Empat sahabat kuliah, aku, Rina, Andi, dan Lesti, memutuskan menghabiskan akhir pekan di rumah tua di pinggiran kota. Rumah itu terlihat menyeramkan, tapi kami penasaran. Pemilik rumah, Pak Tua, memberikan kunci dengan peringatan: "Jangan masuk ke ruangan bawah tangga."
Malam pertama, kami mendengar suara langkah kaki di atas. Kami mencoba mencari sumber suara, tapi tidak menemukan apa pun. Rina mulai merasa takut.
Keesokan harinya, kami menemukan ruangan tersembunyi di bawah tangga. Di dalamnya, ada boneka kayu dengan mata merah.
Andi mengambil boneka itu, tapi tiba-tiba boneka itu jatuh dan mata merahnya berkedip. Kami merasa ada yang tidak beres.
Malam kedua, kami mulai mengalami teror. Pintu-pintu berderak, lampu-lampu mati, dan kami mendengar suara "Keluar dari sini!"
Rina menghilang. Kami mencari, tapi tidak menemukannya. Aku menemukan catatan di kamar Rina: "Aku melihatnya. Aku harus pergi."
Kami mencari Rina di seluruh rumah, tapi tidak menemukannya. Andi menemukan pintu tersembunyi di belakang lemari.
Di dalamnya, ada ruangan gelap dengan tulisan di dinding: "Rina, aku menunggumu." Kami merasa ada yang sangat salah.
Kami melihat bayangan di koridor. Kami berlari, tapi bayangan itu mengikuti kami.
Kami mendengar suara Rina dari ruangan atas. Kami berlari ke atas, tapi tidak menemukannya.
Aku menemukan petunjuk di kamar mandi: "Cari di tempat gelap." Apa artinya?
Kami menemukan terowongan di bawah rumah. Kami memutuskan untuk memasukinya.
Di dalam terowongan, kami menemukan mayat Rina. Di dinding, ada tulisan darah: "Kamu tidak boleh datang."
Kami berlari keluar rumah, meninggalkan Rina. Kami tidak pernah berbicara tentang itu lagi.
Tahun-tahun kemudian, aku mendengar kabar bahwa rumah itu dihancurkan. Tapi, aku masih mendengar suara langkah kaki dan melihat mata merah boneka kayu. Apakah itu hanya mimpi atau kenyataan?
-END-