Aku tidak menyangka bahwa pertemuan kita di kampus kala itu akan mengubah segalanya. Aku selalu percaya, bahwa setiap pertemuan mempunyai alasan, dan pertemuanku denganmu adalah salah satu alasan terindah yang pernah ada.
Hari itu aku baru saja selesai kuliah. Berjalan seorang diri menyusuri kampus menuju tempat kost. Dari kejauhan aku melihatmu berjalan bersama teman-temanmu. Aku memanggilmu "Bud, kartu perpustakaanmu masih aku bawa". Ya, dia Budi, teman sekelasku waktu kita masih kuliah di jurusan yang sama. Sebelum akhirnya dia pindah di jurusan seni musik.
Sambil berlari kecil ia menjawab " O...iya, bolehkah aku bermain ke kostmu? " tanyanya kala itu. "Boleh, silahkan saja" jawabku. "Ada yang marah gak kalau aku main ke kostmu? " tanyanya lagi. "Gak ada, emangnya siapa yang marah?" kataku. "Cowok kamu mungkin?" jawabnya. "Ga ada ya, aku gak punya cowok" jawabku. "Ok, kalau begitu nanti aku main ke kostmu ya. Sekalian ambil kartu perpusku" Katanya lagi. "Iya, aku tunggu" begitu jawabku.
Hari itu, sesuai janjinya, Budi datang ke kostku untuk sekedar bermain dan mengambil kartu perpusnya yang aku bawa. Kami mengobrol banyak hal seputar kuliah dan kampus. Hingga obrolan kami berakhir dengan janji bahwa dia akan datang lagi ke kostku di hari berikutnya.
Hari-hari berlalu, dan pertemuan kita semakin sering. Tidak hanya sekedar mengobrol, terkadang kita juga makan bersama, ke perpustakaan bersama dan mengerjakan tugas bersama. Kamu selalu membantuku menyelesaikan tugas-tugasku.
Waktu terus berlalu dan kita semakin dekat. Obrolan kecil berubah menjadi panjang, walau terkadang aku lebih sering menjadi pendengarnya setiap kali kamu bercerita sepanjang kebersamaan kita. Aku menemukan dirimu seperti halaman buku favoritku, selalu ada sesuatu yang baru untuk ditemukan. Hingga tanpa aku sadari, aku mulai merasa nyaman ketika beradab di dekatmu.
Aku pun tahu, kamu juga merasakan hal yang sama. Selalu merasa nyaman ketika berada di dekatku. Sampai akhirnya di suatu malam, saat kita pulang dari kampus, kamu memberanikan diri mengungkapkan perasaan cintamu padaku. "Kamu tahu, sudah lama aku ingin mengatakan sesuatu" ucapmu saat itu. Aku menghentikan langkahku, sejenak menatapmu. Kamu menghela napas, seolah mengumpulkan keberanian. "Aku suka kamu" katamu, cepat tapi cukup jelas di telingaku. "Aku rasa, aku ingin kita lebih dari teman. More than friend" ucapmu lagi.
Jantungku serasa berhenti berdetak. Kalimat itu berputar-putar di kepalaku. Aku mencoba mencerna setiap kalimat yang kau ucapkan. "Apa kamu yakin?" tanyaku pelan. "Aku yakin, aku ingin kita mencoba" jawabmu dengan tersenyum. "Aku juga suka sama kamu" jawabku akhirnya.
Sejak saat itu, kita mengawali semuanya sebagai dua jiwa yang siap melangkah bersama. AKU, KAMU dan CINTA kita yang akhirnya menemukan tempatnya.
Thanks readers.