Tao. Kamu harus bobo sama aku ya nanti aku kasih ikan asin yang banyak!
•••
"Miaw. "
Kilat mata Caca langsung bersinar saat menemukan kucing hitam di dalam lubang got. Ia dengan senang hati mengangkat tubuh lemah tak berdaya itu sambil menyengir lebar.
"MAMA, CACA PUNYA TEMEN BARU!" teriak Caca masuk kedalam rumah dengan baju yang penuh dengan kotoran seraya memangku kucing yang ia tadi pungut.
Sang Mama yang melihatnya berekspresi datar sedatar triplek seraya melirik penampilan Caca dari ujung kepala sampai ujung kaki. Cucian lagi cucian lagi, dasar nasib emak-emak emang gini amat.
"Anak Mama yang amat sangat Mama sayangi, buang kucingnya. Kalo ada virus di tubuh kucing itu gimana?" tolak Mama dengan keras.
Caca langsung cemberut, ia menggelang kuat tidak mau sampai teman baru nya di usir lagi.
"Mama jangan gitu, kacian mah nanti dia kedinginan gimana? terus siapa yang bakal mau nemenin dia di luar yang gelap itu. Terus Mama mau nanti kucing ini mati? ish mama kok gak berprikekucingan sih kacian kucing nya ishh!"
Vivian mengusap ujung pangkal hidungnya. Ia sudah repot mengurus anak ayam, burung, cacing, dan belalang yang Caca pungut di jalan. Dan sekarang bertambah lagi satu kucing?! Ini rumah apa taman safari sih.
"Sayangnya Mama, gini ya mama gak bermaksud begitu. Mama kesian kok sama kucing ini, tapi kan kamu tahu melihara kucing tuh butuh uang dan waktu untuk segalanya. Kamu mau uang jajan kamu kepotong buat beli wisk*s hmm?"
Caca terdiam. Ia langsung menganguk setuju. Tidak apa-apa uang jajannya kepotong asal kucing ini ada di rumahnya dan jadi temennya.
"Terserah kamu aja deh Mama mah udah pusing pala barbie. Yaudah kalo gitu sana mandiin kucingnya, Bau banget heww!" ujar Vivian final membuat Caca tersenyum lebar.
"Siap laksanakan pemilik hati papa!" ucap Caca berhormat agung.
Caca langsung berlari riang ke kamar mandi. Asik nambah temen baru, pikirnya.
Setelah bersusah payah memandikan si jantan kasar ini, Caca bersungut kesal pasalnya tangannya yang mulus ini harus mendapatkan goresan cinta dari sang kucing.
"Nah kucing, sekarang kamu jadi temen aku ya. Emmm ngomong-ngomong kasih nama apa ya yang cocok buat kamu?" ucap Caca meletakkan kucing itu di atas kasur empuknya.
"Miaw. "
"Miaw... Miaw. "
"Iya iya sabar dulu, capek nih mikirin nama yang cocoknya!"
5 menit kemudian.
Caca melotot girang karena sebuah nama terlintas dipikirannya, ia lalu menangkup wajah kucing itu dengan lembut.
"Gimana kalo TAO? baguskan cing, behh jadi inget ex- EXO kan." ujar Caca sambil menerawang kembali masa-masa kebersamaan OT12 itu.
"Miaw..." sahut kucing itu menepuk-nepuk ekor miliknya, sepertinya suka dengan nama yang diberikan Caca.
"Nah sekarang gimana kalo kita tidur siang?" Ajak Caca lalu memeluk Tao dengan senyum lebar dan mengecup mulut Tao lembut. Sedetik kemudian Caca terlelap tanpa tahu ada hal janggal menantinya.
Tubuh Tao berubah menjadi manusia tanpa pakaian sama sekali. Ia tersenyum miring lalu makin mendekatkan wajahnya di leher Caca dan menjilat disana seperti kelakuan kucing biasanya. Tangan besarnya memeluk erat tubuh Caca yang kecil itu sambil terus menjilati leher dan pipi Caca pelan-pelan.
"Aku suka kamu, manusia." ujar Tao tersenyum lebar dan mencium bibir Caca sebentar. Perlahan tubuh Tao berubah kembali menjadi seekor kucing berwarna hitam.
Tao pun mulai terlelap bersama Caca yang duluan sudah ke alam mimpi.
End.
Note:
Sempet-sempetnya bikin cerpen disaat mau PAS. koplak beut dah💆