Mama di lah ibu, dia lah pahlawan ku da dia lah penguat semangat untuk ku.
Bila kita mengatakan ibu bunyi nya tidak asing lagi ye dia ibu seorang wanita yang kuat.
Itu lah yang berada di dalam fikiran Liana seorang gadis yang berumur 15 tahun,
Liana kehilangan ayah nya saat usia nya 1 tahun kepergian ayahnya membuat dia rindu akan sosok seorang ayah yang di idam sejak lama.
Namun saat ini dia tidak lagi mengigati sosok ayah itu kerana dia menanam di hati nya bahawa ibu dia hebat mampu menjagamu dari kecil hingga besar, dia berkeja keras untuk menafkahi kehidupan seharian ku akan ku lindungi dan ku jaga dia seperti dia menjagaku.
Kata kata itu Liana tanam di hati nya
Bukan si gadis tidak pernah merasa iri akan oramg lain yang mempunyai ayah namun dia juga pernah merasa iri.
"Kenapa kamu pergi ayah aku bum sempat tumbuh dewasa, aku belum bisa menerima kepergianmu ayah.
Namun seketika ia sadar bahawa berjaya nya seorang anak perempuan tidak memerlukan sosok seorang ayah dibelakang nya kerana kita juga perlu berjaya untuk menjadi yang lebih baik.
Saat ini Liana si gadis kecil yang merindukan ayahnya siang dan malam akhirnya berjaya menjalani kehidupan tanpa pahlawan.
Kata orang Cinta pertama anak perempuan ialah ayah, Liana tertanya-tanya jika orang yang tidak punya ayah siapa cinta pertama nya (apa kalian bisa jawab author juga kadang kadang kepikiran sih hehe)
Saat ini Liana menjalani kehidupan nya yang bahagia bersama ibu nya .
mereka berjalan bersama sama menuju ke hari bahagia kedepannya.
Pesan :
siapa yang msih punya ortu jaga lah mereka jadi anak yang soleh dan solehah dan jadi anak yang menyenangkan hati ortu kalian ya.