Malam itu, langit gelap tanpa bintang. Hanya bulan yang pucat menyorotkan cahayanya di atas Kota Heian, memantulkan bayangan gedung-gedung megah para pejabat kaya. Di salah satu rumah mewah, pesta besar sedang berlangsung. Suara tawa, musik, dan dentingan gelas terdengar dari halaman utama, di mana para pejabat berpakaian sutra terbaik mereka menikmati anggur dan makanan mahal.
Namun, di balik keriuhan itu, ada sesuatu yang bergerak tanpa suara. Bayangan seorang wanita melesat cepat dari atap ke atap, nyaris tak terlihat. Rinh, seorang pembunuh bayaran yang terkenal sebagai "Bayangan Hitam," melangkah tanpa ragu. Wajahnya tersembunyi di balik topeng, namun matanya yang tajam seperti menelusuri setiap celah. Dia sudah mempelajari rumah ini selama berminggu-minggu. Targetnya malam ini adalah seorang pejabat tinggi, Tuan Ryoji,yang dikenal memeras rakyat kecil dengan pajak yang tinggi.
Di sebuah ruangan yang diterangi lilin, Tuan Ryoji duduk sendirian, sibuk menghitung tumpukan koin emas yang baru saja dia dapatkan dari korupsi. Dia tersenyum puas, tidak menyadari bahwa kematian sudah mengintainya. Pintu ruangan itu sedikit terbuka, namun tak ada suara langkah kaki. Hanya ada embusan angin yang tiba-tiba membuat lilin berkedip.
"Siapa di sana?" suara berat Ryoji memecah keheningan. Dia berdiri, meraih belati yang tersembunyi di balik jubahnya. Tapi tidak ada jawaban.
Tiba-tiba, Rinh muncul dari bayang-bayang. Gerakannya cepat, hampir seperti bayangan yang menyatu dengan gelap. Sebelum Ryoji sempat bereaksi, Rinh menghunuskan pisau kecil ke lehernya. Darah menetes perlahan ke lantai kayu, menciptakan noda merah yang mencolok di bawah sinar lilin.
"Kenapa... kau melakukan ini?" Ryoji berusaha berbicara, namun suaranya tercekik oleh rasa sakit.
"Dosa-dosamu telah cukup," jawab Rinh dingin, suaranya rendah namun penuh keyakinan. "Rakyat tidak akan menderita lagi karenamu."
Rinh menarik pisaunya dan membiarkan tubuh Ryoji terjatuh ke lantai. Dia membersihkan pisaunya dengan kain sutra yang tergeletak di meja, lalu melangkah keluar tanpa meninggalkan jejak. Sebelum pergi, dia meninggalkan secarik kertas di atas tubuh Ryoji. Di sana tertulis sebuah pesan:
"Keadilan telah ditegakkan."
Rinh melarikan diri ke atap, tubuhnya kembali menyatu dengan kegelapan malam. Namun, dari kejauhan, dia mendengar suara teriakan. Para pelayan menemukan tubuh Ryoji dan memicu kepanikan di seluruh rumah.
Di istana, berita tentang kematian Ryoji segera sampai ke telinga Kaisar Hyun. Dia sedang berada di ruang kerjanya, membaca laporan tentang masalah keuangan negara. Saat mendengar kabar itu, ekspresi tenangnya berubah serius.
"Ini sudah yang kelima kalinya," ujar Hyun sambil meletakkan gulungan kertas di mejanya. "Bayangan Hitam semakin berani."
Seorang jenderal yang berdiri di sisinya menunduk hormat. "Kami akan meningkatkan pengamanan, Yang Mulia. Para prajurit akan disebar untuk menemukan pembunuh itu."
Hyun menghela napas panjang. Dia bukanlah pemimpin yang mudah dipengaruhi kemarahan. Sebagai kaisar yang adil, dia tidak hanya memikirkan keselamatan para pejabat, tetapi juga mencoba memahami motif di balik pembunuhan ini. Semua korban memiliki kesamaan: mereka adalah pejabat yang sering terlibat dalam kasus korupsi.
Jenderal itu mengangguk dan segera meninggalkan ruangan. Hyun duduk termenung, menatap peta besar di depannya. Ada banyak masalah di negerinya, dari kelaparan hingga ketidakadilan. Dia tahu sistem pemerintahan yang diwariskan oleh pendahulunya penuh dengan kebusukan. Tapi apakah seorang pembunuh bisa menjadi jalan keluar?
Di sisi lain, Rinh kembali ke tempat persembunyiannya di luar kota. Sebuah pondok kecil yang tersembunyi di antara hutan bambu menjadi tempat istirahatnya setelah setiap misi. Dia melepas topengnya, memperlihatkan wajah cantik dengan mata yang penuh kelelahan.
Di meja kecil, terdapat sebuah daftar nama yang ditulis dengan tinta hitam. Ryoji adalah salah satu dari nama-nama itu. Rinh mencoret namanya dari daftar, lalu membaca nama berikutnya. Dia tahu pekerjaannya belum selesai.
Malam terus berjalan, membawa rahasia baru yang menanti untuk diungkap. Namun, di kejauhan, roda takdir mulai bergerak, menghubungkan Rinh dan Kaisar Hyun dalam jalan yang tidak pernah mereka duga sebelumnya.
[Semoga yang baca suka, buat kelanjutan novelnya baca selengkapnya di "Complicated love".]