Perkenalka aku Seina, aku seorang gadis cantik asal rusia berumur 17 tahun yang terus menerus berpindah dari satu tempat ketempat lain, karena urusan orang tuaku. tapi aku tidak pernah mengeluh apapun, tapi kejadian beberapa tahun silam membuatku trauma, aku mulai meragukan kasih sayang kedua orang tuaku.
Pasalnya orang tuaku terus menyuruh melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan anak seumuranku. ini terjadi karena sebuah musibah dan sebagai gantinya masa depanku harus hancur untuk
FLASHBACK 4 YEARS AGO
"Ma kita ngapain kesini??" tanyaku yang masih berumur 13 tahun
"Kita jalan jalan sayang kerumah om kamu" ucap mamaku lebut membuat aku nyaman
ku telusuri setiap sudut rumah itu tapi hanya kegelelapan yang terlihat
"Ma kok gelap banget??
"Oiya bentar mama hidupin lampunya" ucapnya kemudian pergi begitu saja
"Ma"
"Ma??"
"M..aaa!?"
"MAMA!!! TOLONG!!L..epas...!!"
Aku mulai berteriak meminta tolong tapi tak ada satupun yang menolongku. dan mamaku yang tadi ingin menghidupkan lampu juga tidak datang dan membantuku.
Disitu saat mama pergi tiba tiba ada sebuah tangan menutup mulutku dan membawa aku kesebuah ruangan. dan melakukan hal tak senonoh padaku.
Aku hanya bisa menangisi semua itu
BEBERAPA JAM KEMUDIAN
Aku masih menangis walau mataku tertutup
"Huh ngapain terus menangis, salahin orang tua kamu yang menjual kamu" ucapnya mengejek
"S.i..a.p.a" tanyaku terbata karena sedang menangis meratapi nasib
"Hehehe" dia terkekeh kemudian mendekatiku aku spontan mundur
"Eh, katanya tadi mau tau siapa saya!?"
Dielusnya rambutku dan seketika aku menegang
"Ga usah tegang, biasa aja"
"Saya om kamu" ucapnya memperkenalkan dirinya
"Saya melakukan ini karna perkataan orang tua kamu dan agar saya mau menyuntikkan dana keperusahaannya"
"kamu sayang orang tua kamu kan?? tanyanya
Aku hanya mengangguk kan kepala pelan
"Jadi berkorban sedikit gpp kan" kemudian dia pergi dan aku terus menangis
BEBERAPA TAHUN KEMUDIAN
Aku sudah berumur 15 tahun kejadian 2 tahun itu aku perlahan mulai melupakannya
"Sini dong" ucapku memanggil temanku
"Udah siap tugas kimia??" tanyaku
"Belun lagi malas amat dah tugas numpuk" ucap Riri teman baikku
"Yaelah udah 3 minggu ga ngerjain tugas, lu belum tobat juga padahal ortu udah dipanggil" ucapku memulai ceramah pagi hari
"Serah deh" kemudian pergi dan aku mengejarnya
Kami anak X-MIA 1 dan gw bingung kenapa gw bisa masuk tuh kelas sama temen gw
"Ntar bu Tetty marah loh" ucap liva
"Eh iya ya tapi kan bu Tetty memang langganan si riri" kataku mengingat ingat guru itu yang marah karna perbuatan riri, walau anak baru dia terbilang cukup nakal
"Yaelah yodah terserah lo berdua mau ngomong apaan" berjalan semakin cepat meninggalkan kami
"Ya ngambek tapi kan benar dianya pemalas langganan bu Tetty emang" kemudian kami mengikuti langkah kakinya
SETELAH PULANG SEKOLAH
"Eh, Sei ortu loh kok ga pernah keliatan" tanya liva
"iya tuh gw kepo banget" sambung riri
"Kepo emang lo berdua"
"Ortu gw mah diluar negeri terus" ucapku
"Honeymoon untuk kesekian kalinya tuh kayanya" kata liva
"Yeh biarin"
"Mau apa pun namanya yang penting ortu gw ga disini titik" kemudian aku naik kereta doi:v dan pulang bersamanya
DIRUMAH
"Ay aku tadi ga sengaja dengar pembicaraan kalian"
kata rivan doi gw
"Terus??" tanyaku
"Ortu kamu beneran diluar negeri?? Perasaan aku ga pernah dikenalin sama ortu kamu??"
Aku terdiam sejenak memilih jawaban agar dia puas
"Iya tapi pasti aku kenalin kok" janjiku sambil membuat pupy eyes andalan
"Hmm yodah aku pergi dulu baik baik dirumah sendirian"
"Kalau ada apa apa telfon aku atau ga chat" kemudian mengecup keningku dan pergi
DIKAMAR
"Huh mama laper!!" teriakku agar dia mendengar dan memasak untukku
"Mah!?" teriakku kembali
"Papa liat deh mama ga jawab aku daru tadi" Aku membuat wajah cemberut walau aku tau mereka tak melihatnya
Krikk...krikkk
Sepi tak ada yang menjawab
"Huh mungkin beneran honeymoon kali" lalu aku turun dari ranjangku dan.......
"Oiya lupa hp ketinggalan" kuambil hp diatas meja belajar dan turun kebawah untuk melihat mama dan papa dimana
Takkk...Takk..Takk
Suara langkah kakiku menggema dipenjuru rumahku saat aku menuruni tangga
"Eh" Aku terkejut karena lupa sesuatu yang sangat penting
"Mama papa Seina coming" ucapku mendatangi sebuah ruangan
Kulihat seluruh ruangan dan HAP!!
kutemukan mereka sedang bermain permainan yang menurutku sangat menyenangkan
"Kok ga ngajak Seina" kataku mendekati mereka yang hanya diam saja
"Ihh sini kok bola mata mama lepas kan aku tadi dah pasangin lem" ku rekatkan bola mata mamaku kembali dengan lem dan YAP!! selesai
"SEMPURNA" ucapku lagi
"Heh papa kok ga bantuin mama tadi" marahku ke papa karna membiarkan bola mata mama lepas dan dikerumuni semut semut
DUA TAHUN YANG LALU
Setelah kejadian itu aku menjadi pendiam, dan mama papa berubah tidak membujukku sama sekali dan tidak memperhatikanku aku menjadi anak yang kekurangan kasih sayang
Orang tuaku terus saja pergi bekerja tidak pernab ada untukku, aku melakukann segala cara menarik perhatian mereka tapi tidak ada yang peduli
"Heh, mereka berubah banget,harusnya aku yang marah" kataku beropini sendiri. kemudian muncul sebuah ide
"Ya seperti itu saja agar mereka selalu disampingku" Aku berlari menuruni tangga dan aku melihat orang tuaku sedang berada di depan komputer bekerja
"Mama papa kalian pasti akan selalu disampingku" bisikku pada papaku dan....
Srekkk...sreekk
Suara pisau itu saat kumainkan
"Itu Akhhh" teriak papaku saat pisau beracun ditanganku menembus tubuhnya
Mamaku yang mendengar itu kemudian terkejut menghampiri papaku dan melihat banyaknya luka dan organ organ yang keluar
Mamaku menangis karena tidak tega aku datang menghampirinya
"Ma" ucapku lembut sambil tersenyum manis
'diia tak menjawab hanya menangis dia bahkan tak melihatku' aku berkata didalam hati
"Ma, mama kenapa??" dengan nada khawatir kutanyai kenapa dia menangis, kemudian kudekati dan dia memelukku sambil tersedu sedu menangisi jasat suaminya yang tak berbentuk
"Papa kamu udah meninggal Seina"
"Dia ninggalin kita"
"Mamaga sanggup hidup didunia ini lagi" dia terus menangis dan berucap, aku hanya mendengar dengan muka datar tidak terpengaruh akan tangisan dan jasat papaku, tapi setelah ucapannya yang terakhir aku tersenyum bahagia
"Ma, mama serius ga mau hidup lagi??" ucapku bahagia, aku tidak menyembunyikan apa apa dari nya, dari tadi aku masih memegang pisau berlumuran darah itu dan dari tadi aku tidak menangis.
Hanya saja dia tidak memperhatikan itu semua
"Mama ga mau hidup lagiiii!!!" dia berteriak sekuat tenaga menjawab pertanyaanku dan aku tidak akan tega melihatnya terus seperti itu. hehehe akan kukabulkan
"Akan kukabulkan"
Srekkk...sreekk
Suara pisauku menari nari diatas tubuh mamaku
BEBERAPA MENIT SETELAHNYA
"Ma kau pasti bangga akan kepintaran putrimu menyelesaikan masalah" ucapku bangga
"Pa kau pasti senang berada disini terus bersamaku" ucapku terus menerus beropini sendiri
"Oh iya sampai lupa selamat hari anak makasih hadia nya papa mama karena akan selalu bersamaku" bahagia itulah yang kurasakan
TAMAT