Senja selalu menjadi waktu favorit bagi Nayla di Danau Biru. Warna oranye keemasan yang memantul di permukaan air memberi ketenangan yang tak tergantikan. Namun, sore itu berbeda. Langit mendung, angin dingin berembus kencang, dan suasana terasa mencekam.
Ketika Nayla tiba di pinggir danau, ia menyadari bahwa rakit kayu kecil yang biasa digunakan oleh warga desa menghilang. Lebih aneh lagi, pasir di tepi danau tampak seperti telah digores dengan tanda-tanda misterius. Nayla mencoba mengabaikannya hingga ia mendengar suara samar: "Tolong..."
Mengira ada seseorang yang membutuhkan bantuan, Nayla mengikuti suara itu. Ia menemukan sebuah perahu kecil yang terikat di balik semak-semak. Rasa penasaran mengalahkan logikanya, dan ia mendayung menuju tengah danau, ke arah tempat suara itu berasal.
Di tengah danau, kabut perlahan turun, menutup pandangannya. Suara yang tadi terdengar samar kini terdengar jelas. "Jangan tinggalkan aku..." Suara itu terdengar seperti seorang pria muda, tetapi ketika Nayla menoleh, ia tidak menemukan siapa pun di perahunya.
Tiba-tiba, air danau bergolak, seolah-olah ada sesuatu yang muncul dari dasar. Nayla panik dan mencoba mendayung kembali ke tepi, tetapi perahunya tidak bergerak, seperti ditahan oleh sesuatu. Ketika ia melihat ke bawah, bayangan tangan besar terlihat menarik perahu ke dasar danau.
Namun, tepat saat ia hampir menyerah, sebuah tangan lain menariknya ke atas. Itu adalah Raka, seorang pemuda desa yang dikenal sebagai penjaga danau. Dengan cepat, ia membawa Nayla kembali ke tepi. "Kamu tidak seharusnya berada di tengah danau ini," katanya dengan nada serius.
Raka menjelaskan bahwa Danau Biru memiliki legenda: setiap beberapa dekade, danau itu "memanggil" jiwa-jiwa yang terluka untuk menenggelamkan mereka ke dunia lain. "Orang yang kau dengar adalah salah satu korban dari masa lalu," katanya.
Namun, cerita itu tidak berakhir di sana. Nayla merasa ada sesuatu yang belum terjawab, terutama tentang keberadaan Raka. Dalam penelitiannya, Nayla menemukan bahwa Raka sebenarnya adalah salah satu korban yang "hilang" lima tahun lalu, tetapi ia kembali dengan alasan yang tidak diketahui.
Ketika Nayla mencoba mengonfrontasi Raka, pria itu hanya tersenyum misterius. "Aku kembali untuk melindungi orang-orang seperti kamu," katanya sebelum menghilang di kabut senja, meninggalkan Nayla dengan perasaan aneh antara ketakutan dan kerinduan.
Sejak saat itu, Nayla tidak pernah lagi mendatangi Danau Biru saat senja. Namun, ia tahu, suatu hari nanti, ia harus kembali untuk mencari jawaban tentang Raka dan rahasia di balik danau itu.