Bagaimana bisa, seorang pembunuh bisa bebas berkeliaran? Sedangkan aku masih belum bisa menerima kepergian mereka.
Perkenalkan nama Aku Hana,seorang yatim piatu korban yang selamat dari kebakaran lima tahun yang lalu. Pelakunya Keluarga ku sendiri, Om Damar.
Lima tahun yang lalu, ia datang untuk meminjam uang tapi Ayah tidak memberikannya karena ada kebutuhan. Hanya karena uang satu juta, ia merenggut nyawa Kakaknya sendiri. Air mataku tidak bisa lagi ku tahan dan jatuh ke pipi.
Mengingat keputusan hakim yang tidak masuk akal, Pembunuh satu keluarga di bebaskan hanya kerena bukti tidak cukup kuat. Padahal rekaman CCTV terbukti dengan wajah Om Damar, serta bukti lainnya seperti Bensin dan hasil curiannya di rumah kami.
Setelah keputusan hakim keluar, aku benar-benar semakin tidak berdaya. Pengacara Om Damar benar-benar pandai memutar balikkan fakta, sedangkan aku pada saat itu, tidak memiliki pengacara hanya bersaksi dengan diriku sendiri serta orang-orang yang berada di pihak ku.
Om Damar menghampiriku. Dan mulai berbisik, "Om, kebal hukum. Jadi nggak usah repot-repot untuk melakukan ini lagi. Oiya satu lagi, orang-orang yang ada disini termasuk Hakim adalah teman Om. Kamu tahu yang membuat kami terikat adalah, UANG." Setelah mengatakan itu, ia tertawa sambil menepuk pundak ku dan pergi melewati ku. Aku ingin membunuhnya.
"Hana ... Kamu sudah siap?" tanya Seseorang dari belakang, membuatku tersadar dari ingatan mengerikan itu. Yah, dia adalah Kak Bani. Keluarganya mengadopsiku, mereka juga telah membantuku membuka kembali kasus Keluargaku.
"Siap ... Walaupun Om Damar, telah mendapat karma. Ia harus tetap bertanggung jawab!" ucapku dengan dingin sambil memasuki ruang persidangan. Kini aku menjadi pengacara untuk keluargaku sendiri.
Ruangan sidang yang tidak asing, tapi orang-orang yang dulu telah tergantikan oleh yang lain. Terlihat Om Damar yang Memakai kursi roda, ia bisu dan mengalami gangguan mental serta seluruh keluarganya meninggal dunia.
"Sidang di mulai!" Seru Hakim mengetuk palu.
Aku mulai berbicara dan membawa saksi, untuk memperkuat bukti. Video CCTV yang dulu tidak pernah hilang, tersimpan rapi di Ponselku. Dengan begitu, aku tidak akan lupa dengan tujuanku.
Setelah dua jam, persidangan selesai. Om Damar bersalah dan akan di hukum mati, serta harta bendanya akan di serahkan padaku. Aku mendekat ke Om Damar yang ketakutan melihatku.
"Makasih Om, atas kebencian yang telah kamu berikan pada ponakan kamu ini. Om benar! Uang memang yang terbaik, aku tidak membayar orang untuk persidangan ini. Tapi untuk membuat Om hancur!!" Bisikku membuat Om memberontak, sedangkan aku tersenyum licik.
Om Damar di bawa oleh kepolisian, aku menunggu Kak Bani di parkiran. Sampai kudengar seseorang berbicara di belakang ku.
"Oiya kamu tahu, persidangan ini telah di lakukan lima tahun yang lalu. Tapi pelaku di bebaskan oleh hakim, setelah kejadian itu, mereka kena karma Hakim yang telah membebaskan pelaku bunuh diri dan pengacaranya di temukan di dalam koper dalam keadaan termutilasi. Seluruh keluarga pelaku ditemukan terbakar di belakang rumahnya."
"Benar-benar mengerikan!"
Aku tersenyum, memikirkan bagaimana mereka meminta maaf padaku, sambil memohon belas kasihan. "Jangan salahkan aku! Karena kalian lah yang telah membuatku seperti ini!!"