Kehidupan yang sekarang terasa jauh menyenangkan. Walau kadang ada yang menyakitkan, tapi aku yakin Tuhan punya rencana dalam setiap hal yang aku alami.
Namaku Nadira,mahasiswi semester akhir yang saat ini sedang dilanda oleh badai skripsi. Tapi aku tau, aku akan pasti mengalaminya. Walau kadang aku ingin sekali menyerah apalagi melihat wajah dosenku yang ketika sudah marah seperti orang kesurupan.
Kita lewati saja bagian aku dengan skripsi itu. Ada satu hal yang ingin aku ceritakan. Kalian jangan ada yang takut ya. Karena aku juga takut 😭😭.
2 hari yang lalu, tepatnya pada hari dimana skripsiku lagi-lagi di tolak. Jangan tertawa! Saat itu aku pulang larut malam, aku mendapat pesan dari ibu kos ku kalau pacarku ada di rumah.
Aku sangat terkejut mengingat bahwa baru saja 2 bulan yang lalu pacarku meninggal dunia karena kecelakaan. Akan aku ceritakan dulu kisah masa laluku dengannya.
2 bulan yang lalu adalah hari aniversary kami yang ke 7 tahun lamanya. Saat itu kami sedang ngedate di sebuah restoran.
"Kamu tau gak hari ini hari apa?",tanya pacarku Devano.
"Tentu saja hari aniversary kita ke 7 tahun kan?",jawabku santai.
Devano tersenyum lalu menanggapi,"benar tapi juga salah."
Aku bingung sekali maksudnya apa sampai suatu ketika ia bicara lagi.
"Hari ini kamu benar-benar cantik seperti malaikat, aku bersyukur punya kamu dalam hidup aku. Aku harap kita selalu bersama ya. Aku gak mau kehilangan kamu"
Jangan tanya semerah apa wajahku saat itu. Itu pertama kalinya aku mendengarkan kata-kata paling romantis di hidupku.
"Aku juga sayang banget sama kamu, jangan tinggalin aku ya. Tetap sama aku selamanya. Aku punya kamu, kamu punya aku. Selamanya akan begitu",kataku lalu mencium pipinya.
Kami berpelukan malam itu, cinta kami mengalir sangat deras seperti air terjun. Namun... sepulang dari sana aku mendapatkan kabar bahwa Devano meninggal karena kecelakaan saat perjalanan pulangnya.
Aku benar-benar hancur saat itu, aku merasa benar-benar menjadi orang paling kehilangan saat itu.
"Kamu suruh aku buat gak ninggalin kamu, tapi kamu yang ninggalin aku Dev..."
Begitulah kejadian 2 bulan yang lalu. Kejadian yang membuatku hampir gila untuk sesaat. Saat ini aku sudah berada di rumah, aku melihat sosok laki-laki sedang duduk di sana.
Pintu tertutup tampa aku sadari. Sosok itu menghampiriku perlahan membuatku sangat ketakutan.
"Aku mohon, jangan ganggu aku! Aku gak tau apa-apa. Kenapa kamu ganggu aku?!" teriakku dalam ketakutan.
Sosok itu sangat dekat dengan wajahku dan menatapku dengan tatapan sangat marah. Wajahnya memang mirip Devano tapi kali ini benar-benar seram.
"Ke-napa ka-mu meng-khianatiku, sayang?!"
Aku benar-benar terkejut saat ia berteriak di wajahku dan mencekikku.
"A-aku... Le-lepas... Ma-maaf..." kataku dengan nafas tersenggal-senggal.
Benar saja malam itu aku meninggal di tempat karena kehabisan nafas. Aku tau maksudnya mengkhianati adalah saat aku tidak sengaja berpelukan dengan laki-laki lain di kampus.
Dan sekarang KAMU KORBAN SELANJUTNYA, HI HI HI....