By marwa
" Orang hebat bukan dia yang memiliki banyak cinta, tapi dia yang bisa menolak cinta lain.demi mempertahankan satu cinta "
~ bachrudin jusuf habibie.
pada 1946, di tengah riuhnya ruang seminar yang tengah membahas kemerdekaan indonesia, seorang pemuda berjiwa cerdas dan bercita-cita tinggi terpaku saat matanya tertuju pada gadis di tengah ruangan dengan senyum selembut embun.
Entah dorongan darimana rudy dengan percaya diri menghampiri gadis itu. " Hallo, nama saya rudy, dari univ teknologi, jerman " tuturnya. Gadia itu melirik rudy lalu tersenyum menyambut uluran tangan rudy.
" Saya ainun dari univ indonesia fakultas kedokteran ". Ucapnya
Percakapan itu mengalir dengan alami. Dengan topik yg membahas tentang kemerdekaan yang baru saja diraih oleh negara tercinta mereka.
Seiring waktu berjalan. Hubungan keduanya semakin erat, walau jarak memisahkan mereka berdua, rudy yang harus kembali melanjutkan study nya di jerman dan ainun yang harus kembali ke depok, kembali kuliah untuk melanjutkan cita-citanya menjadi dokter. Namun setiap surat yang mereka tukarkan menjadi saksi bisu dari kekuatan cinta mereka yang tak terhalang bentangan jarak dan waktu
Pada 12 mei 1962, mereka akhirnya menikah di bandung, menyatukan dua jiwa yang telah melalui berbagai rintangan. menyatu dalam janji suci yang tak akan pernah terpisah.
" Saya terima nikah dan kawinnya Hasri Ainun Besari binti mohammad besari " kata rudy dengan lantang. " Sah " jawab para saksi serentak. Hari itu, dunia mereka bersatu. Seperti juga indonesia yang baru menemukan jalannya
Pada tahun 1998, i indonesia dilanda krisis ekonomi yang menghancurkan. Saat rudy dilantik menjadi presiden ke tiga republik indonesia, negara dalam keadaan terpuruk. Namun ditengah kegentingan itu ada sosok yang ada di samping rudy, Ainun. Bahkan ketika tubuhnya mulai lemas termakan usia, Ainun tak pernah berhenti memberikan rudy semangat.
" Percayalah rudy " saat mereka duduk berdua di tengah ruang tamu yang sepi.
" Hidup itu seperti roda, kadang kita di atas dan ada kalanya kita di bawah. Kamu terpilih karena kamu mampu, rudy ". Ainun dengan kelembutannya, tetap menjadi cahaya bagi rudy
Pada tahun 2010, Ainun mengandung anak pertama mereka. Kebahagiaan mereka tak terlukiskan. Di tengah kesulitannya membangun negara yang di pimpinannya. Rudy merasa mendapat anugerah besar, sebuah harapan baru
Namun ketika waktu persalinan tiba, komplikasi terjadi. Dokter membawa kabar yang memecah hati rudy " hanya satu nyawa yang bisa di selamatkan, ibu ainun atau bayinya " ucap dokter
Dengan napas tercekat, rudy memohon, " tolong selamatkan mereka, Tuhan saya tidak tau bagaimana hidup saya tanpa mereka. "
Perjuangan panjang itu akhirnya berbuah manis, ketika ainun dan anak mereka, ilham akbar habibie, lahir dengan selamat. Namun Ainun jatuh dalam kondisi kritis. Rudy, yang selalu ada di sisi ainun, membawa istrinya ke jerman, berharap ada keajaiban.
Namun, pada hari itu di saat mentari sudah berpamit dan berganti dengan rembulan di temani gemerlap bintang yang menghiasi langitnya. Tenang dan syahdu, renjana, hanya samar-samar semilir angin yang terdengar. Seorang insan menghela nafas terakhirnya. 22 mei 2010 pukul 20 . 35. Ainun meninggalkan dunia ini dengan segala kenangan nya. Rudy seketika hancur.
Rudy yang kini berjuang sendirian, kembali ke kamar mereka, ruangan yang dulu penuh tawa, kini terasa hampa. Di samping ranjang. Ia menemukan sebuah surat. Surat yang terlihat 3 hari setelah sang penulis di peluk dua meter di bawah tanah.
" rudy tetaplah semangat, jaga anak kita, lanjutkanlah hidup mu. Di kehidupan selanjutnya jika ada cintai aku lagi"
Setiap hari, rudy pergi ke makam ainun, membawa bunga anggrek dan sedap malam, bunga kesukaan ainun. Rutinitas yang selalu di jalankan sepanjang hidupnya. Rudy tau bahwa cinta ainun akan selalu ada di hatinya. Ia juga tau suatu saat nanti, mereka akan bertemu lagi di alam sang tuhan yang maha esa. Kekal abadi bersama cintanya.
Terima kasih untuk kesempatan mengenal mu, itu adalah salah satu anugerah terbesar di hidupku, cinta memang tidak perlu di temukan, cintalah yang akan menemukan kita.
Terimakasih. Nasihat lama itu benar sekali, aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir, tapi aku akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi.
Masa lalu.Rasa sakit.Masa depan.
Mimpi-mimpi. Semua akan berlalu
seperti sungai yang mengalir. Maka
biarlah hidupku mengalir seperti sungai
kehidupan.