Cahaya dan kegelapan tak selalu seperti yang kau pikirkan.
Ketika Aurora, seorang penjaga cahaya, bertemu Kael, sosok penuh misteri dari bayangan, dunia mereka saling bertabrakan. Rahasia terungkap, batas keyakinan diuji, dan hati mulai bimbang.
Di antara dua sisi, mana yang akan kau pilih?
Baca "Two Side" di karya saya dan temukan kisah yang penuh romansa, intrik, dan pilihan yang mengubah segalanya.
●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○
Hari itu, Aurora memutuskan untuk berjalan-jalan agar bisa mengalihkan pikirannya. Sambil menatap langit cerah, dia berusaha untuk tenang. Namun, matanya menangkap ke sosok yang tidak asing. Di sana, di bawah pohon besar, Kael sedang berdiri sambil tertawa bersama seorang perempuan. Perempuan itu membawa minuman es yang terlihat segar, dan keduanya tampak menikmati waktu bersama.
Perasaan yang semula tenang dalam dada Aurora tiba-tiba bergolak. Rasa rindu dan kecemasan yang ia pendam selama ini berubah menjadi sesuatu yang lebih tajam. Lihat, Kael bisa tertawa dengan orang lain, sementara ia masih terjebak dengan perasaannya sendiri. Perasaan cemburu mulai menyusup ke dalam hatinya, dan tanpa bisa ditahan, ia merasa sakit.
Ia ingin berjalan mendekat, menghadap Kael dan memberitahunya tentang semua perasaan yang telah ia pendam. Tapi, saat itu juga, perempuan itu tertawa dengan riang, membuat Kael tersenyum lebih lebar, seakan dunia hanya milik mereka berdua. Aurora merasakan gelombang kecemburuan yang begitu kuat. Setelah wanita itu pergi dan menyisakan Kael sendirian, tanpa berpikir panjang ia berjalan cepat menuju Kael. Lalu dengan satu gerakan tangan yang cepat, ia memeluknya. Aurora memeluk Kael dengan erat. Kael yang terkejut hanya bisa diam sejenak, sebelum merasakan tubuh Aurora yang rapat di pelukannya.
"Kael..." suara Aurora serak, dan tanpa ragu, bibirnya menyentuh bibir Kael. Ciuman itu singkat, tetapi cukup untuk membuat detak jantung keduanya berdetak lebih cepat. Aurora merasa seolah dunia berhenti berputar untuk sesaat.
"Aurora..." Kael terkejut, ia pun mempererat peukan mereka dan membalas ciuman Aurora. Mereka berciuman hangat saling memeluk satu sama lain, sementara angin sepoi-sepoi bertiup di sekitar mereka.
Aurora menatap Kael dengan mata yang penuh harapan, "Sepertinya... aku jatuh cinta padamu," bisiknya pelan, namun kata-katanya seperti menembus kebisuan yang ada di antara mereka.
Kael menatapnya dengan ekspresi campur aduk. Ada kebingungan, tetapi juga kebahagiaan yang mulai muncul di matanya. “Kau… yakin?” tanyanya, suaranya terdengar lebih rendah dari biasanya, seolah takut jika ini hanya perasaan sesaat.