Pada kesempatan sebelumnya, kita sudah membahas tentang apa itu cliffhanger dan seberapa penting cliffhanger saat menulis novel. Teman-teman yang belum baca materinya atau yang waktu pertemuan sebelumnya tidak bisa ikut, bisa baca materinya di cerpen dibagian teratas, sesuai klasifikasi materi "Diskusi Terbuka"
Nah. pada kesempatan kali ini, kita akan bahas langkah-langkah untuk membuat cliffhanger. Beberapa di antara penulis, mungkin masih ada yang bingung dengan bagaimana sih menciptakan cliffhanger atau akhir yang menggantung itu?
Berikut beberapa langkah untuk menciptakan cliffhanger yang efektif dalam novel:
Silakan simak diskusi eksklusif yang hanya diadakan di Ruang Author ini sampai selesai, ya.
Sebelum memulai, aku mau tanya dulu nih, gimana kabar warga RA hari ini?
Semoga semuanya selalu dalam keadaan baik, sehat dan bahagia, yaaa. Semoga yang sedang sakit, lekas sembuh. Yang tengah berduka, tolong jangan berduka terlalu lama.
Okeeeyyy, mari kita mulai diskusi kita malam ini, jangan lupa siapkan kopi, salin catatan juga boleh atau bahkan kalau kalian mau bikin trending tentang diskusi seru kita malam ini juga boleh banget ya. Lumayan kan kalau RA makin populer dan terkenal, hehehe.
Oke, langsung aja, biar gak terlalu lama. Jika ada yang mau ditanyakan silakan tanya di akhir sesi, ya.
Langkah pertama : Persiapan
1. Kenali struktur cerita: Sebelum membuat cliffhanger, kamu harus ketahui dan pahami dulu alur cerita dan karakter tokohmu untuk menentukan titik cliffhanger yang tepat.
2. Bangun tensi: Maksudnya adalah menciptakan ketegangan dan konflik sebelum cliffhanger. Misalnya; perdebatan, perseteruan, perkelahian, dll.
3. Tentukan tujuan: Tentukan apa tujuan yang ingin kamu capai dengan cliffhanger (misalnya, meningkatkan antisipasi atau mengubah arah cerita).
Langkah 2 : Menentukan Teknik Cliffhanger
Ada beberapa teknik cliffhanger yang bisa kamu gunakan, di antaranya:
1. Akhiri bab dengan pertanyaan: Biarkan pembaca dengan pertanyaan yang belum terjawab.
2. Gunakan kalimat penghubung: Misalnya; "Kemudian, sesuatu yang tidak terduga terjadi..."
3. Potong adegan: Berhenti pada titik kritis, seperti saat karakter dalam bahaya.
4. Perkenalkan karakter baru: Masukkan karakter misterius atau antagonis. Misal: Saat Sumanto berniat mengakhiri hidupnya, tiba-tiba dari arah selatan, muncul seseorang yang meneriakkan namanya dengan keras.
5. Wahyukan plot twist: Ubah arah cerita dengan informasi yang mengejutkan. Misal: Di akhir babb, tokoh B digambarkan mengalami kecelakaan, namun di babb berikutnya, ternyata yang terluka adalah tokoh Z
6. Ciptakan kekhawatiran: Buat pembaca khawatir tentang nasib karakter. Misal: Udhin diserang Ibu-ibu kompleks karena ketahuan menggoda kucing tetangga. Para Ibu-ibu itu mengejarnya, namun di tengah pelariannya, tiba-tiba Udhin terserempet becak roda lima.
7. Gunakan dialog yang menggantung: Misal: "Aku tidak bisa percaya kamu melakukan itu!"
Tips Tambahan
1. Jangan berlebihan: Gunakan cliffhanger secara bijak untuk tidak membuat pembaca frustrasi.
2. Pastikan logis: Cliffhanger harus sesuai dengan alur cerita.
3. Berikan petunjuk: Berikan hint tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.
4. Jaga kesuspensian: Jangan memberikan terlalu banyak informasi sebelumnya.
5. Revisi dan perbaiki: Pastikan cliffhanger efektif dan tidak terlalu jelas.
Contoh Cliffhanger
1. "Saat dia membuka pintu, dia menemukan sesuatu yang membuatnya terkejut."
2. "Aku tidak bisa percaya apa yang aku lihat di wajahnya."
3. "Kemudian, dia mendengar suara yang membuatnya berlari."
Sumber:
1. "The Writer's Journey: Mythic Structure for Writers" oleh Christopher Vogler.
2. "On Writing: A Memoir of the Craft" oleh Stephen King.
3. "The Elements of Style" oleh William Strunk Jr. dan E.B. White.