Bagimu aku ini apa? Sebuah benda yang kamu mainkan ketika kamu bosan dan tak puas dengan wanita jalang lainnya. Apakah kamu tahu bahwa aku ini bukan wanita biasa?. Sudah aku katakan bahwa aku tidak berbicara omong kosong. Apa yang kau janjikan kepadanya? dan apa yang kamu janjikan kepadaku? Kamu takut? Bagaimana kamu takut? kamu sudah berjanji apakah itu hanya sebuah omong kosong darimu? Jangan khawatir ini tidak akan sakit 🙂
꧁ Nonsense꧂
☘︎ I want your promise ☘︎
Namaku adalah Alice yang berarti cahaya. Itu mungkin tak cocok untuk namaku. Aku memilih paras yang cantik saat aku lahir karena itu aku manjadi primadona di seluruh wilayah ini. Tak hanya kecantikan ku yang dipuja melainkan karena aku wanita yang sangat berbakat. Hampir semua kegiatan bisa kulakukan. Ini mungkin berkat yang Tuhan berikan kepadaku. Tapi apakah kamu tahu? Jangan mudah percaya kepada orang yang diluar cantik. Bukan seperti aku. Aku sangat baik hati, kalian tahu itu?
Tapi itu dulu sebelum aku bertemu dengannya.
༆༄༄༄
Pagi hari yang cerah.
Seperti biasa aku akan memetik Bungan untuk hiasan meja ayah. Tak lupa aku akan mengambil air dari sungai. Dalam perjalanan aku hanya sibuk menikmati pemandangan yang sangat indah ini.
"Alice, Alice, Nona Alice".
Sebuah tangan menepuk pundak ku. Aku tersentak.
"Oh maafkan saya". Ucapku sambil menatap wajah orang itu.
"Tidak apa. Kenapa anda datang kesini sendirian? dimana teman anda nona?".
"Ehh...". Ucapku sambil melihat sekeliling.
(Sejak kapan aku di perbatasan? yaampun aku melamun dan berjalan sampai perbatasan)
"Apakah boleh saya antar pulang? Sebagai seorang wanita sebaiknya anda tidak berjalan sendiri sampai sini apalagi sampai perbatasan". Ucap pria itu sambil tersenyum.
Jujur senyumannya itu membuatku meleleh. Aku sudah pernah bertemu semua laki-laki tampan, tapi aku sama sekali tak terpikat oleh mereka. Entah kenapa aku melihatnya hatiku berdebar-debar dan apa ini? Wajahku memerah dihadapannya.
"Nona, maaf saya sangat lancang. Perkenalkan nama saya Petter March. Saya adalah pangeran ke 2". Ucapannya sambil mencium punggung tanganku.
"Saya Alice senang bertemu dengan anda".
༒︎☠︎︎
Sejak saat itu tuan Petter selalu mengunjungi rumah Alice. Mereka memutuskan untuk pacaran dan sampai ketahap pernikahan. Itu harapan Alice yang ingin menikah dengan orang yang di sukai dan hidup dengan damai. Tapi itu tidak dapat terwujudkan karena Petter adalah orang yang gila akan wanita. Hampir setiap hari dia ganti-ganti wanita untuk memuaskan rasa hasratnya.
"Sebagai Keluarga bangsawan anda harus memperhatikan tata Krama tuanku". Ucapku sambil menatap lekat wajah suamiku
"Apa yang kamu bicarakan?". Ucapnya sambil memelukku tubuhku.
"Apa anda masih suka kepada saya?".
"Tentu saja. Jantung dan hati ini hanya untukmu". Ucapnya membuatku tersenyum.
"Apa anda yakin? Bolehkah saya mengambil jantung dan hati anda yang mulia?".
"Tentu saja istriku".
"Kalau begitu jangan pernah menyentuh orang lain. saya adalah istri anda. Anda tidak berhak atas orang lain. Berjanjilah kepada saya bahwa anda telah berubah menjadi orang yang lebih baik".
"Aku berjanji".
Dengan mengucapkan janji itu. Alice juga berjanji bahwa ketika suaminya bersama / melakukan hubungan dengan orang lain dia akan mengambil jantung dan hati sang suami.
Setelah itu anda pasti tahu apa yang terjadi. Petter tak mampu untuk menepati janjinya. Dia tetap berhubungan dengan banyak gadis dan disaat yang sama Alice menjadi sedih dan menguatkan hatinya untuk mengambil jantung dan hati suaminya.
Dia pergi ke dapur untuk mengambil sebilah pisau yang tumpul kemudian masuk ke dalam kamar sang suami. Dia melihat suami tercintanya sedang melakukan hubungan dengan orang lain. Dengan Wajah menyeringai dan tawa yang keras mengerikan. Dia menusuk dada suami dan mengambil jantung serta hati milik suaminya. Terlihat darah yang berceceran dan 2 mayat yang meninggal tanpa busana.
Kejadian itu menghebohkan seluruh dunia. Dan pelaku kejahatan tersebut tak pernah tertangkap seperti daun yang tertiup angin. Kini cerita itu menjadi sebuah sejarah kelam dalam kerajaan.
☄️ Jika kita membuat sebuah janji entah itu kecil ataupun besar seharusnya kita menepatinya. Karena Tuhan akan selalu mengikat janji anda dengan suatu konsekuensi yang berbeda ☄️