Di kampus Yao Yao, Gio menghadang cewe yang biasanya emang ngeselin ke loker.
"Alya, lo bener-bener ngeselin... kembaliin ponsel gue sekarang"
Ucapnya dengan tegas.
"Ngga akan, gue bakal jual ini di counter hp depan kampus"
Menjahili Gio dan tetap menahan ponselnya.
Gio mulai menarik kerah baju Alya
"Lo kalo ngga mau buat masalah kembaliin anj-" Gio semakin marah dan menatap Alya dgn tajam.
"Gio Gio Gio, gue bakal kasih kalo lo mau traktir gue 2 bulan di cafe depan kampus" Alya menatap dengan wajah yang emang ngeselin.
"ANJ-" semakin marah,namun dosen killer tiba-tiba dateng.
Dosen menarik Gio dari belakang,membuat Gio menjaga jarak dengan Alya.
"Kalian udah gede,masih aja kayak bocah sd. Mau saya kasih hukuman lagi?"
Ucap pak dosen dengan tegas.
"Engga pak..." Ucap Gio dan Alya bersamaan.
Skip,2 hari berlalu.
Siang harinya, Alya melihat kerumunan ramai saat akan menuju minimarket. Ia mendekat dan melihat Gio yang ternyata kecelakaan.
"G-gio.." Mendekat,menyentuh tangan Gio dengan khawatir.
"Lo gapapa kan? Bangun anj-.."
Ambulan datang,petugas mendekat dan membawa Gio masuk ke ambulan, Alya pun ikut masuk.
"Gio, bangun anj-.." Alya Menggenggam salah satu tangannya, sangat khawatir dengan Gio.
"Emm..Alya, gue gapapa.."
Ucap Gio dengan lirih, salah satu petugas memeriksa keadaanku yang mulai sadar.
Skip,beberapa saat berlalu. Di ruang inap rumah sakit, aku duduk di kursi sebelah ranjang Gio.
"Lo kenapa nangis? Gue yang kecelakaan juga..." Ucap Gio dengan menenangkan Alya yang masih menangis dan mengelus rambutnya.
"Hiks...gue khawatir sama lo"
Alya masih menangis sesegukan.
"Iya iya.."
Gio mengelus rambut Alya lagi.
Skip,beberapa hari berlalu, Gio dan Alya semakin dekat karena Alya merawat Gio saat ia masih pemulihan setelah kecelakaan.
Dari kejadiaan itu, mereka semakin dekat dan akhirnya memutuskan untuk damai.
Sampai sekarang, mereka menjadi sahabat yang tidak bisa dipisahkan.
~Tamat~