Aku tak tau caranya meluluhkan hatimu. Apakah selama ini kau hanya menganggap ku lelucon? Lantas, mengapa kau selalu bersikap ramah padaku? Apakah hanya sebatas untuk menghargai ku?
Selama ini aku berusaha meruntuhkan benteng pertahanan hatimu. Dan kau. Bersikap seolah-olah aku telah berhasil menembusnya. Selama ini aku berusaha mewarnai hari mu, menjadi angin yang berdesir di pikiranmu. Namun dengan mudahnya kau menepisnya.
Kau merayuku, memujiku, bahkan terlihat seakan-akan kau telah luluh oleh ku. Tetapi kini aku sadar. Itu semua hanyalah bualan sialanmu! Aku sadar secara logika akan hal itu. Namun sial nya hatiku terlalu bodoh, sekarang aku telah berhasil masuk ke dalam untaian duri yang kau buat. Sial nya lagi aku menikmatinya.
Dirimu berhasil membuat ku kecanduan. Pesona mu yang amat manis mampus menghipnotis ku. Aku tahu, aku akan mendapat luka. Namun luka itu akan ku nikmati. Jujur saja. Kau membuat ku bodoh! Tapi aku tak peduli, aku akan terus menjadi angin di otak mu meski kau tepis. Aku akan menghancurkan dinding es yang melingkupi seluruh hatimu.
Tapi yang menjadi pertanyaan bagiku adalah "Apakah kau yakin tak terbuai oleh ku? Atau kau mencoba menepis perasaan mu yang mulai tumbuh? Apa kau terlalu takut?"
Dan yang paling perlu kau ketahui hanya lah satu. Aku menyerah, tak ingin kalah, atau bisa di katakan aku menyerah dengan perasaan yang membuat ku ragu untuk terus memperjuangkan mu. Namun, aku tak akan kalah akan ku terjang segala resiko.