Brakkk
" Bel buka pintunya atau saya dobrak salah siapa mancing mancing saya".
Dia gadis Kelas 12 SMA bernama Bella Aahana Ratyafa. Dia gadis yang cantik tinggi, berkulit bersih, hidung mancung, alis tebal, bulu mata lentik dan juga bibir seksinya yang mempesona.
" Belaaa buka atau saya dobrak " . Suara di depan pintu kamar bela tak lain adalah Nathan Artellio Abang sepupu Bela. Umurnya 2 tahun lebih tua dari Bela.
Rumahnya hanya di depan rumah Bela.
" Haduh gue harus gimana nih " . Nazwa panik. Wajahnya bercucuran keringat. Ia menyesal telah melakukan hal itu tadi. Tapi ia tak sengaja. Ia hanya berniat mengantar pakaian untuk acara lusa.
*******
" Dorrrr hayo lagi nonton apa tuh ". Tanpa prediksi Bela masuk rumah Nathan dan masuk ke kamarnya dan menemukan Nathan sedang menonton video po*no.
Kebetulan orang tua mereka membantu acara pernikahan saudara mereka.
" Iiiiih lo ngapain sih " . Nathan yang tampak terkejut bercucuran keringat dingin.
" Ini gak bisa dibiarin harus gue kasih tau sama mami loe ".
Baru saja Bela ingin kabur lengan nya ditarik oleh Nathan ke pelukannya didalam selimut.
Nathan menatap tajam seolah ingin menelan mangsa.
" Lo mau ngelaporin silahkan kalo udah gamau hidup lagi". Nathan mengancam penuh tekanan.
Bela menelan saliva.
Bela segera bergegas keluar.
Nathan yang melihat Bela tadi hasratnya memuncak ia tak tau harus bagaimana.
Ia memutuskan mengguyur tubuh dibawah shower kamar mandi di kamarnya.
Ia berusaha menenangkan junior nya namun tidak mempan.
" Loh bajunya kok belum aku kasih ya. Tapi nanti dia marah. Aku bilang aja nganter baju makannya jangan sok cool banget jadi orang " . Bela kembali menuju rumah Nathan dan masuk ke kamarnya.
" Kemana sih ni orang ". Bela menggerutu dalam hati.
Bela mendengar suara dari kamar mandi, ia mengira Nathan masih melihat video tadi di kamar mandi. Bela mendorong pintu kamar mandi yang kebetulan tidak dikunci.
Brakkk
" Aaaaaa". Bela menjerit sambil menutup mata menggunakan telapak tangannya. Ia begitu shok melihat penampakan di depannya.
Nathan yang masih menenangkan junior nya juga tak kalah syok. Alhasil usahanya tak berhasil.
Nathan yang sudah bergairah menyudutkan Bela di sudut kamarnya. Ia menciumi dan melumat bibir seksi Bela.
Bela terlihat panik karena ada celah untuk keluar langsung saja ia kabur kembali ke dalam rumah dan menutup pintu kamar.
Nathan tak menyerah, ia mengambil handuk dan melilitkan nya di bawah perut sixpack nya mengejar Bela.
Ternyata Bela lupa mengunci pintu rumahnya dan hanya mengunci pintu kamarnya.
" Bela lo udah mancing gue buka pintunya" . Nathan menggedor gedor pintu kamar bela.
Bela yang berada di dalam panik. Ia mencoba mencari handphone nya dan ia mencari kontak siapapun namun handphone nya lobet.
" Bibirku udah gak perawan masa gue gak perawan iiih gimana ni " .
Brakkkk
Nathan berhasil mendobrak pintu dan masuk kemudian kembali menutup pintu.
Nathan maju beberapa langkah sambil menatap tajam bela .
Bela juga mundur beberapa langkah hingga terpojok ke dinding.
Jantungnya berdegup kencang.
Nathan membuka seluruh pakaian bela tanpa tersisa sehelai benang pun.
Nathan juga melepas lilitan handuk yang dipakainya.
Nathan mendekati bela , melumat bibirnya.
Nathan juga menciumi leher jenjang bela penuh nafsu. Ciumannya menjalar hingga area sensitifnya. Penuh nafsu.
Nathan mengangkat tubuh bela dan membaringkannya di ranjang.
Nathan kembali menciumi bagian intim milik bela penuh nafsu.
Bela hanya diam membisu tak bisa berbuat apa apa.
Nathan merenggangkan kaki bela . Ia membuat posisi yang menurutnya nyaman.
Nathan mulai memasukkan miliknya ke dalam milik bela.
Jleb.
Setelah berberapa menit mencari lubang akhirnya ketemu.
" Arggggghhh shhhh" . Bersamaan dengan itu bela mendesah kesakitan.
Nathan memasukkan miliknya lebih dalam . Ia menggoyang goyangkan tubuhnya.
" Ahhhhhhh hmmmmmhhh" Nathan mendesah setelah mengeluarkan cairan miliknya.
Nathan menyuruh bela mengganti posisi menjadi duduk.
Nathan yang melihat bela kesulitan bergerak langsung membantunya.
Nathan kembali melakukan hal itu lagi berulang ulang hingga 3 jam lamanya.
Setelah ia merasa puas ia kembali memunguti pakaian bela dan memakaikan bajunya sekalian.
Nathan juga kembali melilitkan handuknya di bawah perut sixpack nya.
Ia juga memperbaiki pintu yang didobrak nya tadi agar tidak ada yang curiga.
" Ingat jangan kasi tau siapa siapa hal ini ini juga salah loe kan. Tenang aja sekali doang lo gak bakal hamil , kapan kapan gue kemari lagi tapi entahlah kapan bisa aja besok dan loe akan menikmati ini, ingat itu " . Ucapan terakhir nathan sebelum kembali pulang ke rumahnya.