Aku terduduk terdiam di pojokan empang , memegangi seutas joran pancing,menunggu pancing ikanku di sambar oleh ikan.Sambil bersiul riang mengikuti alunan lagu tarling Cirebonan lewat radio lawas.
Namun, tiba tiba radioku mati.aku memeriksa radio ku , yang di duga batainya habis.
Saat sedang memperbaiki radio, mendengar tangisan jernih dari arah pohon mangrove kecil yang ada di pojokan empang,di tambah lagi angin dingin menerpa pundak ku membuat bulu kudukku berdiri tegak lurus.
suara tangisannya itu semakin mengecil dan samar,namun hawa dingin semaki kental,bulu kuduk dan bulu seluruh tubuhku ikut berdiri.
Dalam merasa suasana seperti itu,ada tangan menyentuh di pundaknya.tubuh ku bergetar hebat, merasa ketakutan.aku mencoba memberanikan diri,menoleh ke belakang.mata ku membulat...