Di desa Kampung Baru yang sepi, terletak di jantung pedesaan Indonesia, seorang anak laki-laki bernama Kanaq menjalani kehidupan sederhana yang dikelilingi oleh hamparan sawah hijau dan hutan lebat. Hari-harinya dihabiskan untuk membantu orang tuanya di ladang, bermain dengan teman-temannya, dan menjelajahi keajaiban alam. Namun, kehidupan Kanaq akan berubah drastis.
Suatu hari yang menentukan, saat mengembara jauh ke dalam hutan, Kanaq menemukan artefak aneh yang bersinar terkubur di bawah akar pohon kuno. Begitu menyentuh benda itu, ia merasakan gelombang energi tiba-tiba mengalir melalui pembuluh darahnya. Artefak itu, yang dikenal sebagai "Mata Hutan," dikatakan memiliki kekuatan mistis, yang diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi oleh para leluhur desa.
Awalnya, Kanaq tidak menyadari arti penting artefak tersebut, tetapi tak lama kemudian, ia mulai mengalami kejadian-kejadian aneh dan tidak dapat dijelaskan. Ia dapat merasakan emosi orang-orang di sekitarnya, berkomunikasi dengan hewan, dan bahkan memanipulasi kekuatan alam. Penduduk desa, yang selalu berbisik-bisik tentang legenda Mata Hutan, mulai menyadari kemampuan baru Kanaq dan menjadi terpesona sekaligus terintimidasi.
Saat Kanaq berjuang untuk memahami dan mengendalikan kekuatannya, ia didekati oleh seorang pria tua yang bijak bernama Pak Tua, yang mengaku memiliki pengetahuan tentang artefak dan sejarahnya. Pak Tua mengungkapkan bahwa Mata Hutan diciptakan oleh penduduk desa kuno untuk menyeimbangkan alam dan menjaga keharmonisan antara manusia dan alam. Namun, saat penduduk desa mulai mengeksploitasi sumber daya hutan, kekuatan artefak tersebut menjadi tidak aktif, menunggu penerus yang layak untuk membangkitkannya.
Pak Tua membimbing Kanaq, mengajarinya cara memanfaatkan kekuatan Mata dan menggunakannya untuk kebaikan bersama. Bersama-sama, mereka memulai perjalanan untuk melindungi hutan dan penghuninya dari mereka yang ingin menghancurkannya. Sepanjang perjalanan, Kanaq bertemu dengan sekelompok karakter, masing-masing dengan kemampuan dan motivasi unik mereka sendiri.
Ada Maya, seorang pejuang terampil dari desa tetangga, yang memiliki kekuatan telekinesis; Jaya, seorang pemimpin karismatik yang dapat mengendalikan angin; dan Kumar, seorang raksasa lembut dengan kekuatan super. Disatukan oleh tujuan bersama mereka untuk mempertahankan hutan, kelompok tersebut membentuk ikatan yang tak terpatahkan, menggunakan kekuatan gabungan mereka untuk mengatasi tantangan yang berat.
Seiring berkembangnya legenda Kanaq, begitu pula ancaman terhadap dirinya dan teman-temannya. Sebuah kekuatan gelap, yang dipimpin oleh seorang industrialis kejam bernama Tn. Raj, berusaha mengeksploitasi sumber daya hutan, tanpa mempedulikan konsekuensi yang menghancurkan. Tn. Raj tidak akan berhenti untuk mengklaim Mata Hutan untuk dirinya sendiri, karena yakin bahwa kekuatannya akan memberinya kekayaan dan kekuasaan yang tak terbayangkan.
Pertarungan antara kebaikan dan kejahatan telah dimulai. Kanaq dan teman-temannya berada di garis depan perang untuk menjaga keseimbangan alam yang rapuh. Dengan nasib hutan dan penghuninya yang dipertaruhkan, Kanaq harus menerima tanggung jawab barunya dan belajar menggunakan kekuatan Mata dengan bijak.
Melalui perjalanannya, Kanaq menemukan bahwa makna sebenarnya dari kekuasaan tidak terletak pada kemampuannya untuk mendominasi, tetapi pada kapasitasnya untuk melindungi dan melayani. Kekuatan Misterius Seorang Anak Desa menjadi pengingat yang menyentuh tentang pentingnya pengelolaan lingkungan, nilai persahabatan, dan potensi tak terbatas yang ada dalam diri setiap individu.
Cerita komik ini bertujuan untuk mengedukasi pembaca tentang pentingnya menjaga sumber daya alam, mempromosikan kehidupan berkelanjutan, dan menumbuhkan rasa kebersamaan dan kerja sama. Dengan mengikuti petualangan Kanaq, pembaca akan terinspirasi untuk menjadi pejuang lingkungan, seperti pahlawan muda dari Kampung Baru.