "ini semua gara-gara ayah jika tidak ada wanita itu keadaan kita tidak begini, kita memiliki kebahagiaan seperti dulu" ya betul saat abang yang ngomong semuanya diam, fia dan kakak yang bertengkar pun diam, tetapi kakak mengangkat bicara lagi dan mengatai fia dan saudara lainnya untuk mengeluarkan semua unek" yang ada di hatinya, fia yang mendengar itu sudah merasa muak dan keluar dari dalam situ, kakak dan abang yang bertengkar karena abang yang sedari tadi diam langsung di marahi juga, fia yang tidak bisa mendengar adanya pertengkaran tersebut mengambil pisau untuk mengiris tangannya karena muak dengan keluarganya yang berantakan ini, tetapi tiba-tiba abang datang untuk menghentikan itu untung saja fia hanya memiliki goresan saja karena pisaunya tidak tajam dan memiliki lebam karena abang yang melempar fia supaya menghentikan apa yang di lakukan fia.
....
Setelah kejadian itu fia dan abang pergi ke perantauan lagi...
Dari semua kejadian fia merasa lebih baik mencari uang untuk dirinya biar tidak menjadi beban di keluarganya dan membenarkan apa yang kakaknya bilang pada saat bertengkar. Fia yang masih kuliah ini berfikirlah untuk freelance karena kebanyakan freelance dirumah saja,jadi karena dia tidak ada waktu untuk pergi kerja sampingan dia cari-carilah pekerjaan itu di google. Fia mendapatkan pekerjaan itu dia hanya perlu mentransfer uangnya lalu pesan barang yang di suruhkannya dan akan mendapatkan komisi dan ternyata itu semua hanya tipuan dan fia kehilangan uang sebanyak 14jt dan tentu itu uang pribadi dia untuk membayarkan kuliahnya. Fia merasa frustasi, dia mau bunuh diri karena pikirannya sudah tidak jernih lagi, tetapi dia menelpon salah satu temannya ternyata temannya itu tidak membantu, temannya malah memanfaatkan fia dengan masalah percintaannya.
....
Dengan keadaan fia sekarang dia tidak boleh berhenti sampai sini perjalanannya masih panjang jadi dia memberitahukan lagi kepada beberapa temannya dan temannya itu membantunya ke kantor polisi dan sampai disana jawaban polisinya menunggu beberapa minggu lagi. Tapi fia tidak bisa menunggu kalau dia begini terus dia tidak bisa bayar kuliah karena tentu saja uang itu adalah uang kuliahnya, fia tidak mau memberitahukan keluarganya karena keadaannya sekarang juga tidak memiliki uang jadi fia harus berusaha sendiri untuk mendapatkan uang, fia menghitung setiap tanggal untuk membayarkan kuliahnya, dengan cara itu fia mengumpulkan uang mingguannya untuk membayar kuliahnya
....
Hari demi hari fia menjalankan hidupnya dengan sengsara karena harus membayar uang kuliahnya dengan memotong uang mingguannya setiap minggunya, satu semester sudah fia lewati dan sudah membayarnya, sisa satu semester lagi yang belum fia bayarkan, sampai sekarang fia merasa frustasi dengan apa yang dia lakukan, uang semester terakhir tidak bisa dia bayar kan dia tidak tau dimana dia mengambil uang untuk membayar.
....
....
Kisah fia sangat sedihkan dimana dia mendapatkan banyak tekanan di tambah lagi dia harus membayar uang kuliahnya ntah dari mana uang dia dapatkan lagi, masih banyak kisah fia yang tidak bisa di ungkapkankan, ini hanya kisah yang memberikan pelajaran kepada orang-orang bahwa tidak semua selalu di atas kadang harus merasakan di bawah juga.
....
Dan kisah fia(nama samaran) sendiri adalah kisah aku sendiri, aku hanya mengeluarkan semuanya yang ada di kepalaku, saya sudah capek menyimpan semuanya di kepalaku, kepalaku sudah terasa pecah, terimakasih sudah membacanya maaf jika membuat kalian sedih,kecewa dan jengkel melihat fia(dirisaya)☺️☺️