Azura Bella Sanjaya, Perempuan yatim-piatu.Dia adalah seorang perempuan cantik yang selalu di puji-puji oleh orang-orang sekitarnya.
“kalau di lihat-lihat azura sangat cantik ya.” kata salah satu ibu-ibu yang lewat di hadapannya, Azura hanya tersenyum kecil. Dia tidak menggubrisnya dan memilih untuk kembali ke rumah.
“kamu bagaimana sih, masa kamu kalah sama azura!.” ucap rianti ibu sambung azura kepada putri kandungnya yang bernama ivana.
“mama bisa enggak sih jangan samain aku sama si anak kampung itu!.” sahut ivana kesal dia langsung pergi begitu saja meninggalkan rianti yang memijat pangkal hidungnya pening.
Tanpa mereka sadari, Azura lagi-lagi mendengar percakapan ibu dan saudara sambungnya mengucapkan perkataan yang membuat Azura hanya mengulas senyuman kecil.
Saat azura ingin melangkahkan kakinya kembali menuju kamar, langkahnya terhenti saat rianti memanggil dirinya.
“dari mana saja kamu?.” gertak rianti bertanya kepada azura.
Azura mengangkat kepalanya sedikit untuk memberanikan menatap manik mata rianti, ibu sambung azura melotot dengan emosi yang meledak-ledak menatap tajam kedua manik mata Azura.
“A-aku...”.ucapnya terpotong.
“emangnya mama gatau apa kalau kak zura itu sering keluar malam kayak gini?.”ceplos ivana.
“jangan-jangan jadi wanita malam lagi, haha...,.” lanjut ivana yang diakhiri tawa jahatnya.
Azura tak ingin ambil pusing kepada kedua orang di hadapannya itu, dia pun menghiraukannya dan memilih pergi ke kamar.
“dasar wanita malam.” teriak ivana.
Azura menangis sejadi-jadinya tanpa suara, dia mengambil foto bingkai kecil diatas nakasnya.
“hiks...hiks....ma,pa aku rindu kalian”.tangisnya melirih.
Lalu beralih ke foto lainnya.
“Galen... Dimana kamu? Aku rindu sama kamu, bahkan terakhir kali kita bertemu kamu sudah melupakan aku.”
Hingga terasa Azura mulai mengantuk dan memejamkan matanya karena lelah habis menangis.
****
Galendra Alexander Xavior, dia meratapi langit-langit kamarnya. Dengan perasaan gundah entah apa yang sedang dia pikirkan.
“foto siapa ini? Kenapa begitu sangat familiar?.”gumam galen.
#Flashback 3 tahun yang lalu
“pokok nya papa sama mama mau kamu pisah sama perempuan itu!.” tentang mauren.
“enggak ma! Aku sama azura gak akan pernah bisa terpisahkan!.” bantah galen.
Plakk...
Satu tamparan berhasil melesat di pipi mulusnya galen. “jangan bantah mama kamu galendra!.” teriak mauren.
“galen benci sama mama!.” ucapnya berlalu pergi begitu saja.
“galen...Galen, jangan pergi kamu!!!.”
Galen tetap pada pendiriannya. Dia tetap nekat menemui Azura, galen menghapus air mata Azura.
“aku minta maaf Azura...”.lirih galen.
“kamu gak salah gal, disini aku yang salah.”balasnya.
“aku sayang kamu ra.”
“makasih banyak ya kamu selalu ada untuk aku.”
“sama-sama sayang.”ucap galen memeluk erat Azura.
Sinar cahaya mobil menyilaukan keduanya dan melepaskan paksa pelukan itu.
“itu dia pak orangnya.” kata perempuan yang bernama jenna yang tak lain adalah tunangan galen.
Dia memaksa galen untuk pulang dan pada akhirnya keduanya terpisah. Tanpa meninggalkan kisah kebahagiaan mereka.
“Galen...”. teriak Azura histeris.
Galen tersadar dari lamunannya, dia ingat semua tentang masalalunya tiga tahun yang lalu, galen maupun azura sama-sama merindukan keduanya.
Tetapi takdir memisahkan mereka berdua, cinta mereka hanya sebatas rindu yang tertahan, keabadian cinta tidak memersatukan mereka.
Hingga pada akhirnya mereka lebih memilih kehidupan masing-masing dan kebahagiaan sendiri.
“aku rindu kamu Azura, cinta kita hanya sebatas rindu. Aku minta maaf...”. katanya sambil menangis tanpa suara.
“maaf galen aku harus pergi...”.
“Azura...”. teriaknya histeris.
Mereka sama-sama memiliki cinta yang sama, tetapi takdir berkata lain sampai pada akhirnya mereka merasakan rindu yang sama.
THE END
Bingung banget padahal gak niat bikin cerpen tapi terpaksa karna untuk tugas kuliah, yuk ramaikan lagi ceritanya, nanti kalo bagus kalian bisa request ya yang terbaru.