Hai, Nama ku Anasera Tavisha Arsyakayla. Panggil saja Arsya. Aku ingin bercerita tentang keluarga ku yang sudah mati. Tetapi, Semua keluarga ku saat mati akan tersenyum. Aku menjadi bingung, Kenapa mereka mati dengan tersenyum. Baiklah, Mari kita mulai ceritanya. Di tahun 2018, Di situ aku masih berusia 15, dan sekarang aku berusia 20. Saat itu, Aku berkumpul di ruang tamu, untuk merayakan tahun baru. Dan setelah merayakan tahun baru, kami liburan ke Jakarta, Kami orang jogja. Kami di sana sangat menikmati liburan kita. Sampai-sampai kita lupa kalau sudah tahun 2019. Dan saat di hari Kamis, kita sedang di restoran untuk merayakan ulang tahun adik ku yang ke 12. Kami di situ sangat menikmati nya. Saat kami sedang makan, tiba-tiba saja ada suara tembakan dari arah kanan yang membuat kami sangat terkejut. Tapi, sayang... Ada salah satu anggota keluarga ku yang terkena tembakan itu. Yaitu.. Ayah ku. Ternyata, orang yang menembak ayah ku itu sudah meningincar nya dari dulu. Karena, dia mempunyai rasa iri dengannya. Karena apa? Orang yang ia cintai telah menikah dengan ayah ku. Yaitu, ibu ku. Orang tersebut sangat mencintai dengan ibu ku, dia mencintai saat SMP. Ia juga memiliki foto-foto ibu ku. Apa ini bisa disebut obsesi? Ya, itu benar. Ia sangatlah obsesi dengan ibu ku. Obsesi nya hanya kecantikannya saja. Dan itu membuat ibu ku sangat membenci pria tersebut. Dan aku melihat ayah yang terbaring lemah, aku mengeluarkan air mata. Di situ aku melihat ayah ku tersenyum dan berkata "Jaga adik mu dan ibu... Jangan sampai seperti ayah.. Selamat tinggal" Ia menghembuskan nafas terakhir. Dan berakhir mati dengan tersenyum. Itu membuat ku sangat tidak termasuk dengan pria yang sudah membunuh ayah ku. Apa salah ayah ku? Di mana letak salah nya ayah ku? Apa.. Ayah ku sangat salah bagi mu?. hari pun berlalu, sudah 3 minggu meninggal nya ayah. Kami masih saja akur, seperti teman. Dan seperti tidak ada masalah. Dan ini yang kedua kalinya ada yang mati di keluarga ku. Yaitu.. Ibu ku. Di suatu hari, saat hari Selasa pukul 11.23. Kami sedang berada di pasar untuk membeli kebutuhan makanan di rumah. Tapi, saat kami membayar di sakah satu penjual, aku melihat gerak-gerik yang mencurigakan di penjual tersebut. Dan saat ibu ku mencari dompet untuk membayar kepada penjual itu, Penjual itu langsung membobol pistol ke kepala ibu ku. Aku dan ibu terkejut. "Apa-apaan ini?! Kenapa kau-" Perkataan ibu ku terpotong keran ada suara dari pistol yang sangat keras yang membuat ku sangat terkejut. Ibu ku... Di tembak. Dan ternyata penjual itu adalah pembunuh bayaran yang berpura-pura menjadi penjual di pasar. Aku melihat ibu dengan wajah sangat khawatir. Ibu ku tersenyum kepada ku dan berkata "Jaga adik mu dengan baik-baik... Dan bekerja keras lah untuk kehidupan mu dan dik mu.. Selamat tinggal" Dan akhirnya ibu ku menghembuskan nafas terakhir anya. Dan berakhir mati dengan senyuman. Mati dengan senyuman lagi? Aneh... Perkataan ibu juga hampir mirip dengan perkataan ayah.. Dan juga berakhir mati dengan senyuman. Apa arti semua itu?... Hari pun berlalu. Sudah 2 bulan atas meninggal nya ayah dan sudah 1 minggu atas meninggal nya ibu. Di situlah, giliran adik ku yang mati. Di suatu hari, Di hari senin. Kami sedang berada di sekolah. Sekolah kami jaraknya lumayan dekat. Dan jika kita mau ke sekolah juga selalu bersama. Dan saat jam istirahat di sekolah adik ku, ia memakan bekalnya. Dan sayang nya... Ia.. Keracunan. Tidak di sangka ada yang meracuni adikku. Di situ adikku langsung di bawa ke rumah sakit. Tapi, sayang... Ia mati terlebih dulu. Apa dia mati dengan tersenyum? Ya, itu benar. Ia mati dengan tersenyum. Dan ia berkata "Jaga diri kakak... Kakak jangan sampai seperti adik... Adik mau melihat kakak hidup damai.. Jaga diri baik-baik.. Selamat tinggal" Ya... Akhirnya ia mati dengan senyuman...
Sudah beberapa hari. Sudah 5 minggu atas meninggal nya adik. Di situ aku langsung berpikir... Mati dengan senyuman? Apaan itu? Sangat aneh.. Dan sampai sekarang aku masih memikirnya. Mati dengan senyuman? Selamat tinggal? Kenapa mereka selalu berkata yang hampir sama?
Apa ini... Sebuah pesan? Atau yang lain? Semua membuat ku sangat bingung.
Dan sampai di situ saja cerita ku. Atas nama Anasera Tavisha Arsyakayla. Akan mengakhiri cerita. Sampai jumpa lagi.