Cliffhanger
Singkatnya, cliffhanger adalah teknik penulisan atau narasi yang digunakan untuk mengakhiri sebuah cerita, babb, atau episode dengan kesimpulan yang mengejutkan, tidak terduga, atau belum selesai. Nah, tujuannya adalah membuat pembaca atau penonton penasaran dan ingin tahu kelanjutannya.
Kamu pasti pernah kan baca cerita atau nonton film di mana suatu adegan dipotong secara tiba-tiba atau konflik yang terjadi tak sepenuhnya selesai sampai menimbulkan pertanyaan.
Kok begini sih? Iiihhh kelanjutannya kayak gmn?
Naaahhh, ending yg menggantung seperti itu namanya cliffhanger.
Ciri-ciri cliffhanger adalah, sbb;
1. Mengakhiri cerita secara tiba-tiba
2. Meninggalkan pertanyaan yang belum terjawab
3. Membuat pembaca atau penonton penasaran
4. Membangun antisipasi untuk kelanjutan cerita
5. Seringkali menggunakan kalimat atau adegan yang mengejutkan
Jika ending babb salah satu novelmu memiliki ciri-ciri di atas, maka selamat, kamu sudah berhasil membuat cliffhanger.
Tujuan dari cliffhanger sudah jelas ya, untuk memicu rasa penasaran pembaca, sehingga ia akan terus mengikuti kelanjutan cerita.
Ada beberapa jenis cliffhanger yang mungkin bisa kamu adaptasi dan terapkan untuk novelmu. Tapi berhubung agak panjang dan butuh penjelasan lebih, mungkin nanti aku share di cerpen aja, ya. Next pertemuan kita bahas lebih lanjut. Ok?
TIPS💡
MEMBUAT CLIFFHANGER
1) Gunakan pada akhir babb atau cerita.
2) Buatlah akhir yang terduga.
3) Tinggalkan pertanyaan yang tidak terjawab.
4) Jangan terlalu berlebihan sampai akhirnya terkesan memaksakan cliffhanger
5) Pastikan cliffhanger relevan dengan plot.
Teruuuusss, cliffhanger ini penting gak sih buat penulis 🤔
Semua teknik menulis dalam novel itu penting 😺
Salah empat alasan kenapa kamu harus pakai cliffhanger di akhir babb novelmu, adalah;
1. Sudah jelas, untuk membuat pembaca penasaran.
2. Meningkatkan kualitas cerita. Biar novelmu gak lempeng-lempeng aja.
3. Meningkatkan daya tarik. Hey, pembaca itu makhluk yang kepo, lho, semakin dia penasaran thd sesuatu, pasti bakal dia ikuti terus sampai rasa penasarannya hilang.
4. Membangun struktur cerita. Dengan begitu, kamu bisa menghubungkan satu babb dengan babb yang lainnya jadi lebih menarik.
CARA MENERAPKAN CLIFFHANGER
Kamu pasti bertanya-tanya kan, gimana caranya menerapkan teknik cliffhanger untuk novelmu.
Ini dia caranyaaaa
YANG PERTAMA — TENTUKAN MOMEN
Langkah pertama untuk membuat cliffhanger adalah dengan menentukan momen dalam cerita, di dalamnya termasuk karakter dan plot. Nah dari sana, narasinya dapat kamu bangun dengan peristiwa yg mendalam lalu mengubah arah ceritanya. Tapi harus ttp memiliki kesinambungan yak.
YANG KEDUA — MEMBANGUN KETEGANGAN
Sebelum memasuki cliffhanger, sebaiknya kamu membuat alur cerita yang konfliknya maksimal.
YANG KETIGA — MAINKAN RESOLUSII
Dalam sebuah naskah novel pasti ada resolusi yg ditawarkan penulis untuk karakter atau tokoh dalam menyelesaikan konfliknya. Nah, di sini kamu bisa mengubah resolusi cerita dengan cliffhanger untuk menyusun alur yg menyisakan tanda tanya besar.
YANG KEEMPAT — MENYERTAKAN ELEMEN KEJUTAN
Bukan elemen api, tanah, air dan udara kayak Avatar lho, ya. Tapi maksudnya merangkai informasi yang terbatas, sehingga penyelesaiannya tidak dijelaskan secara utuh.
YANG KELIMA — MEMBANGUN EMOSI
Agar karyamu terasa lebih dekat dengan pembaca, coba kasih dulu seratus. Eh nggak, bercanda yaaa. Ingat dengan materi sharing kita yang terakhir? Tentang membangun tokoh-tokoh yang dekat dengan pembaca agar lebih bisa membangun emosi. Nah, dalam cliffhanger ini, kamu juga seharusnya menerapkan teknik itu. Tujuannya agar, jika sesuatu terjadi pada si tokoh utama, pembaca dapat ikut merasakan emosi yang dialami sang tokoh.