Apa sebenarnya impian dari gadis manis yang selalu mendapatkan rangking di kelas dan menang di setiap lomba? Kebanyakan orang pasti berpikir, bahwa impiannya adalah masuk ke universitas terkenal atau luar negeri, sebenarnya ya. Riyana sangat menginginkan hal itu, siapa coba yang tak ingin? Namun, banyak halangan dan rintangan yang harus Riyana lewati terutama ekonomi.
"Riyana, kamu bermimpi besar itu sangatlah diperbolehkan, namun, ingat bagaimana kondisi orangtua mu." Bibinya berujar, menasehati Riyana saat dia berkata akan mengambil fakultas kedokteran, fakultas yang katanya paling mahal biayanya.
Riyana kembali ke rumah, dia menulis sebuah novel, impian lainnya adalah menjadi seorang penulis yang dimana karyanya diterbitkan dan menjadi karya cetak, namun, mimpi hanyalah mimpi. Tak ada yang mendukung Riyana, ia hanya berterima kasih pada teman-teman di sekolahnya yang dengan setia mendengarkan seluruh alur cerita novel miliknya.
Jika dilihat lebih dalam lagi, Riyana hanya ingin hidup tenang, jauh dari segala bising dan omongan orang. Kata orang-orang Riyana itu ceria dan mudah berteman, tetapi kata Riyana sendiri, ia terpaksa melakukannya. Bayangkan saja seberapa tak terlihat Riyana jika ia tak paksakan mengubah kepribadiannya menjadi lebih aktif dalam bersosialisasi, mungkin tak akan ada yang peduli padanya.
Riyana memiliki banyak hobi, dia suka sekali mencoba hal baru, terkadang adik sepupunya suka bertanya, "kak Riyana belajar ilmu ini darimana?"
Riyana hanya tersenyum, "dari online saja, kebetulan lewat."
Bohong. Riyana sendiri yang mencarinya, ia adalah anak pertama yang harus siap siaga jika ada pertanyaan yang adik kandungnya lontarkan, ia tak boleh menjadi kakak yang bodoh dan tak tahu apa-apa. Kadang Riyana berpikir untuk bekerja lebih awal atau bekerja saat masa sekolahnya, namun, ia tahu kedua orangtuanya begitu protektif.
Apa yang harus Riyana lakukan? Ia tak pandai berwirausaha, pernah ia sesekali mencoba, tetapi akhirnya gagal dan malah kena marah oleh orangtuanya. Jadi, Riyana hanya mengandalkan penghasilan dari uang lomba yang sering ia ikuti. Saat akhir tahun, terkadang Riyana bingung mencari lomba apa yang harus ia ikuti, pasalnya lomba-lomba tersebut diadakan begitu banyak saat bulan Mei dan Juni tiba.
"Kenapa aku tak berguna sekali?" Batinnya dalam hati.
Ya, setidaknya Riyana telah berusaha mengerti kondisi walau impiannya perlahan-lahan terhempas.