Enam tahun lalu, hidup Rina berubah dalam sekejap. Saat itu, dia hanya seorang wanita muda yang bekerja sebagai pramusaji di sebuah hotel mewah. Malam itu, pertemuannya dengan seorang pria tampan dan kaya, yang ternyata adalah CEO terkenal, merubah jalan hidupnya. Pria itu, dalam keadaan mabuk setelah pesta yang berlangsung semalam suntuk, meniduri Rina tanpa tahu siapa dia. Ketika bangun keesokan harinya, pria itu tidak mengingat apapun, dan Rina, dengan hati yang hancur, memutuskan untuk pergi dan menyembunyikan diri.
Rina melarikan diri dari kota besar itu, membawa kenangan buruk dan rasa malu yang mendalam. Namun, sebuah rahasia terpendam jauh di dalam dirinya — empat anak kembar yang lahir dari kejadian tersebut. Dia membesarkan anak-anaknya dengan penuh kasih sayang, meskipun hidupnya tidak mudah. Selama bertahun-tahun, dia menjaga mereka dalam kesendirian, jauh dari dunia luar.
Namun, takdir tidak bisa dihindari. Suatu hari, enam tahun setelah pertemuan yang telah lama dilupakan itu, CEO terkenal, Arka Raditya, teringat kembali kejadian semalam itu. Ia merasa ada yang hilang, ada sesuatu yang belum terungkap. Semua ingatannya tentang wanita yang pernah ia tiduri, wajahnya yang samar, dan suara yang tak bisa ia lupa, mengganggunya. Namun, satu hal yang paling membuatnya penasaran adalah keberadaan seorang wanita yang ia tidak ingat namanya — wanita yang membawa rahasia besar.
Arka tidak bisa tenang, perasaan bersalah dan penasaran membuatnya mencari tahu siapa wanita itu. Dia tidak tahu bahwa wanita yang sedang ia cari adalah Rina, ibu dari empat anak kembar yang kini telah tumbuh dengan sehat, tanpa mengetahui siapa ayah mereka. Rina tahu bahwa hari ini, pria itu akan datang mencarinya. Semua tanda menunjukkan bahwa Arka, CEO terkenal yang menjadi bagian dari masa lalunya, akan menemukan jejaknya.
Hari itu, Rina berusaha menjaga ketenangannya. Anak-anak kembarnya yang lucu sedang bermain di ruang tamu, tanpa menyadari ketegangan yang membelit ibunya. Rina menatap mereka, dan dalam hati, dia berdoa agar masa lalu yang kelam tidak pernah terungkap. Namun, takdir bekerja dengan cara yang tak terduga.
Pintu rumah yang sederhana itu terdengar diketuk. Rina berdiri dari kursinya, menarik napas panjang, dan membuka pintu. Di depan pintu itu, berdiri Arka, pria yang pernah menjadi bagian dari kehidupannya yang hilang, dengan tatapan tajam dan penuh tekad.
"Rina," Arka berkata dengan suara yang serius namun lembut. "Aku tahu kamu ada di sini. Aku tahu kamu adalah wanita yang aku cari selama ini."
Rina terdiam. Dia tahu bahwa hari ini waktunya akan tiba. Namun, dia tidak tahu bagaimana harus menghadapinya. Dengan hati yang berdebar, dia berkata, "Apa yang kamu inginkan, Arka? Kamu sudah punya segalanya. Apa yang lebih kamu cari dari seorang wanita sepertiku?"
Arka menatapnya dalam-dalam, mencari jawaban yang sudah lama mengganggunya. “Aku tidak pernah lupa malam itu. Aku mencari-cari siapa kamu, dan kenapa aku merasa begitu terikat dengan ingatanku tentangmu. Aku harus tahu, Rina… ada sesuatu yang tidak bisa aku lupakan tentangmu.”
Rina menggigit bibirnya. Dia merasa takut jika identitasnya terungkap, takut jika Arka tahu bahwa dia adalah ibu dari anak-anaknya. Tapi, Arka melangkah lebih dekat, dan dengan lirih ia bertanya, “Apakah kamu punya anak? Empat anak, Rina?”
Rina terkejut. Semua yang dia coba sembunyikan selama ini terbongkar begitu saja. Empat anak kembarnya, yang selalu dia jaga agar tidak terdeteksi oleh siapapun, kini menjadi alasan Arka datang ke hadapannya. "Kamu tahu?" tanya Rina dengan suara serak.
Arka mengangguk perlahan, matanya penuh penyesalan. “Aku tidak tahu apa yang terjadi setelah malam itu, tetapi aku merasa aku punya tanggung jawab terhadap kamu dan anak-anak itu. Aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi, Rina. Aku tidak akan meninggalkanmu lagi.”
Rina merasa hatinya bergejolak, bingung antara rasa marah dan rasa haru. Dia merasa tidak siap untuk membuka lembaran lama yang penuh dengan luka. "Anak-anakmu... mereka tidak tahu siapa ayah mereka," kata Rina perlahan. "Aku tidak pernah memberitahu mereka siapa kamu."
Arka terdiam, tak menyangka bahwa dia ternyata adalah bagian dari masa lalu yang begitu berat bagi Rina. Namun, ada rasa keinginan untuk memperbaiki semuanya, untuk bertanggung jawab, meskipun itu berarti mengubah segala yang telah dia bangun selama ini. "Aku ingin memperbaiki semuanya," kata Arka dengan tekad. "Aku ingin menjadi bagian dari hidup mereka, dan hidupmu, jika kamu memberi kesempatan padaku."
Rina menatapnya dalam-dalam, melihat tatapan tulus dalam mata Arka. Meskipun dia masih ragu, ada sesuatu dalam diri Arka yang membuatnya berpikir ulang tentang masa depan. Akankah dia membuka hatinya untuk pria yang dulu membuatnya terluka? Apakah dia bisa menerima kenyataan bahwa anak-anaknya layak tahu siapa ayah mereka?
Pada akhirnya, identitas wanita yang pernah Arka tiduri memang terungkap, dan meskipun masa lalu tidak bisa diubah, mungkin ada kesempatan bagi keduanya untuk memperbaiki hubungan yang telah lama terlupakan. Tapi bagi Rina, yang terpenting adalah bagaimana dia bisa melindungi masa depan anak-anaknya dan memberikan mereka kebahagiaan yang pantas mereka dapatkan.
Tamat