Aku masih ingat hari itu, ketika aku dan ibuku tiba di rumah Nenek di desa kecil yang terpencil. Rumah itu terlihat tua dan misterius, dengan pohon-pohon yang menjulang tinggi dan semak-semak yang lebat. Nenek belum pernah aku temui sejak kematian Ayah.
Ibuku memandangku serius. "Aku harus pergi, Nak. Nenek membutuhkan bantuanmu."
Aku merasa takut, tapi ibuku sudah pergi, meninggalkan aku sendirian di depan rumah itu.
Saat malam tiba, aku mendengar suara aneh dari dalam rumah. Aku mencoba mencari sumber suara, tapi tidak menemukan apa-apa. Nenek muncul dari kegelapan, matanya tajam dan misterius.
"Selamat datang, cucuku," katanya dengan suara lembut. "Aku telah menunggumu."
Aku merasa tidak nyaman, tapi Nenek memandangku dengan kasih sayang
Hari-hari berlalu, dan aku menemukan beberapa hal aneh di rumah itu. Pintu yang terbuka sendiri, suara langkah kaki di malam hari, dan bayangan yang terlihat di jendela. Aku mulai curiga bahwa rumah ini terkutuk.
Suatu malam, aku menemukan sebuah buku tua di loteng. Buku itu berisi catatan Nenek tentang kejadian-kejadian misterius di rumah ini.
Aku menemukan rahasia yang mengejutkan. Nenek pernah melakukan ritual untuk memanggil arwah suaminya yang meninggal. Ritual itu menghasilkan kekuatan yang tidak terkontrol, menyebabkan kejadian-kejadian misterius di rumah.
Nenek memandangku dengan mata penuh air mata. "Aku tidak ingin kehilanganmu, cucuku."
Aku memutuskan untuk membantu Nenek melepaskan kekuatan itu. Kami melakukan ritual untuk membebaskan arwah suaminya. Suara-suara aneh berhenti, dan rumah itu kembali tenang.
Nenek memelukku. "Terima kasih, cucuku. Aku bisa tenang sekarang."
Aku belajar bahwa kekuatan cinta dan pengampunan dapat mengatasi kekuatan misterius. Rumah Nenek tidak lagi terkutuk, dan aku menemukan keluarga yang sebenarnya.