Sebelumnya saya ingin mengucapkan terimakasih kepada teman-teman semua yang sudah membaca cerita yang saya buat.
Ada sepasang kekasih yang bernama Vania dan kenzie, mereka sudah menjalin hubungan selama lima tahun semenjak SMA sampai mereka kuliah sungguh hebat kisah percintaan mereka yang tidak pernah terkecoh dengan orang ketiga, tetapi sayang nya waktu itu ibunya kenzie sedang tidak baik-baik saja sudah satu bulan ia sakit-sakitan, dan Kenzie tidak lagi memasuki kuliah selama satu bulan karena ia harus merawat ibu nya yang sedang sakit, dan ia juga harus berkerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, selain itu ia juga harus membiayai perobatan ibu nya yang sedang sakit, selama satu bulan ini Kenzie tidak lagi memberi kabarnya kepada Vania, pada saat itu Vania sangat khawatir akan keberadaan Kenzie, karena sudah satu bulan Kenzie tidak lagi menghubunginya, dengan penasarannya Vania langsung datang kerumah Kenzie dan pada saat itu ada seorang ibu yang menjelaskan bahwa Kenzie sudah tidak lagi tinggal disini kerena rumah Kenzie ternyata sudah dijual.
"Tok..tok..tok Ken Kenzie," kata Vania sambil mengetok pintu rumah Kenzie.
"Ma'af cari siapa ya neng?" kata seorang ibu.
"Ini Bu mau cari Kenzie, Kenzie nya ada nggak ya Bu?" tanya Vania kepada ibu tersebut.
"Ouh Kenzie, Kenzie nya sudah pergi neng" jelas ibu tersebut kepada Vania.
"Pergi, pergi kemana ya Bu?" tanya Vania lagi.
Lalu ibu itu menjelaskan semuanya kepada Vania bahwa rumah Kenzie sudah dijual dua Minggu yang lalu dan Kenzie sekarang berhenti kuliah dan memutuskan untuk berkerja karena harus membiayai perobatan ibu nya, karena sejak lahir Kenzie ditinggalkan ayah nya, waktu Kenzie masih bayi sang ayah telah mengkhianati ibu nya, ia selingkuh dengan orang lain lalu sang ibu memutuskan untuk bercerai karena bukan satu dua kali ayah nya melakukan perbuatan keji.
"Terus sekarang Kenzie pindah kemana ya bu dan sekarang dia kerja dimana?" tanya Vania.
"Ibu juga kurang tahu ya neng, tapi dengar-dengar katanya Kenzie kerja mengangkut barang dipasar dan sering mengikuti balapan motor," jawab ibu tersebut kepada Vania.
"Ba..ba..lapan motor" kata Vania kaget.
"Iyah balapan motor" jelas ibu tersebut.
Vania bengong dan memikirkan Kenzie "Malam ini kan ada balapan motor," batin Vania.
"Jangan..jangan Oh tidakkk..." teriak Vania secara tiba-tiba.
"kamu kenapa?" tanya ibu tersebut.
"E...e..engga papa kok Bu," jawab Vania gugup dengan kebohongannya.
"Ibu tahu kamu mengkhawatirkan nak Kenzie kan?" tanya ibu tersebut, mengetahui bahwa Vania sedang memikirkan Kenzie.
"Vania takut karena nanti malam akan ada lomba balapan motor," Jawab Vania.
Malam pun tiba ternyata benar apa yang dikhawatirkan oleh Vania, Kenzie mengikuti balapan motor dan mirisnya ia mengalami kecelakaan, dan saat Vania mendengar berita tersebut Vania langsung bergegas lari menemui Kenzie, dan saat itu Kenzie sudah dibawa ke rumah sakit dalam keadaan kritis, ibunya yang sedang sakit langsung menemui Kenzie sambil menangis dan berkata.
"Kenzie anak mamah bangun yukk, Kenzie mau kan mamah sembuh sekarang mamah udah sembuh," lirih ibunya sambil menangis, rasanya ia pengen sekali memeluk anak nya namun apalah daya dokter melarangnya, sang Ibu hanya bisa melihat anak nya dari pintu jendela.
Saat Vania sampai dirumah sakit dan dokter keluar dari ruangan Kenzie sambil berkata.
"Ma'af ibu kami sudah berusaha semaksimal mungkin namun Tuhan berkehendak lain, anak ibu tidak bisa diselamatkan" kata seorang dokter.
"Apa....nggak mungkiiinnn kenziiee," Teriak Vania sambil memasuki ruangan ICU tempat dimana Kenzie dirawat.
"Dokter bohong kan dok ini semua bohong kan dok ini semua hanya bercanda kan dok jawab dok!!" kata Vania sambil menangis yang tak mempercayai bahwa kekasihnya akan meninggalkannya begitu cepat.
"Kamu yang sabar ya saya tahu perasaan kamu," kata dokter sambil memeluk dan mengelus kepala Vania.
Vania masih tidak percaya iya menggoyang-goyangkan Kenzie supaya bangun namun itu semua hanya mimpi bagi Vania untuk Kenzie bangun.
"Kenziieee kamu kan sudah janji tidak akan meninggalkan ku tapi kenapa janji yang kamu ucapkan kamu khianatin Ken," lirih Vania sambil teriak dan menggoyangkan tubuh Kenzie sambil mengeluarkan air mata yang sangat deras, namun usaha Vania sia-sia Kenzie tetap saja tidak sadar, kini sekarang giliran ibu nya.
"Ken bangun Kenzie, mamah udah sembuh Ken, kini sekarang giliran kamu untuk sembuh ayolah bangun Ken..kenzieee bangun," lirih sang ibu sambil menangis.
"Kenzieee kumohon kembalilah Ken, kembalilah kepelukan ku kenziee...." Teriak Vania sambil memeluk tubuh Kenzie yang sedang berbaring tak berdaya.
Tamat