...
Di sebuah kota kecil yang penuh dengan kehangatan, Livia, seorang gadis sederhana dengan senyuman manis, sering menghabiskan waktu di taman dekat rumahnya. Ia suka duduk di bangku kayu favoritnya sambil membaca buku, ditemani suara burung dan angin yang sepoi-sepoi.
Sore itu, langit dihiasi warna jingga yang memanjakan mata. Arya, seorang pria tampan yang baru pindah ke kota itu, kebetulan sedang berjalan-jalan mencari suasana baru. Pandangannya tertuju pada Livia yang tampak begitu asyik membaca. Mata Arya terpaku pada sosoknya—ada sesuatu yang membuatnya tertarik.
"Permisi," suara lembut Arya memecah keheningan.
Livia mengangkat wajahnya, agak terkejut. "Iya? Ada apa?"
"Aku sering lihat kamu di sini. Buku apa yang kamu baca?" tanya Arya sambil tersenyum ramah.
"Oh, ini novel romance," jawab Livia sambil menunjukkan sampul bukunya.
Sejak hari itu, mereka mulai sering bertemu di taman. Awalnya hanya obrolan singkat tentang buku atau langit senja, tapi perlahan percakapan mereka menjadi lebih dalam. Arya selalu menemukan cara untuk membuat Livia tertawa, sementara Livia menyukai caranya berbicara yang penuh perhatian.
Hingga suatu sore, saat langit berwarna merah muda, Arya membawa sebuah bunga mawar merah.
"Livia," kata Arya dengan nada serius.
"Iya?" Livia memandangnya dengan rasa penasaran.
"Setiap kali aku melihatmu, dunia terasa lebih indah. Kamu tahu kenapa? Karena kamu seperti senja ini, menenangkan dan memikat. Aku tahu ini mungkin terdengar cepat, tapi... aku suka sama kamu," ucap Arya, tatapannya penuh ketulusan.
Livia terdiam sejenak, wajahnya memerah. "Arya... aku juga merasa nyaman sama kamu."
Malam itu, di bawah langit yang mulai gelap, mereka berjalan pulang bersama, tangan mereka saling menggenggam. Itulah awal kisah cinta mereka yang sederhana, tapi begitu berarti.
---